<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032</id><updated>2012-02-16T03:09:07.320-08:00</updated><category term='Info terkini Universitas Hasanuddin 2010'/><category term='Pemikiran'/><category term='wanita'/><category term='Cerita Motivasi'/><category term='Trik blog'/><category term='Kuliah'/><category term='Download'/><category term='MUKJIZAT DIBALIK BALUTAN JILBAB'/><category term='Bola'/><category term='Renungan'/><category term='Fatwa'/><category term='pergerakan islam'/><category term='Melacak kekafiran berfikir'/><category term='Buku Tamu'/><category term='Pengetahuan'/><category term='Cerita Motivas'/><category term='ceramah'/><category term='Panah Syaitan'/><category term='Foto palestina'/><category term='Kisah'/><category term='Tafsir Ayat'/><category term='e-book'/><title type='text'>MUSHALLA ISTIQAMAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6396645769456722210</id><published>2010-08-19T19:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T19:33:02.178-07:00</updated><title type='text'>MUSHALLA ISTIQAMAH: Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah</title><content type='html'>&lt;a href="http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah.html"&gt;MUSHALLA ISTIQAMAH: Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6396645769456722210?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah.html' title='MUSHALLA ISTIQAMAH: Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6396645769456722210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6396645769456722210&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6396645769456722210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6396645769456722210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/mushalla-istiqamah-kisah-gadis-kecil.html' title='MUSHALLA ISTIQAMAH: Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-4186324871469446693</id><published>2010-08-19T18:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T18:58:26.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUKJIZAT DIBALIK BALUTAN JILBAB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh: Ummu Mariah Iman Zuhair&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://qiblati.com/td-mediafiles/image/toko/qiblati03/Cover3-04.jpg_thumb.jpg" alt="" width="140" align="left" height="204" hspace="10" /&gt;Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat  berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku  melihat sebuah mimpi di  dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang  terbang di angkasa.  Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati  putih yang  sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya   kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan  kepadaku  bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan  sesungguhnya aku  akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak  menyempurnakan tafsirnya,  sementara akupun tidak meminta tafsir tentang  takwil mimpi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan.  Ternyata dia benar-benar  seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai  seorang wanita yang  shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan  celana, tidak  juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras,  padahal  dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia  mengenakan  celana panjang di balik rok tersebut.&lt;/p&gt; &lt;hr /&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara  yang membuat murka Allah.  Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh  dari segenap  perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke  tempat-tempat  permainan, atau ke pesta-pesta walimah. Dia adalah seorang gadis  yang  perpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga   shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah  dia  berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah  kemungkaran  kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang  ma'ruf, dan senantiasa  menjaga hijabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah  permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku  terpaksa mempekerjakan  seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku,  karena aku adalah  seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan  mengetahui bahwa  pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku  seraya  berkata: "Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian   kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia  adalah  wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani  kalian selama 24 jam,  dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai  pembantu kita!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memperdulikannya, karena memang  kebutuhanku terhadap pembantu  tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah  itu, pembantu tersebut  mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata:  "Mama, aku  sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus   mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam." Maka akupun   sangat bergembira mendengar kabar baik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya  memintanya hadir dalam pesta  pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika  tidak maka dia tidak  akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui   permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan  sangat  mencintai pamannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu.  Dia mengenakan sebuah  gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang  gadis yang  sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum  dengan  kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini?  Mengapa  engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan  terserang kanker tanpa  kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit  pada kakinya. Dia  menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: "Sakit  ringan di  kakiku." Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami  bertanya  kepadanya, dia menjawab: "Sakit ringan, akan segera hilang insya   Allah." Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke   rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang  sudah semestinya. Di dalam  salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang  dokter berkebangsaan  Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula  pada saat itu  seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim.  Sementara  Afnan berbaring di atas ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan  terserang kanker di kakinya,  dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang  akan merontokkan  seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami   duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia  sangat  bergembira dan berkata: "Alhamdulillah… alhamdulillah…  alhamdulillah."  Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam  keadaan menangis. Dia  berkata: "Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini  hanya menimpaku, bukan  menimpa agamaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara  keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa diriku kecil, sementara aku  melihat gadis kecilku ini dengan  kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan  imanku. Setiap orang yang  bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan  kekuatan imannya.  Adapun penerjamah dan para perawat, merekapun menyatakan  keislamannya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya adalah perjalanan dia untuk  berobat dan berdakwah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan  bahan-bahan kimia, pamannya  meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong  rambutnya sebelum  rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku  mencoba  untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan   tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: "Aku tidak ingin  terhalangi  dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari  kepalaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk  yang pertama kalinya ke  Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut  oleh  seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di  Saudi selama 15  tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan  melihatnya, dia bertanya  kepadanya: "Apakah engkau seorang muslimah?"  Dia menjawab:  "Tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi  bersamanya menuju ke sebuah  kamar yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya  ke salah satu  ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku  sementara  kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa   sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun  mengajaknya  kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang  mendakwahinya.  Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak  ada obat baginya kecuali  mengamputasi kakinya, karena dikhawatirkan kanker  tersebut akan  menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi  Afnan  sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah   perasaan kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah  satu temanku melalui  Messenger. Afnan bertanya kepadanya: "Bagaimana menurut  pendapatmu,  apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?" Maka  dia  mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk  memasang  kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu  kalimat: "Aku  tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah  mereka meletakkanku di dalam  kuburku sementara aku dalam keadaan  sempurna." Temanku tersebut berkata:  "Sesungguhnya setelah jawaban  Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku  tidak memahami  sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana  dia  nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu   bagaimana nanti dia akan mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun kembali ke Saudi setelah kami  amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena  mereka meletakkannya di  atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol.  Hanya dengan  menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius  dan  jarum infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan,  dan keadaannya seperti  orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu  shalat dia  terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu' dan   shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter  mengabari kami bahwa tidak ada  gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua  hari lagi dia akan  meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah.  Aku  ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku  duduk di sisinya dan berbicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, istri pamannya datang  menjenguk. Aku katakan bahwa dia  berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia  masuk ke dalam kamar,  dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan  khawatir  terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia  tidak  menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi  kepadanya.  Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku  tercengang. Saat itu lampu  dalam keadaan dimatikan, sementara wajah  Afnan memancarkan cahaya di tengah  kegelapan malam. Dia melihat  kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata: "Ummi,  kemarilah, aku mau  menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat."  Kukatakan: "(Mimpi) yang  baik Insya Allah." Dia berkata: "Aku  melihat diriku sebagai pengantin  di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun  berwarna putih yang lebar.  Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada  disekelilingku. Semuanya  berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun bertanya kepadanya: "Bagaimana  menurutmu tentang tafsir mimpimu  tersebut." Dia menjawab: "Aku  menyangka, bahwasannya aku akan  meninggal, dan mereka semua akan melupakanku,  dan hidup dalam kehidupan  mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi.  Engkau terus  mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku." Benarlah apa  yang  dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku   menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku  mengingatnya,  akupun bersedih atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan  Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu  Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia  terbangun. Dia  berkata: "Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin  menciummu." Maka diapun  menciumku. Kemudian dia berkata: "Aku ingin  mencium pipimu yang  kedua." Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku,  kemudian kembali  berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya:  "Afnan,  ucapkanlah la ilaaha illallah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia berkata: "Asyhadu alla ilaaha  illallah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah  qiblat dan berkata: "Asyhadu  allaa ilaaha illallaah." Dia  mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian  dia berkata: "Asyhadu allaa  ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan  rasuulullaah." Dan keluarlah  rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya  dipenuhi oleh aroma minyak  kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah,  keluargaku takut  akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki  kamar  tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma   Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil  'aalamin.  (AR)*&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://qiblati.com/toko/ashhabul-kahfi-qiblati-ed-4-th-iii,detail-44-249"&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Majalah Qiblati edisi 4 Tahun 3&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-4186324871469446693?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/4186324871469446693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=4186324871469446693&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4186324871469446693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4186324871469446693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/kisah-gadis-kecil-yang-shalihah.html' title='Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-5472754825819471922</id><published>2010-08-19T18:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T18:56:13.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUKJIZAT DIBALIK BALUTAN JILBAB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sifat-sifat Bidadari Surga</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;oleh: Abu Hamzah &amp;amp; Abu Salma&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;img src="http://qiblati.com/td-mediafiles/image/toko/qiblati03/Cover3-01.jpg_thumb.jpg" alt="Sifat Bidadari Surga" class="border" width="140" align="left" height="204" hspace="10" /&gt;Allah &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt; Subhanaahu wa Ta'ala &lt;/span&gt; berfirman:&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا (٣١)حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا (٣٢)وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا (٣٣)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,  (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang  sebaya." (QS an-Naba': 31-33)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt; كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (٥٤)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;  "Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari." (QS. Ad-Dhukhan: 54)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (٢٠)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan  mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS.  At-Thur: 20)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (٧٢)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; "(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah." (QS. Ar-Rahman: 72)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ (٧٠)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; "Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (QS. Ar-Rahman: 70)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (٣٥)فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (٣٦)عُرُبًا أَتْرَابًا (٣٧)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; "Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.&lt;a title="" class="footnote" id="ftnref1" href="http://qiblati.com/majalah/sifat-sifat--bidadari-surga,detail-11-296#ftn1"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. Al-Waqi'ah: 35-37)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Ibnu Abid Dunya meriwayatkan dari Abul Hawari, dia berkata:  Bidadari itu diciptakan langsung (kun fayakun). Apabila telah sempurna  peciptaan mereka maka dipasanglah kemah-kemah atas mereka. Oleh karena  itu Ibnul Qayyim berkata bahwa kemah-kemah ini bukanlah ghuraf  (kamar-kamar) atau qushur (istana-istana), melainkan ia adalah tenda di  taman-taman dan di atas sungai-sungai.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;Nabi &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt; Sholallohu 'alaihi wa sallam &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; bersabda:&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;1. Hadits Abu Sa’id al-Khudri &lt;span&gt; Rodiallohu 'anhu &lt;/span&gt;:&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً  رَجُلٌ صَرَفَ اللّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ قِبَلَ الْجَنَّةِ وَمَثَّلَ  لَهُ شَجَرَةً ذَاتَ ظِلٍّ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ قَرِّبْنِي مِنْ هذِهِ  الشَّجَرَةِ أَكُونُ فِي ظِلِّهَا ». فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ فِيْ دُخُوْلِهِ  الْجَنَّةَ وَتًمًنٍّيْهِ إِلىَ أَنْ قَالَ فِيْ آخِرِهِ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Sesungguhnya ahli surga yang paling rendah tingkatannya adalah  seseorang yang Allah palingkan wajahnya dari neraka kearah surga, dan  ditampakkan padanya satu pohon surga yang rindang. Lalu orang itu  berkata: Ya Allah dekatkanlah aku ke pohon itu agar aku bisa berteduh di  bawahnya.” Lalu Nabi  Sholallohu 'alaihi wa sallam  terus menyebutkan  angan-angan orang itu hingga akhirnya beliau bersabda:&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« إِذَا انْقَطَعَتْ بِهِ الأَمَانِيُّ قَالَ  اللّهُ: هُوَ لَكَ وَعَشْرَةُ أَمْثَالِهِ. قالَ: ثُمَّ يَدْخُلُ بَيْتَهُ  فَتَدْخُلُ عَلَيْهِ زَوْجَتَاهُ مِنَ الحُورِ الْعِينِ فَيَقُولاَنِ :  الْحَمْدُ للّهِ الَّذِي أَحْيَاكَ لَنَا وَأَحْيَانَا لَكَ. قَالَ:  فَيَقُولُ: مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُعْطِيتُ ».&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Apabila telah habis angan-angannya maka Allah berfirman kepadanya:  “Dia itu milikmu dan ditambah lagi sepuluh kali lipatnya.” Nabi  bersabda: “Kemudian ia masuk rumahnya dan masuklah menemuinya dua  biadadari surga, lalu keduanya berkata: Segala puji bagi Allah yang  telah menghidupkanmu untuk kami dan yang menghidupkan kami untukmu. Lalu  laki-laki itu berkata: “Tidak ada seorangpun yang dianugerahi seperti  yang dianugerahkan kepadaku.” (HR. Muslim: 417)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;2. Hadits Anas &lt;span&gt; Rodiallohu 'anhu &lt;/span&gt;:&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« إِنَّ الْحُورَ الْعِينَ لَتُغَنينَ فِي الْجَنَّةِ يَقُلْنَ: نَحْنُ الْحُورُ الْحِسَانِ خُبئْنَا لأَزْوَاجٍ كِرَامٍ »&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Sesungguhnya bidadari nanti akan bernyanyi di surga: Kami para  bidadari cantik disembuyikan khusus untuk suami-suami yang mulia.”  (Shahih al-Jami’: 1602)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;3. Hadits      Abu Hurairah &lt;span&gt; Rodiallohu 'anhu &lt;/span&gt;:&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ  الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ. وَالَّذِينَ  يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيَ، فِي السَّمَاءِ، إِضَاءةً.  لاَ يَبُولُونَ، وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ وَلاَ  يَتْفِلُونَ. أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ. وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ.  وَمَجَامِرُهُمُ الألُوَّةُ. وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ.  أَخْلاَقُهُمْ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ. عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ  آدَمَ. سِتُّونَ ذِرَاعاً، فِي السَّمَاءِ ».&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Sesungguhnya kelompok pertama yang masuk surga adalah seperti rupa  bulan di malam purnama. Berikutnya adalah seperti binang yang paling  terang sinarnya di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air  besar, dan tidak meludah. Sisir mereka dari emas, minyak mereka adalah  misik, asapannya adalah kayu gaharu, pasangan mereka adalah bidadari,  akhlak mereka seperti akhlak satu orang. Bentuk (postur tubuh) mereka  seperti Nabi Adam as; 60 lengan di langit.” (Bukhari, Muslim dll.  Al-Jami’ al-Shaghir: 3778, Shahih al-Jami’: 2015)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Hadits      Abdullah ibnu Mas’ud &lt;span&gt; Rodiallohu 'anhu &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« أَوَّلُ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ  كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ ضَوْءُ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالْزُّمْرَةُ  الثَّانِيَةُ عَلَى لَوْنِ أَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُريَ فِي السَّمَاءِ، لِكُل  رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، عَلَى كُل زَوْجَةٍ  سَبْعُونَ حُلَّةً، يُرَىٰ مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ لُحُومِهِمَا  وَحُلَلِهِمَا، كَمَا يُرَىٰ الشَّرَابُ الأَحْمَرُ فِي الزُّجَاجَةِ  الْبَيْضَاءِ »&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya  rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang  terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari  surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat  terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah  dapat dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih, dan  Baihaqi dengan sanad hasan. Hadits hasan, shahih lighairi: Shahih  al-Targhib: 3745)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Dalam lafazh Tirmidzi:&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ  يُرَى مُخُّ سُوْقِهِمَا منْ وَرَاءِ الَّلحْمِ مِنَ الْحُسْنِ، لاَ  اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبُ رَجُلٍ وَاحِدٍ  يُسَبِّحونَ الله بُكْرَةً وَعَشِيَّا » .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Masing-masing mendapat dua bidadari, sumsum kakinya dapat dilihat  dari balik daging karena begitu cantiknya, tidak ada perselisihan di  antara mereka, dan tidak ada saling benci di hati mereka. Hati mereka  seperti hati satu orang, mereka semua bertasbih kepada Allah pagi dan  sore.”&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Hadits      al-Miqdam Ibn Ma’di Karib &lt;span&gt; Rodiallohu 'anhu &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سَبْعُ خِصَالٍ:  يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيَرَىٰ مَقْعَدَهُ مِنَ  الْجَنَّةِ، وَيُحَلَّىٰ حُلَّةَ الإِيمَانِ، وَيُزَوجُ اثْنَيْنِ  وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ  الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ، وَيُوضَعُ عَلَى  رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ، الْيَاقُوتَةُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا  وَمَا فِيهَا، وَيَشْفَعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَاناً مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ »&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Orang yang mati syahid memiliki 7 [yang benar 8] keistimewaan di  sisi Allah: (1) diampuni dosanya di awal kucuran darahnya, (2) melihat  tempat duduknya dari surga, (3) dihiasi dengan perhiasan iman, (4)  dinikahkan dengan 72 bidadari surga, (5) diamankan dari adzab kubur, (6)  aman dari goncangan dahsyat di hari qiamat, (7) diletakkan di atas  kepalanya mahkota kewibawaan; satu permata dari padanya lebih baik dari  pada dunia seisinya, (8) memberi syafaat kepada 70 orang dari  kerabatnya.” (Ahmad, Tirmidzi dan Baihaqi. Silsilah al-Shahihah: 3213,  Shahih al-Jami’: 5182)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Hadits      Mu’adz ibn Anas &lt;span&gt; Rodiallohu 'anhu &lt;/span&gt;;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى  أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّه سُبْحَانَهُ عَلَى رُؤُوسِ الْخَلائِقِ  حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُورِ الْعينِ مَا شَاءَ ».&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Barangsiapa mampu menahan amarah padahal ia mampu untuk  melampiaskannya, maka Allah memanggilnya di hadapan para makhluk hingga  Dia memberikan hak untuk memilih yang ia suka dari bidadari.” (HR. Abu  Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, hadits hasan. Lihat Shahih al-Jami’: 6518)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hadits Mu’adz &lt;span&gt;t&lt;/span&gt;;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" dir="rtl" class="rtl"&gt;« لاَ تُؤْذِي امْرَأةٌ زَوْجَهَا فِي  الدُّنْيَا. إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ: لاَ  تُؤْذِيهِ، قَاتَلَكِ الله، فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَك دَخِيلٌ يُوشِكَ أَنْ  يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا »&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;“Tidak ada seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia  melainkan bidadari yang menjadi pasangannya berkata: "Jangan engkau  sakiti dia -semoga Allah melaknatmu- sesungguhnya ia hanyalah bertamu  (di rumahmu), hampir saja ia berpisah meninggalkanmu menuju kami.”  (Shahih al-Jami’: 7192)&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;Imam Ibnul Qoyyim&lt;/b&gt; berkata:&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;"Jika anda bertanya tentang mempelai wanita dan istri-istri  penduduk surga, maka mereka adalah gadis-gadis remaja yang montok dan  sebaya. Pada diri mereka mengalir darah muda, pipi mereka halus dan  segar bagaikan bunga dan apel, dada mereka kencang dan bundar bagai  delima, gigi mereka bagaikan intan mutu manikam, keindahan dan  kelembutan mereka selalu menjadi kerubutan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Elok wajahnya bagaikan terangnya matahari, kilauan cahaya terpancar  dari gigi-giginya dikala tersenyum. Jika anda dapatkan cintanya, maka  katakan semau anda tentang dua cinta yang bertaut. Jika anda mengajaknya  berbincang (tentu anda begitu berbunga), bagaimana pula rasanya jika  pembicaraan itu antara dua kekasih (yang penuh rayu, canda dan pujian).  Keindahan wajahnya terlihat sepenuh pipi, seakan-akan anda melihat ke  cermin yang bersih mengkilat (maksudnya, menggambarkan persamaan antara  keindahan paras bidadari dengan cermin yang bersih berkilau setelah  dicuci dan dibersihkan, sehingga tampak jelas keindahan dan kecantikan).  Bagian dalam betisnya bisa terlihat dari luar, seakan tidak terhalangi  oleh kulit, tulang maupun perhiasannya.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Andaikan ia tampil (muncul) di dunia, niscaya seisi bumi dari barat  hingga timur akan mencium wanginya, dan setiap lisan makhluk hidup akan  mengucapkan tahlil, tasbih, dan takbir karena terperangah dan  terpesona. Dan niscaya antara dua ufuk akan menjadi indah berseri  berhias dengannya. Setiap mata akan menjadi buta, sinar mentari akan  pudar sebagaimana matahari mengalahkan sinar bintang. Pasti semua yang  melihatnya di seluruh muka bumi akan beriman kepada Allah Yang Maha  hidup lagi Maha Qayyum (Tegak lagi Menegakkan). Kerudung di kepalanya  lebih baik daripada dunia seisinya. Hasratnya terhadap suami melebihi  semua keinginan dan cita-citanya. Tiada hari berlalu melainkan akan  semakin menambah keindahan dan kecantikan dirinya. Tiada jarak yang  ditempuh melainkan semakin menambah rasa cinta dan hasratnya. Bidadari  adalah gadis yang dibebaskan dari kehamilan, melahirkan, haidh dan  nifas, disucikan dari ingus, ludah, air seni, dan air tinja, serta semua  kotoran.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Masa remajanya tidak akan sirna, keindahan pakaiannya tidak akan  usang, kecantikannya tidak akan memudar, hasrat dan nafsunya tidak akan  melemah, pandangan matanya hanya tertuju kepada suami, sekali-kali tidak  menginginkan yang lain. Begitu pula suami akan selalu tertuju padanya.  Bidadarinya adalah puncak dari angan-angan dan nafsunya. Jika ia melihat  kepadanya, maka bidadarinya akan membahagiakan dirinya. Jika ia minta  kepadanya pasti akan dituruti. Apabila ia tidak di tempat, maka ia akan  menjaganya. Suaminya senantiasa dalam dirinya, di manapun berada.  Suaminya adalah puncak dari angan-angan dan rasa damainya.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Di samping itu, bidadari ini tidak pernah dijamah sebelumnya, baik  oleh bangsa manusia maupun bangsa jin. Setiap kali suami memandangnya  maka rasa senang dan suka cita akan memenuhi rongga dadanya. Setiap kali  ia ajak bicara maka keindahan intan mutu manikam akan memenuhi  pendengarannya. Jika ia muncul maka seisi istana dan tiap kamar di  dalamnya akan dipenuhi cahaya.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang usianya, maka mereka adalah gadis-gadis remaja yang sebaya dan sedang ranum-ranumnya.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang keelokan wajahnya, maka apakah anda telah melihat eloknya matahari dan bulan?!&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang hitam matanya, maka ia adalah  sebaik-baik yang anda saksikan, mata yang putih bersih dengan bulatan  hitam bola mata yang begitu pekat menawan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang bentuk fisiknya, maka apakah anda pernah  melihat ranting pohon yang paling indah yang pernah anda temukan?&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang warna kulitnya, maka cerahnya bagaikan batu rubi dan marjan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang elok budinya, maka mereka adalah  gadis-gadis yang sangat baik penuh kebajikan, yang menggabungkan antara  keindahan wajah dan kesopanan. Maka merekapun dianugerahi kecantikan  luar dan dalam. Mereka adalah kebahagiaan jiwa dan penghias mata.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Jika anda bertanya tentang baiknya pergaulan dan pelayanan mereka,  maka tidak ada lagi kelezatan selainnya. Mereka adalah gadis-gadis yang  sangat dicintai suami karena kebaktian dan pelayanannya yang paripurna,  yang hidup seirama dengan suami penuh pesona harmoni dan asmara .&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Apa yang anda katakan apabila seorang gadis tertawa di depan  suaminya maka sorga yang indah itu menjadi bersinar? Apabila ia  berpindah dari satu istana ke istana lainnya, anda akan mengatakan: "Ini  matahari yang berpindah-pindah di antara garis edarnya." Apabila ia  bercanda, kejar mengejar dengan suami, duhai… alangkah indahnya…!! (dari  kitab &lt;i&gt;Hadil Arwah Ila Biladil Afrah&lt;/i&gt; (h.359-360) (Faiz)*&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" class="footnote" id="ftn1" href="http://qiblati.com/majalah/sifat-sifat--bidadari-surga,detail-11-296#ftnref1"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis  &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://qiblati.com/toko/sifat-sifat-bidadari-surga-qiblati-ed-1-th-iii,detail-44-124"&gt;Majalah Qiblati edisi 1 th III&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-5472754825819471922?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/5472754825819471922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=5472754825819471922&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/5472754825819471922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/5472754825819471922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/sifat-sifat-bidadari-surga-oleh-abu.html' title='Sifat-sifat Bidadari Surga'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-7024658417053990283</id><published>2010-08-16T20:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T20:56:13.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUKJIZAT DIBALIK BALUTAN JILBAB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Saudariku, Jangan Sebarkan Fitnahmu!</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Semua perasaan condong kepadanya, perbuatan  haram pun  terjadi karenanya. Mengundang terjadinya pembunuhan permusuhan   disebabkan karenanya. Sekurang-kurangnya ia sebagai insan yang disukai   di dunia. Kerusakan mana yang lebih besar daripada ini?&lt;/strong&gt; (Al  Imam Al Mubarakfuri rahimahullah fi At Tuhfah Al Ahwadzi 8/53)&lt;span id="more-190"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Allah  &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; menyatakan bahwa fitnah (baca  ujian) yang  paling besar khususnya bagi kaum laki-laki adalah wanita,  bahkan wanita  merupakan salah satu  sumber syahwat sebagaimana yang  disebutkan oleh  Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;“Dijadikan indah pada  (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu  wanita-wanita … .”&lt;/em&gt; (QS. Ali Imran : 14). Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam&lt;/em&gt; juga memberikan peringatan akan bahaya fitnah  wanita, diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari shahabat Abu Said Al  Khudri&lt;em&gt; radliyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, beliau bersabda : “&lt;em&gt;Hati-hatilah   terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya   fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah wanita.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterangan ayat dan hadits diatas telah memberikan gambaran akan   besarnya ujian yang dihadapi bagi kaum adam kepada persoalan wanita,   kalau dilihat secara historis dua keterangan diatas ditujukan khusus   kepada para sahabat yang juga tentunya merupakan peringatan bagi mereka   akan fitnah ini, padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan dan  orang  yang paling bersih hatinya diantara ummat Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam&lt;/em&gt;.  Dengan demikian kita dengan kadar keimanan yang  jauh berbeda dengan  para sahabat dan terlebih lagi diperhadapkan dengan  zaman yang begitu  banyak ujian termasuk fitnah wanita, tentu lebih perlu  mawas diri,  sebab sangat jarang yang bisa selamat dari fitnah ini  kecuali  orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Kebenaran akan  wahyu ilahi  itu telah diperlihatkan kepada kita semua akan bahaya fitnah  wanita  yaitu kasus yang menimpa ketua KPK Antasari Azhar dengan  Nasruddin  direktur Rajawali Banjaran yang menimbulkan dampak yang besar,  nyawa  yang melayang, karir yang hancur, nama baik yang menjadi luntur  dan  kepercayaan pun hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita dimata syariat memliki  kedudukan yang sama dengan pria dan inilah bentuk keadilan syariat Allah  &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Persamaan dalam hal penciptaan  dengan laki-laki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “&lt;em&gt;Dan  di  antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu   istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa   tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang.   Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang   berfikir&lt;/em&gt;.” (QS. Ar Rum : 21)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persamaan dalam mendapatkan  pahala atas amal shalih. Allah berfirman : “&lt;em&gt;Maka  Rabb mereka  memperkenankan permohonannya (dengan berfirman) :  “Sesungguhnya Aku  tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di  antara kamu baik  laki-laki maupun perempuan (karena) sebagian kamu  adalah turunan  sebagian yang lain … .&lt;/em&gt;” (QS. Ali Imran : 195). Allah juga berfirman  : “&lt;em&gt;Barangsiapa  yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun  perempuan dalam  keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan  kepadanya  kehidupan yang baik … .&lt;/em&gt;” (QS. An Nahl : 97)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak  untuk mendapatkan perlakuan dan pergaulan yang baik. Allah &lt;em&gt;Subhanahu  wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman : “&lt;em&gt;Apabila  kamu mentalak istri-istrimu  lalu mereka mendekati akhir iddahnya maka  rujukilah mereka dengan cara  yang ma’ruf atau ceraikanlah mereka dengan  cara yang ma’ruf pula.  Janganlah kamu merujuki mereka untuk memberi  kemudlaratan karena dengan  demikian kamu menganiaya mereka … .&lt;/em&gt;” (QS. Al Baqarah : 231). Allah &lt;em&gt;Subhanahu  wa Ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman : “&lt;em&gt; … dan bergaullah dengan mereka  secara patut … .&lt;/em&gt;” (QS. An Nisa’ : 19).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Sungguh pada  setiap diri wanita berpotensi menimbulkan fitnah, Perlu  ditegaskan  bahawa fitnah wanita tidak mesti datang dari arah wanita  itu saja,  godaan nafsu lah yang mendorong bagi seorang laki-laki untuk  mendekati  wanita dan melakukan maksiat. Oleh karena itu, wanita  bukanlah musuh  yang perlu dijauhi, akan tetapi seorang laki-laki dan  seorang wanita  wajib bagi masing-masing untuk membentengi diri agar  tidak terjatuh  dalam kemaksiatan dengan jalan menjaga ketaqwaan kepada  Allah &lt;em&gt;Subhanahu  wa Ta’ala&lt;/em&gt;, yang dimaksud dengan taqwa disini  adalah menjalankan  semua perintah Allah yang sifatnya wajib dan  menjauhi sekuat kemampuan  kita terhadap semua yang diharamkanNya,  dengan menjaga kataatan kepada  Allah akan memberikan pengaruh yang kuat  pada keimanan dan orang yang  memiliki keimanan yang kuat, pasti tidak  akan melakukan perbuatan yang  tercela. Beberapa hal yang telah  diajarkan oleh syariat yang mulia ini  agar kita terselamatkan dari  fitnah ini yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya  kewajiban bagi laki laki dan wanita untuk menahan pandangan  mereka  sebagaimana yang disebutkan oleh Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;: “&lt;em&gt;Katakanlah  kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya&lt;/em&gt;”  (QS 24:31) dan  “&lt;em&gt;Katakanlah kepada para wanita beriman agar mereka  menjaga pandangannya&lt;/em&gt;”  (QS 24:32). Diantara penyebab utama fitnah  itu adalah mata sehinggah  Allah menyuruh kita untuk tidak melihat  kecuali hal-hal yang memang  dibolehkan oleh Syariat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya  larangan untuk berdua-duaan antara laki-laki dan wanita yang bukan  mahram, Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam&lt;/em&gt; bersabda : “&lt;em&gt;Tidak  boleh seorang laki-laki berkhalwat (menyendiri/berduaan) dengan seorang  wanita kecuali dengan mahramnya.&lt;/em&gt;” (HR. Muttafaq ‘alaihi dari  shahabat Ibnu Abbas &lt;em&gt;Radliyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;) dalam riwayat lain  Nabi bersabda :   “&lt;em&gt; Tidak halal laki-laki dan wanita berdua-duan  karena pihak ketiganya adalah syaitan.&lt;/em&gt;”  Perbuatan zina tidaklah  dimulai kecuali berdua-duan antara laki-laki  dan wanita, dan tidak  terjadi perzinahan kecuali ditempat yang sunyi  lagi tertutup dari  pandangan manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menetapkan  beberapa syariat yang  dikhususkan bagi wanita  sebagai bentuk kemuliaan terhadapnya, yang mana  ketika syariat itu  dilanggar maka ialah yang merupakan penyebab  munculnya fitnah bagi  laki-laki diantaranya:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Syariat  melarang mereka bertabaruj, yaitu berhias di hadapan selain mahramnya.  Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman : “&lt;em&gt; … dan janganlah  kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang  dahulu … .&lt;/em&gt;” (QS. Al Ahzab : 33)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka dilarang berbicara  dengan suara yang mendayu-dayu yang dapat mengundang fitnah. Allah &lt;em&gt;Subhanahu  wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman : “&lt;em&gt;  … maka janganlah kamu tunduk dalam  berbicara sehingga berkeinginanlah  orang yang ada penyakit di hatinya  dan ucapkanlah  perkataan yang baik.&lt;/em&gt;” (QS. Al Ahzab : 32)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka  dilarang keluar rumah dengan memakai wangi-wangian. Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam&lt;/em&gt; bersabda : “&lt;em&gt;Wanita  mana saja yang memakai  wangi-wangian kemudian lewat di suatu kaum  supaya mereka mendapatkan bau  harumnya maka ia telah berzina.&lt;/em&gt;” (HR. Ahmad dari shahabat Abu Musa  Al Asy’ari radliyallahu ‘anhu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syariat memerintahkan wanita  untuk tinggal lebih banyak di rumahnya. Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman : “&lt;em&gt;Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian … .&lt;/em&gt;”  (QS. Al Ahzab : 33).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Sama sekali ini tidak berarti dzolim  terhadap wanita, atau penjara,  ataupun mengurangi kebebasannya. Allah  lebih mengetahui kemaslahatan  hamba-Nya. Sesungguhnya dengan tinggalnya  para wanita di rumah-rumahnya  maka ia dapat mengurusi urusan rumahnya,  menunaikan hak-hak suaminya,  mendidik anaknya, dan memperbanyak  melakukan hal-hal baik lainnya, dan   hukum  asal keluar rumah bagi  wanita adalah perkara yang dibolehkan  bagi syariat kecuali jika  didalamnya ada maksiat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah telah menentukan bahwa ada perkara  tertentu yang menarik  perhatian di antara lelaki dan wanita. Dan untuk  itu, Allah juga yang  mengatur bentuk hubungan yang perlu dilakukan, agar  di antara mereka  tidak timbul perkara-perkara yang tidak diingini.  Walaupun demikian,  ramai juga manusia yang melanggar batasan tersebut  sehingga mereka  tertunduk malu kerana keterlanjuran yang mereka lakukan.  Lelaki yang  tidak mampu mengawal dirinya daripada daya tarik yang ada  pada wanita,  pasti mudah untuk melakukan perkara-perkara yang menjadi  larangan Allah  &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;, akhirnya kita berdoa : “&lt;em&gt;Wahai,   Rabbku! Walaupun dosaku sangat besar, namun aku yakin bahwa ampunan-Mu   lebih besar lagi, engkaulah yang menggenggam hati maka tetapkanlah hati   ini diatas agamamu dan ketaatan kepadamu sucikanlah jiwa kami dari   penguruh-penguruh akan keburukan fitnah wanita serta berikanlah kekuatan   dan keistiqomahan dalam menjaga dan melaksana semua aturanmu&lt;/em&gt;.”  Wallahu waliyuttaufiq.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:http://wimakassar.org/wp/saudariku-jangan-sebarkan-fitnahmu/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-7024658417053990283?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/7024658417053990283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=7024658417053990283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/7024658417053990283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/7024658417053990283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/saudariku-jangan-sebarkan-fitnahmu.html' title='Saudariku, Jangan Sebarkan Fitnahmu!'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-4375301507399672376</id><published>2010-08-16T20:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T20:52:24.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bukan Kebebasan Sayang, tapi ‘Eksploitasi’…</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apa hubungannya mobil di pameran itu dengan gadis-gadis ‘berseragam’   seronok sambil lenggak-lenggok mengelilingi mobil, ini pameran mobil   atau wanita? Apa fungsinya wanita dengan rok ‘BUPATI’ itu duduk di kursi   tinggi ongkang kaki di belakang etalase kaca toko HP, yang mau dibeli   apa atau siapa? Apa laki-laki yang nganggur sudah habis sehingga   karyawan SPBU sekarang diambil alih kaum hawa? Kenapa iklan baliho di   pinggir jalan itu selalu menawarkan “bonus” senyum wanita? Duh, kenapa   yang memperingatkan kalau pulsa saya hampir habis selalu suara wanita?&lt;span id="more-15"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu kan kemajuan? Ya, maju menuju ke jurang  kehinaan. Ini  ‘keberhasilan’ para pejuang kebebasan. Mereka bebas tapi  hak,  kehormatan dan kodratnya sebagai wanita dirampas. Mereka mungkin  merasa  lebih ‘dihargai’ tapi bukan sebagai manusia melainkan ‘barang  komoditi  non migas’ yang mudah ditukar dan didapatkan dengan beberapa  rupiah.  Mereka memang ‘diberdayagunakan’ tapi tidak lebih dari sekedar  hiasan  yang bila usang akan diganti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudariku, tahu tidak? Wanita-wanita barat di  tengah kehidupan serba  bebas dan glamour, mereka sebenarnya sangat  cemburu dengan adab bangsa  timur yang memperlakukan wanitanya bak ratu  di rumahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam suatu kisah seorang wanita tua non muslim yang  bertetangga  dengan keluarga muslim, mengungkapkan kecemburuannya  melihat kehidupan  keluarga muslim tersebut. Di mana sang istri sepanjang  hari di rumah  menemani anak-anaknya. Ketika sang ayah datang dari  tempat kerja  disambut dengan derai tawa dan peluk anak-anaknya disusul  senyum sang  istri seraya mencium tangan suaminya. Sederhana, tapi surga.  Wanita tua  itu saat berkunjung ke rumah keluarga bahagia tersebut  mengungkapkan  bahwa andaikan ia masih muda maka ia akan bersuamikan  dengan seorang  pria muslim sebagaimana suami keluarga tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata  dulu dia adalah wanita karir. Demi karirnya ia meninggalkan  tugas  utamanya di rumah; mendidik dan mengasuh anaknya. Tanpa  tergantung pada  suami semua kebutuhannya terpenuhi oleh pekerjaannya  lebih dari cukup,  tapi semua terasa hambar. Ia kehilangan nilai dan  kesempatan yang sangat  berharga, sesuatu yang seharusnya menjadi hak  fitrah dan kodratnya;  sebagai seorang Ibu untuk anak-anaknya dan  sebagai seorang istri yang  melayani dan dinafkahi oleh suaminya,  terampas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suaminya telah  meninggal. Kini ia ditinggalkan oleh anak-anaknya  yang tak sempat ia  didik dengan baik, yang tak mengenal arti seorang  ibu apalagi untuk  berbakti padanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah dengar Marlin Mondroe? Artis cantik dan  kaya di Amerika  Serikat yang mati tragis bunuh diri. Sebelum bunuh diri  ia sempat  membuat sebuah surat yang dimasukkan dalam sebuah kotak di  sebuah bank  di New York:&lt;br /&gt;“Berhati-hatilah  dengan ketenaran, berhati-hatilah dan wapadalah  terhadap sinar-sinar  yang menipu kalian. Sesungguhnya aku adalah wanita  yang paling celaka di  dunia! Aku tak mampu menjadi seorang ibu. Aku  adalah seorang wanita  yang mencintai rumah. Kehidupan keluarga adalah  simbol kebahagiaan  seorang wanita, bahkan simbol bagi kemanusiaan,  kebahagiaan kemanusiaan  itu sendiri. Aku adalah seorang wanita yang  benar-benar telah terzhalimi  oleh manusia-manusia lain. Bekerja dalam  sebuah teater atau perfileman  betul-betul menjadikan wanita sebagai  barang dagangan murahan dan remeh,  meskipun dia mendapatkan popularitas  dan ketinggian.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh  amat sangat terlalu naif sekali ketika mereka mengutuk gaya  hidup  mereka sendiri, wanita-wanita timur justru berlomba menjadi  pemuja dan  pendamba ‘barang’ yang selama ini membelenggu dan ingin  mereka buang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudariku,  musuh-musuh agama ini sangat tahu apa yang telah membuat  kehidupan  sosial, budaya, etika, moral dan agama mereka berantakan.  Dalam sejarah  peradaban bangsa-bangsa yang runtuh pun begitu, jatuh,  hancur disebabkan  oleh makhluk lembut yang bernama wanita. Mereka ingin  menularkan  penyakit itu kepada kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudariku, musuh-musuh Allah telah  merayakan kemenangannya pada kali  pertama berhasil ‘menyeret’ para  muslimah dari rumah kehormatannya,  menjejali jalan, memenuhi  pasar-pasar, instansi-instansi dsb. Tak  sampai di situ merekapun  kemudian menelanjanginya dengan pakaian  seadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan merekapun  tahu apa yang membuat kita jaya dan menguasai dunia  selama  bertahun-tahun. Mujahidin yang gagah perkasa itu tidak terbentuk  begitu  saja, ia ditempa oleh tangan lembut ibu yang shalehah di setiap  suapan,  dalam belaian, dan rintihan doanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketahanan dan betahnya di  medan perjuangan bukan tanpa alasan, di  belakangnya ada permata dunia  yang senantiasa mendorong dan  mendo’akannya, Istri shalihah yang  membuatnya lebih cinta kepada Allah  dari segalanya, pun tak perlu  khawatir meninggalkan jundi-jundinya di  pangkuan sang istri yang pasti  mempersiapkan sebagai penerusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam suatu kisah yang masyhur,  ada seorang wanita yang datang  menghadap panglima militer Islam,  menjelang keberangkatan tentara  mujahidin ke medan jihad. Wanita  bercadar tersebut menyerahkan sebuah  kotak kepada panglima. Betapa  terkejutnya panglima tersebut ketika  membuka kotak tersebut dan  mengetahui di dalamnya berisi dua pilinan  (kepangan) rambut yang sangat  panjang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang panglima bertambah kaget, setelah wanita itu  mengatakan bahwa  dua pilinan rambut yang sangat panjang itu adalah  rambutnya sendiri. Ia  adalah seorang janda miskin yang tidak memiliki  harta untuk  disumbangkan kepada tentara mujahidin. Wanita itu pun  sengaja memotong  rambutnya sendiri sebagai wujud partisipasinya dalam  jihad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Panglima tentara Islam semakin takjub, ketika wanita  muslimah itu  meminta agar kedua kepangan rambutnya dijadikan sebagai  tali kekang  kuda yang dipakai berjihad oleh tentara kavaleri Muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah  wanita itu pulang ke rumahnya, sang panglima mujahidin  memerintahkan  para tentara Islam untuk segera berbaris rapi. Ia pun  berpidato di  hadapan para mujahidin dan menceritakan tentang adanya  seorang wanita  mukminah yang menyumbangkan dua kepangan rambutnya  sendiri untuk dipakai  sebagai tali kekang kuda perang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kau tahu, itu sangat cukup  untuk membakar semangat para mujahidin untuk memporak-porandakan musuh  Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah andil wanita itu sebatas itu? Setelah mujahidin  pulang dari  medan perang Sang wanita itu tersenyum, mengucapkan hamdalah  saat  mendapati anaknya sebagai salah satu mujahidin yang gugur dalam   pertempuran tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi musuh Allah sangat tahu di mana  letak kekuatan itu dan  ingin melemahkannya, secara halus, dengan  iming-iming segepok rupiah,  lambat tapi pasti ia ingin menggiring semua  muslimah untuk masuk dalam  ‘kubangan eksploitasi’. Bukan kebebasan  sayang, tapi eksploitasi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah, sinar matamu masih terlalu polos  untuk mengerti semua ini.  Pesanku belajarlah baik-baik. Saya yakin,  suatu saat kau akan menyadari  seraya tersungkur sujud bahwa syariat-Nya  terlalu sempurna untuk  engkau tolak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum kau tidur kulafalkan  syair ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Bukan dari tulang  ubun ia dicipta&lt;br /&gt;Sebab  berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja&lt;br /&gt;Tak juga dari tulang kaki&lt;br /&gt;Karena nista menjadikannya diinjak dan  diperbudak&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Tetapi dari  rusuk kiri&lt;br /&gt;Dekat ke hati  untuk dicintai&lt;br /&gt;Dekat ke  tangan untuk dilindungi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;*Jangan  anggap sepele, urusannya separuh agama&lt;br /&gt;Jangan biarkan ia sendiri, bimbing ia,  asalnya ia bengkok&lt;br /&gt;Jangan  keras, bisa patah&lt;br /&gt;Jangan  lembek, susah bila terlanjur&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kecup keningmu adik  kecilku…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Penambahan oleh penulis dari syair asli&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:http://wimakassar.org/wp/bukan-kebebasan-sayang-tapi-eksploitasi/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-4375301507399672376?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/4375301507399672376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=4375301507399672376&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4375301507399672376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4375301507399672376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/bukan-kebebasan-sayang-tapi-eksploitasi.html' title='Bukan Kebebasan Sayang, tapi ‘Eksploitasi’…'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6297341959613531536</id><published>2010-08-11T15:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T15:09:35.658-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa'/><title type='text'>Nasehat Syaikh ‘Abdullah Al Jibrin: Menjaga Hubungan dengan Pemimpin</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah Ta’ala semata, dan kepadaNya kami minta  pertolongan. Shalawat kepada Nabi yang diutus, Muhammad bin ‘Abdillah &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, dan kepada keluarganya, para sahabatnya serta  orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya Islam menjelaskan dengan terang akan perkara “semangat  di atas ikatan keimanan di antara kaum muslimin”. Allah Ta’ala  berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ  فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ  تُرْحَمُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara, maka  perbaikilah (damaikanlah) hubungan antara kedua saudaramu (yang  berselisih), dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian diberi rahmat&lt;/em&gt;“.  (QS. Al-Hujurat: 10)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari sini berarti memutus hubungan (di antara kaum muslimin) adalah  dosa besar di antara dosa-dosa besar yang ada. Dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu  ‘anhu&lt;/em&gt;, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,  &lt;em&gt;“Dibukakan pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis, maka  diampuni setiap hamba yang muslim selama tidak berbuat syirik kepada  Allah, kecuali seseorang yang terdapat kebencian pada saudaranya, lalu  dikatakan&lt;/em&gt;&lt;em&gt;:&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;P&lt;/em&gt;&lt;em&gt;erhatikanlah oleh kalian  sampai mereka berdua berdamai&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;P&lt;/em&gt;&lt;em&gt;erhatikanlah  oleh kalian sampai mereka berdua berdamai&lt;/em&gt;.” (HR.  Muslim).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya seorang muslim yang &lt;em&gt;muwahhid &lt;/em&gt;(bertauhid) lagi  jujur ketauhidannya, tidak akan membenci dan hasad (dengki) kepada  saudaranya. Jika saudaranya merasakan sakit, maka ia pun merasa hal yang  sama. Bahkan ia pun akan merasakan bahagia jika saudaranya bahagia. Ia  akan berusaha menjaga dirinya dari sekecil mungkin berbuat salah kepada  saudaranya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits dari ‘Aisyah &lt;em&gt;radiyallahu ‘anha&lt;/em&gt;, Nabi &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “&lt;em&gt;Yang paling dibenci &lt;/em&gt;&lt;em&gt;oleh  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Allah adalah seseorang yang suka menentang lagi suka  membantah.&lt;/em&gt;” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Tiada lain yang dimaksud  adalah orang yang menjerumuskan dirinya ke dalam dosa dengan permusuhan  dan perdebatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda, “&lt;em&gt;Janganlah kalian saling mencela  (yaitu berbicara dengan perkataan jelek), saling bermusuhan, saling  memata-matai, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan melakukan jual beli najsy (menawar harga  tinggi untuk menipu pengunjung lainnya). J&lt;/em&gt;&lt;em&gt;adilah hamba Allah  yang bersaudara&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abi Ayub Al-Anshari &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “&lt;em&gt;Tidaklah halal bagi seseorang  mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, jika bertemu maka (yang  satu) berpaling ke&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sini  dan (yang lain) menghindar ke&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sana&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. S&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ebaik-baik &lt;/em&gt;&lt;em&gt;di antara  keduanya &lt;/em&gt;&lt;em&gt;adalah yang memulai &lt;/em&gt;&lt;em&gt;mengucapkan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;salam&lt;/em&gt;.”  (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Khurasy As-Sulamiy &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, sesungguhnya  dia mendengar Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,  “&lt;em&gt;Barangsiapa yang mendiamkan saudaranya selama 1 tahun, maka ia  seakan-akan telah menumpahkan darahnya.&lt;/em&gt;” (HR. Abu Daud, dishahihkan  oleh Al-Albani). Dalam hadits lain disebutkan, “&lt;em&gt;Dan tidak ada  kebaikan bagi orang yang tidak mau bersahabat dan bersaudara.&lt;/em&gt;” (HR.  Ahmad. Al-Albani berkata bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manusia yang memiliki hati dan akal yang sehat lagi menginginkan  kebaikan merupakan manusia yang mulia lagi terpuji. Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt;  berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا  اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  (102) وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا  وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا  وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا  كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ  (103)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan  sebenar-benar taqwa kepadaNya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam  keadaan muslim. Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama)  Allah, dan janganlah kamu berceraiberai, dan ingatlah nikmat Allah  kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah  mempersatukan hatimu sehingga dengan karuniaNya kamu menjadi bersaudara,  sedangkan (pada saat itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah  menyelamatkan kamu darinya&lt;/em&gt;.” (QS. Ali ‘Imran: 102-103)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ  بَيْنِكُمْ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;antara sesamamu&lt;/em&gt;.” (QS. Al-Anfal: 1)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا  تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.  Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;.” (QS. An-Nuur: 22)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ  يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;M&lt;/em&gt;&lt;em&gt;aka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka.  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.&lt;/em&gt;” (QS.  Al-Maidah: 13)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ  رِيحُكُمْ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu  menjadi gentar dan kekuatanmu menjadi hilang.” &lt;/em&gt;(QS. Al-Anfal: 46)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا  وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang  bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan  yang jelas&lt;/em&gt;.” (QS. Ali ‘Imran: 105)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ  إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ  النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ  نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;T&lt;/em&gt;&lt;em&gt;idak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia  mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang)  bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara  manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah,  maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.&lt;/em&gt;” (QS. An-Nisa’:  114)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Wahai saudaraku yang menginginkan perbaikan&lt;/em&gt;. Aku berikan  kabar gembira  berupa pahala yang besar lagi terpuji dari Allah Yang  Maha Mulia. Asalkan engkau memperbaiki niatmu, mengikhlaskan amalmu  kepada Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; semata, mengikuti petunjuk Rasul &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan para sahabat beliau &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/em&gt;  serta para salafush sholih. Diwajibkan atas kalian menjadi perantara  dalam menyampaikan petunjuk dan perbaikan, serta mencintai kebaikan atas  manusia, memerintahkan kepada yang ma’ruf, melarang dari perkara yang  mungkar dengan cara yang baik dan dengan didasari ilmu (bashiroh).  Melakukan hal-hal tadi dengan penuh kesabaran, kelembutan, serta  berhati-hati dari sikap ekstrim dan terburu-buru. Kewajiban kita  hanyalah menyampaikan saja, adapun hidayah serta perubahan dan perbaikan  adalah di Tangan Allah &lt;em&gt;‘azza wa jalla&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ  وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada  orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk  kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang  yang mau menerima petunjuk.&lt;/em&gt;” (QS. Al-Qashash: 56)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita harus ingat bahwa menentang dan memberontak para &lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj/nasehat-syaikh-%E2%80%98abdullah-al-jibrin-menjaga-hubungan-dengan-pemimpin.html"&gt;pemimpin  &lt;/a&gt;adalah dosa besar di antara dosa-dosa besar yang ada. Sebagaimana  yang telah disebutkan di atas menggambarkan dengan jelas tentang  larangan saling bertikai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, ia&lt;em&gt; &lt;/em&gt;berkata,  Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ،  وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِى فَقَدْ  أَطَاعَنِى ، وَمَنْ عَصَى أَمِيرِى فَقَدْ عَصَانِى&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa yang mentaatiku maka dia telah mentaati Allah&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.  B&lt;/em&gt;&lt;em&gt;arangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka ia telah bermaksiat  kepada Allah. Barangsiapa yang mentaati pemimpin maka ia telah  mentaatiku&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. B&lt;/em&gt;&lt;em&gt;arangsiapa yang bermaksiat&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  (enggan taat)&lt;/em&gt;&lt;em&gt; kepada pemimpin maka ia telah bermaksiat kepadaku&lt;/em&gt;.”  (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari ‘Auf bin Malik &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu, &lt;/em&gt;ia berkata,  Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “&lt;em&gt;Ketahuilah,  barangsiapa yang di bawah seorang pemimpin dan ia melihat padanya ada  kemaksiatan kepada Allah, maka hendaklah ia membenci kemaksiatannya.  Akan tetapi, janganlah (menjadikannya) melepaskan ketaatan kepada&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  pemimpin tersebut&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun semangat di atas sebab yang menghantarkan kepada persatuan dan  saling memahami, maka balasannya di dunia dan di akhirat, dan Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt;  yang Maha Mengetahui.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Ubaidah bin Shamit &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, ia berkata,  Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “&lt;em&gt;Barangsiapa  yang beribadah kepada Allah dengan tidak menyekutukanNya dengan  sesuatupun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat  kepada pemimpinnya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang  ia inginkan dari delapan pintu surga&lt;/em&gt;.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi Ashim  dan At-Thobroni)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku memohon kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Penyayang agar  memberi kepada kita semua petunjuk di atas jalan yang lurus. Semoga  Allah memperbaiki niat, amal, perkataan, keyakinan, keadaan, dan akhlaq  kita beserta keluarga, keturunan, cucu-cucu kita dengan penuh ampunan.  Demikian juga saya memohon kepadaNya agar kita mendapatkan manfaat dan  faedah dari apa yang telah kita dengar dan kita bicarakan (nasihat di  atas), dan juga memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan memberikan kita  rasa saling memaafkan dengan penuh kelembutan, rasa persatuan, tolong  menolong, saling bahu-membahu, dan rasa kebersamaan, dan juga  menghindarkan kita dari kemarahan dan kebodohan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku memohon kepada Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; agar menjaga ulama-ulama  kita dan para pemimpin muslimin kita. Aamiiin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; dan shalawat serta salam  kepada nabi Muhammad yang tiada nabi sesudahnya, dan kepada keluarganya  serta sahabatnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Maraji’&lt;/strong&gt;: Nasihat singkat Syaikh Abdullah bin  Abdirrahman Al-Jibrin &lt;em&gt;rahimahullah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penerjemah: Abu Ahmad (Meilana Dharma Putra*) &amp;amp; Ummu Ahmad&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artikel &lt;a href="http://www.muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;* Beliau adalah lulusan Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta dan sekarang  sedang melanjutkan studi di King Saud University, Riyadh&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;!-- Begin SexyBookmarks Menu Code --&gt;&lt;!-- End SexyBookmarks Menu Code --&gt;  &lt;br /&gt;                          &lt;!-- You can start editing here. --&gt;                           &lt;!-- If comments are open, but there are no comments. --&gt;     &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6297341959613531536?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6297341959613531536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6297341959613531536&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6297341959613531536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6297341959613531536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/nasehat-syaikh-abdullah-al-jibrin.html' title='Nasehat Syaikh ‘Abdullah Al Jibrin: Menjaga Hubungan dengan Pemimpin'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-8741758054458906700</id><published>2010-08-11T15:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T15:04:42.379-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Keutamaan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;em&gt;lhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala  aalihi wa shohbihi ajma’in.&lt;/em&gt; &lt;p&gt;Sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Sudah saatnya kita  mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan tersebut. Insya Allah,  kesempatan kali ini dan selanjutnya, muslim.or.id mulai menampilkan  artikel-artikel seputar puasa Ramadhan. Semoga dengan persiapan ilmu  ini, ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Ramadhan adalah Bulan  Diturunkannya Al Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai  bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan.  Sebagaimana Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ  الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ  فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan  yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi  manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda  (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara  kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia  berpuasa pada bulan itu&lt;/em&gt;.” (QS. Al Baqarah: 185)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; tatkala menafsirkan ayat yang mulia  ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; memuji bulan  puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji  demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya  Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan  ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi &lt;em&gt;’alaihimus  salam&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Setan-setan Dibelenggu,  Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan  Tiba&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ  أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ  الشَّيَاطِينُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup,  dan setan pun dibelenggu&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna,  terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya  setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan  tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu  surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan  Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan  bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan  kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat  memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan  terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi  maksiat ketika itu.” &lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Terdapat  Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html"&gt;bulan  ramadhan &lt;/a&gt;terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan  yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari  terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي  لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2)  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul  qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan&lt;/em&gt;.” (QS. Al Qadr:  1-3).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي  لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi  dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan&lt;/em&gt;.” (QS. Ad Dukhan:  3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul  qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;.  Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas &lt;em&gt;radhiyallahu  ‘anhuma&lt;/em&gt;.&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Bulan Ramadhan adalah  Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ  عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ  دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka  pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia  memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" dir="rtl"&gt;ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ  دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ  وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa  sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi&lt;/em&gt;”.&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;  An Nawawi &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan  bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia  berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika  itu.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;  An Nawawi &lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;mengatakan pula, “Disunnahkan bagi  orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi  keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta  jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih  di bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179. &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;  Tafsir Ath Thobari, 21/6.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;  Zaadul Masiir, 7/336-337.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az  Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat  Jaami’ul Ahadits, 9/224.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;  HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;  Al Majmu’, 6/375.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/ramadhan/keutamaan-bulan-ramadhan.html#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;  Idem.&lt;/p&gt;   &lt;!-- Begin SexyBookmarks Menu Code --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-8741758054458906700?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/8741758054458906700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=8741758054458906700&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8741758054458906700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8741758054458906700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='Keutamaan Bulan Ramadhan'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6850891063063173071</id><published>2010-08-11T14:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T14:32:23.906-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trik blog'/><title type='text'>Pasang Read More Untuk Mempersingkat Postingan Blog</title><content type='html'>Walaupun sudah banyak yang membahas cara memasang Read More (Baca Selengkapnya) untuk mempersingkat Postingan Blog, tapi tidak ada salahnya saya bahas di sini karena baru saja saya pasang fasiltas read more ini di blog  saya. Memang secara default fasiltas read more ini tidak disediakan oleh blogger  tapi bisa kita siasati dengan menambahkan sedikit kode HTML ke dalam template kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Read More juga mampu menampilkan image pertama dalam postingan dan mem-fload image tersebut di awal paragraf awal, meskipun gambar yang kita letakan berada di tengah atau akhir postingan. bisa disebut dengan fasilitas image thumbnail bisa diliat di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu saja, kita dapat juga pengatur jumlah karakter yang ditampilkan. Disini ada 2 pilihan untuk jumlah karakter. Yang pertama, jumlah karakter yang ditampilkan jika ada image yang diikutsertakan dalam postingan dan yang kedua jumlah karakter tanpa image.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok mudah-mudah di mengerti. untuk lebih jelasnya kita langsung praktikan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Login ke blogger.com, pilih blog yang pengen kamu edit, klik link Layout kemudian masuk ke Edit HTML&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Untuk bisa ngedit template secara keseluruhan, kamu harus centang/tandai/aktifkan Expand Widget Template&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Pada halaman EDIT HTML, Cari kode kemudian letakan script dibawah ini di atas kode Kalo sudah, jangan lupa di simpan terlebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kempat : Langsung copy paste kode dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Masih pada halaman EDIT HTML, Beri tanda centang pada "Expand widget template" lalu temukan kode seperti dibawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sudah, ganti kode dengan semua kode dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;READ MORE -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan disimpan dan lihat hasilnya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;var thumbnail_mode = "float"; (kita dapat memutuskan apakah letak thumbnail berada di (float) kiri atau jika tidak silahkan ganti dengan (no-float)&lt;br /&gt;summary_noimg = 250; (Menetapkan berapa banyak karakter akan ditampilkan di posting tanpa gambar / thumbnail)&lt;br /&gt;summary_img = 250; (Menetapkan berapa banyak karakter akan ditampilkan di posting dengan gambar / thumbnail)&lt;br /&gt;img_thumb_height = 120; (Thumbnail 'tinggi dalam piksel)&lt;br /&gt;img_thumb_width = 120; (Thumbnail 'lebar dalam piksel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.o-om.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6850891063063173071?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6850891063063173071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6850891063063173071&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6850891063063173071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6850891063063173071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/pasang-read-more-untuk-mempersingkat.html' title='Pasang Read More Untuk Mempersingkat Postingan Blog'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-2597709196073818246</id><published>2010-08-11T08:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T08:36:57.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" id="detail" class="body-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Mashadi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa orang yang disebut tertipu? Mereka yang tertipu itu, ialah yang  tertipu dunia dengan kenikmatannya. Mereka lebih mengutamakan dunia  atas akhirat, dan  mereka lebih ridha dengannya daripada kehidupan  akhirat. Mereka penganut paham hedonisme. Mereka kaum pemuja syahwat  kenikmatan dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan-pernyataan mereka sangat rendah, dan mengatakan, “Dunia  itu sifatnya tunai, dan kenikmatannya konkret, sementara akhirat itu  belum ada sekarang. Sekarang yang tunai itu lebih bermanfaat daripada  yang belum nampak, yaitu kehidupan di akhirat, serta adanya surga.  Mereka yang mencintai kehidupan materi dan hedonis, lebih memilih yang  sifatnya tunai, kehidupan dunia bagaikan mutiara yang indah, memberi  kelezatan yang sangat nikmat, meyakinkan, sementara kehidupan akhirat  itu masih meragukan. Mereka tidak ingin memilih kehidupan yang masih  meragukan. Begitulah orang-orang yang telah masuk perangkap dan memilih  kehidupan dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka yang memilih kehidupan itu, karena terkena rasukan dan bisikan  setan yang paling dahsyat.  Binatang ternak lebih cerdas daripada  mereka. Binatang ternak bila takut dengan sesuatu yang membahayakan,  mereka tidak akan berjalan ke depan, meskipun dipukul. Tetapi, bagi  mereka yang hedonis dan penikmat dunia, itu mereka mengaku  beriman  kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pertemuan dengan-Nya, maka mereka itu  manusia yang paling sengsara, karena mereka mengetahui. Dan, jika mereka  tidak beriman dengan itu semua, menolak, serta tidak menerima  (istijabah),  maka mereka lebih jauh dari kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk   dalam pandangan Allah ialah mereka  yang tuli dan bisu (tidak mendengar  dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti”&lt;/em&gt;. (Al-Anfal : 20)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para penganut paham hedonis dan pemuja kenikmatan dunia itu, bila  mereka menyatakan bahwa yang tunai itu lebih baik  dibanding dengan yang  tertunda (akhirat), maka jawabannya, adalah jika diantara yang tunai  dan yang tertunda sama nilainya, maka yang tunai itu lebih baik.  Namun,  jika keduanya berbeda, yaitu yang tertunda lebih baik dan besar  nilainya, maka yang tertunda lebih baik. Lantas bagaimana membandingkan  antara dunia dan akhirat? Sementara, dunia itu hanya satu nafas dari  nafas-nafas akhirat?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Perumpamaan dunia dengan akhirat adalah kalian mencelupkan jari  kalian ke laut, kemudian diangkat, lihatlah dunia hanya air yang ada di  jari tersebut&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hakekatnya, mengutamakan dunia, yang sifatnya tunai ini atas akhirat  yang tertunda adalah tipuan, dan kebodohan yang besar bagi manusia.  Perbandingan antara dunia beserta isinya dengan akhirat berapakah umur  manusia? Berapa lama ia menikmati dunia, kemudian selanjutnya mereka  akan menuai hasilnya di akhirat. Apakah orang yang berfikir dengan logis  akan mendahulukan kenikmatan  sekarang (di dunia) dalam waktu yang  sangat singkat, mengharamkan diri mereka dari kebaikan di akhirat yang  sifatnya kekal abadi? Sebaliknya mereka lebih memilih kenikmatan kecil  dan sebentar untuk meninggalkan kenikmatan yang tak ternilai harganya di  akhirat, yang tak ada akhirnya, dan tak terhitung jumlahnya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan sebagian diantara mereka, para penganut paham hedonis itu,  “Saya tidak akan meninggalkan sesuatu yang meyakinkan menuju suatu yang  meragukan”.  Hanya ada dua asumsi dari pernyataan itu, bisa jadi mereka  meragukan janji dan ancaman Allah, meragukan kebenaran Rasul-Rasul-Nya,  maka renungkanlah  ayat-ayat Allah yang Mahatinggi yang menunjukkan  keberadaan-Nya, kekuasaan-Nya, kehendak-Nya, ke-Esaan-Nya, kebenaran  para utusan-Nya yang mereka kepada manusia.&lt;br /&gt;Allah Azza Wa Jalla berfirman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan  Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar  (perintah-perintah-Nya).&lt;/em&gt;” (al-Anfal : 20)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu, barangsiapa mau merenung sejenak, di mana sejak janin, hingga  menjadi manusia yang sempurna, maka manusia akan menyimpulkan  bahwa  yang mengatur demikian rupa, serta  mengatur setiap tahapan yang dilalui  dalam kehidupannya, tidak mungkin manusia melakukan semua itu, kemudian  ditelantarkan dan ditinggalkan sia-sia.  Tidak mungkin diibiarkan tanpa  perintah, dilarang mengerjakan sesuatu, tidak diberitahu kepadanya  hak-hak-Nya, tidak memberi balasan baik dan buruk. Barangsiapa yang  merenungkan semua makhluk-Nya baik yang ia lihat atau yang tidak, ia  akan menyimpulkan, semua adalah bukti ke-Esaan Tuhan, adanya kenabian,  hari pembalasan, dan al-Qur’an adalah semua itu benar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu iihat, dan dengan apa  yang tidak kamu lihat, sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar  wahyu (Allah yang diturunkan pada) Rasul yang mulia”&lt;/em&gt;. (Al-Haaqqah : 38-40).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adanya eksistensi manusia merupakan bukti adanya Allah yang Maha Esa,  bukti kebenaran Rasul-Nya, dan bukti ketetapan sifat-sifat-Nya yang  sempurna. Termasuk adanya kehidupan akhirat, yang kekal dan abadi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adanya jaminan surga dan neraka. Manusia dapat memilihnya sesuai  dengan keyakinan mereka. Manusia yang mencintai dunia dan kenikmatan  materi, tak akan pernah dapat menerima kehidupan akhirat dan surga-Nya,  yang sifatnya  masih tertunda itu. Wallahu‘alam.&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-2597709196073818246?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/2597709196073818246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=2597709196073818246&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/2597709196073818246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/2597709196073818246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/mengapa-engkau-tertipu-kehidupan-dunia.html' title='Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-4625536073334544576</id><published>2010-08-11T08:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T08:38:52.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Inilah Amal Pembuka Pintu Rezeki</title><content type='html'>&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;           &lt;p&gt;&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;mashadi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manusia  hanya dapat mengharapkan pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla. Tidak  dapat menggantungkan diri kepada makhluk. Hanya Allah Rabbul Alamin yang  berhak untuk dimintai pertolongan ‘Iyyaka nasyta’in’, datangnya  pertolongan itu hanyalah dari Rabb semata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia dan kelompok yang menggantungkan hidupnya kepada makhluk  lainnya, pasti akan mendapatkan dirinya terjatuh ke dalam lembah  kehinaan dan kesesatan belaka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara pintu yang akan mengantarkan pintu rezeki, dan menjauhkan dari kesempitan hidup adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Membaca “La ilaha illahah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barang siapa yang lambat rezekinya  hendaklah banyak mengucapkan la hawla  wala quwwata illa billah (HR.At-Tabrani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Membaca “La ilaha illallahul malikul haqqul mubin”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangsiapa yang membaca “La ilaha illallahul malikul haqqul mubin”,  maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi  penenteram dari rasa takut dalam kubur”. (HR. Abu Nu’aim dan  Ad-Dailami).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Melanggengkan Istighfar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa melanggengkan istighfar, niscaya Allah mengeluarkan dia  dari segala kesusahan dan memberikan dan memberikan dia rezeki dari arah  yang tidak diduganya”.  (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Membaca Surah Al-Ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka  (berkah bacaan) menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan  tetangganya”. (HR.Tabrani).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.Membaca surah al-Waqi’ah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa membaca surah al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan  ditimpa kesempitan hidup”.  (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6.Memperbanyak Shalawat atas Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ubay bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam,  Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam berdiri seraya  bersabda, “Wahau  manusia, berzikirlah  mengingat Allah. Akan datang tiupan  (sangkakala  kiamat), pertama kemudian diiringi tiupan keuda. Akan datang  kematian  dan segala kesulitan yang ada di dalamnya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7.Membaca “Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzhim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;..dari setiap kalimat itu seorang malaikat  yang bertasbih  kepada  Allah Ta’ala  sampai diberikan untukmu sampia hari Kiamat yang pahala  tasbihnya itu diberikan untukmu”. (HR.Al-Mustaqfiri dalam Ad-Da’wat,  dinukilkan dari Ihya Ulumuddin al-Ghazali).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ada  beberapa orang  musyrik yang telah berbuat maksiat dan dosa, yaitu mereka membunuh dan  berzina. Maka, m ereka menghadap  Rasulullah untuk bertobat. Mereka pun  bertanya kepada beliau, apakah akan diterima tobat mereka? Maka,  turunlah ayat ini yang menerangkan hendaknya jangan berputus asa untuk  terus mencari ampunan Allah Rabbul Alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap   diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah  Yang  Maha Pengampun, Maha Penyayang&lt;/em&gt;”. (Al-Qur’an : Az-Zummar : 53)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan rezeki dan melapangkan jalan  hidup kaum muslimin, dan jauhkan dari jalan-jalan setan, yang selalu  akan menyesatkan. Wallahu’alam.&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-4625536073334544576?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/4625536073334544576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=4625536073334544576&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4625536073334544576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4625536073334544576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/08/inilah-amal-pembuka-pintu-rezeki.html' title='Inilah Amal Pembuka Pintu Rezeki'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-67167187792823503</id><published>2010-07-30T17:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T17:14:29.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUKJIZAT DIBALIK BALUTAN JILBAB'/><title type='text'>"Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MUQADDIMAH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwannnya. " (Asy Syams: 7-8 )&lt;br /&gt;Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau jalan kejahatan. Allah memerintahkan agar kita saling berwasiat untuk mentaati kebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di antara sifat-sifat orang yang terhindar dari kerugian.&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan dalam surat Al 'Ashr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa kewajiban kita terhadap sesama adalah saling menasihati.&lt;br /&gt;Beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin lainnya " (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam "Al Autsah" dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shah Jami'ush Shaghir, hadits no. 6531)&lt;br /&gt;Dengan kata lain, seorang mukmin bisa menyaksikan dan mengetahui kekurangannya dari mukmin yang lain. Sehingga ia laksana cermin bagi dirinya. Tetapi cermin ini tidak memantulkan gambar secara fisik melainkan memantulkan gambar secara akhlak dan perilaku. Islam juga --sebagaimana dalam banyak hadits—menganjurkan dan mengajak pemeluknya agar sebagian mereka mencintai sebagian yang lain. Di antara pilar utama dari kecintaan ini, hendaknya engkau berharap agar saudaramu masukSurga dan dijauhkan dari Neraka. Tak sebatas berharap, namun engkau harus berupaya keras dan maksimal urituk menyediakan berbagai sarana yang menjauhkan saudaramu dari hal-hal yang membahayakan dan merugikannya, di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;Hal-hal di atas itulah yang melatar belakangi buku sederhana ini kami hadirkan. Selain itu, kecintaan dan rasa kasih sayang kami kepada segenap remaja puteri di seluruh dunia Islam. Tentu,juga keinginan kami untuk menjauhkan mereka dari bahaya dan kerugian di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;Lebih khusus, buku ini kami hadirkan untuk segolongan kaum muslimah yang belum mentaati perintah berhijab ('Hijab: Maksudnya, busana wanita muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, hijab tersebut mempunyai syarat-syarat tertentu. (lihat him.66 )&lt;br /&gt;seperti yang diperintahkan syariat. Baik karena belum mengetahui bahwa hijab adalah wajib, karena tidak mampu melawan tipu daya dan pesona dunia, karena takluk di hadapan nafsu yang senantiasa memerintahkan keburukan atau tunduk oleh bisikan setan, karena pengaruh teman yang tidak suka kepada kebaikan bagi sesama jenisnya atau karena alasan-alasan lain.&lt;br /&gt;Kami memohon kepada Allah semoga uraian dalam buku sederhana ini menjadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yang tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhawat yang belum mentaati perintah ber-hijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;SYUBHAT DAN SYAHWAT&lt;br /&gt;Setan bisa masuk kepada manusia melalui dua pintu utama, yaitu syubhat dan syahwat. Seseorang tidak melakukan suatu tindak maksiat kecuali dari dua pintu tersebut. Dua perkara itu merupakan penghalang sehingga seorang muslim tidak mendapatkan keridhaan Allah, masuk Surga dan jauh dari Neraka. Di bawah ini akan kita uraikan sebab-sebab utama dari syubhat dan syahwat.&lt;br /&gt;A. SYUBHAT PERTAMA : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL&lt;br /&gt;Sytlbhat ini menyatakan, gejolak nafsu seksual pada setiap manusia adalah sangat besar dan membahayakan.&lt;br /&gt;Ironinya, bahaya itu timbul ketika nafsu tersebut ditahan dan dibelenggu. Jika terus menerus ditekan, ia bisa mengakibatkan ledakan dahsyat.&lt;br /&gt;Hijab wanita akan menyembunyikan kecantikannya, sehingga para pemuda tetap berada dalam gejolak nafsu seksual yang tertahan, dan hampir meledak, bahkan terkadang tak tertahankan sehingga ia lampiaskan dalam bentuk tindak perkosaan atau pelecehan seksual lainnya.&lt;br /&gt;Sebagai pemecahan masalah tersebut, satu-satunya cara adalah membebaskan wanita dari mengenakan hijab, agar para pemuda mendapatkan sedikit nafas bagi pelampiasan nafsu mereka yang senantiasa bergolak di dalam. Dengan demikian, hasrat mereka sedikit bisa terpenuhi. Suasana itu lalu akan mengurangi bahaya ledakan gejolak nafsu yang sebelumnya tertahan dan tertekan.&lt;br /&gt;1. Bantahan&lt;br /&gt;Sepintas, syubhat di atas secara lahiriah nampak logis dan argumentatif. Kelihatannya, sejak awal, pihak yang melemparkan jalan pemecahan tersebut ingin mencari kemaslahatan bagi masyarakat dan menghindarkan mereka dari kehancuran. Padahal kenyataannya, mereka justru menyebabkan bahaya yang jauh lebih besar bagi masyarakat, yaitu menyebabkan tercerai-berainya masyarakat, kehancurannya, bahkan berputar sampai seratus delapan puluh derajat pada kebinasaan.&lt;br /&gt;Seandainya jalan pemecahan yang mereka ajukan itu benar, tentu Amerika dan Negara-negara Eropa serta Negara-negara yang berkiblat kepada mereka akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan kekerasannya terhadap kaum wanita di dunia, juga dalam kasus-kasus kejahatan yang lain.&lt;br /&gt;Amerika dan negara-negara Eropa amat memperhatikan masalah ini, dengan alasan kebebasan individual.&lt;br /&gt;Di sana, dengan mudah anda akan mendapatkan berbagai majalah porno dijual di sembarang tempat. Acara-acara televisi, khususnya setelah pukul dua belas malam, menayangkan berbagai adegan tak senonoh, yang membangkitkan hasrat seksual. Bila musim panas tiba, banyak wanita di sana membuka pakaiannya dan hanya mengenakan pakaian bikini. Dengan keadaan seperti itu, mereka berjemur di pinggir pantai atau kota-kota pesisir lainnya. Bahkan di sebagian besar pantai dan pesisir, mereka boleh bertelanjang dada dan hanya memakai penutup ala kadarnya. Terminal-terminal video rental bertebaran di seluruh pelosok Amerika dengan semboyan "Adults Only" (khusus untuk orang dewasa). Di terminal-terminal ini, anak-anak cepat tumbuh matang dalam hal seksual sebelum waktunya. Siapa saja dengan mudah bisa menyewa kaset-kaset video lalu memutarnya di rumah atau langsung menontonnya di tempat penyewaan.&lt;br /&gt;Rumah-rumah bordil bertaburan di mana-mana. Bahkan di sebagian negara, memajang para wanita tuna susila (pelacur) di etalase sehingga bisa dilihat oleh peminatnya dari luar.&lt;br /&gt;Apa kesudahan dari hidup yang serba boleh (permisif) itu? Apakah kasus perkosaan semakin berkurang? Apakah kepuasan mereka terpenuhi, sebagaimana yang ramai mereka bicarakan? Apakah para wanita terpelihara dari bahaya besar ini?&lt;br /&gt;2. Data Statistik Amerika&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku berjudul "Crime in U.S.A" terbitan Pemerintah Federal di Amerika --yang ini berarti data statistiknya bisa dipertanggungjawabkan karena ia dikeluarkan oleh pihak pemerintah, tidak oleh paguyuban sensus-- di halaman 6 dari buku ini ditulis: "Setiap kasus perkosaan yang ada selalu dilakukan dengan caua kekerasnlz dan&lt;br /&gt;iru terjadi di Amerika setiap enam menit sekali. " Data ini adalah yang tejadi pada tahun 1988 , yang dimaksud dengan kekerasan di sini adalah dengan menggunakan senjata tajam.&lt;br /&gt;Dalam buku yang sama juga disebutkan:&lt;br /&gt;1.    Pada tahun 1978 di Amerika tejadi sebanyak 147,389  kasus perkosaan.&lt;br /&gt;2.    Pada tahun 1979 di Amerika tejadi sebanyak 168,134 kasus perkosaan.&lt;br /&gt;3.    Pada tahun 1981 di Amerika tejadi sebanyak 189.045 kasus perkosaan.&lt;br /&gt;4.    Pada tahun 1978 di Amerika tejadi sebanyak  211.691 kasus perkosaan.&lt;br /&gt;5.    Pada tahun 1978 di Amerika tejadi sebanyak 211.764 kasus perkosaan.&lt;br /&gt;Data statistik ini, juga data-data sejenis lainnya – yang dinukil dari sumber-sumber berita yang dapat dipertanggungjawabkan-- menunjukkan semakin melonjaknya tingkat pelecehan seksual di negara-negara tersebut. Tidak lain, kenyataan ini merupakan penafsiran empiris (secara nyata dan dalam praktik kehidupan sehari-hari) dari firman Allah:&lt;br /&gt;"Hai Nabi, katakanIah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu ....."(Al Ahzab: 59 )&lt;br /&gt;Sebab turunnya ayat ini, --sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Qurthubi dalam tafsirnya—karena para wanita biasa melakukan buang air besar di padang&lt;br /&gt;terbuka sebelum dikenalnya kakus (tempat buang air khusus dan tertutup). Di antara mereka itu dapat dibedakan antara budak dengan wanita merdeka. Perbedaan itu bisa dikenali yakni kalau wanita-wanita merdeka mereka menggunakan hijab. Dengan begitu, para pemuda enggan mengganggunya.&lt;br /&gt;Sebelum turunnya ayat ini, wanita-wanita muslimah juga melakukan buang hajat di padang terbuka tersebut. Sebagian orang-orang dujana mengira kalau dia adalah budak, ketika diganggu, wanita muslimah itu berteriak sehingga laki-laki itu pun kabur. Kemudian mereka mengadukan peristiwa tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , sehingga turunlah ayat ini.&lt;br /&gt;Hal ini menegaskan, wanita yang memamerkan auratnya, mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya kepada setiap orang yang lain lalang, lebih berpotensi untuk diganggu. Sebab dengan begitu, ia telah membangkitkan nafsu seksual yang terpendam.&lt;br /&gt;Adapun wanita yang ber-hijab maka dia senantiasa menyembunyikan kecantikan dan perhiasannya. Tidak ada yang kelihatan daripadanya selain telapak tangan dan wajah menurut suatu pendapat. Dan pendapat lain mengatakan, tidak boleh terlihat dari diri wanita tersebut selain matanya saja.&lt;br /&gt;Syahwat apa saja yang bisa dibangkitkan oleh wanita ber-hijab itu? Instink seksual apa yang bisa digerakkan oleh seorang wanita yang menutup rapat seluruh tubuhnya itu?&lt;br /&gt;Allah mensyari'atkan hijab agar menjadi benteng bagi wanita dari gangguan orang lain. Sebab Allah Subhanahu Wata'ala mengetahui, pamer aurat akan mengakibatkan semakin bertambahnya kasus pelecehan seksual, karena perbuatan tersebut membangkitkan nafsu seksual yang sebelumnya tenang.&lt;br /&gt;Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran syubhat tersebut, kita bisa menelanjangi kesalahan mereka melalui empat hakikat:&lt;br /&gt;Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara pemecahan yang mereka tawarkan.&lt;br /&gt;Kedua, hasrat seksual terdapat pada masing-masing pria dan wanita. Ini merupakan rahasia Ilahi yang dititipkan Allah pada keduanya untuk hikmah yang amat banyak, diantaranya demi kelangsungan keturunan. jika boleh berandai-andai, andaikata hasrat seksual itu tidak ada, apakah keturunan manusia masih bisa dipertahankan? Tak seorang pun memungkiri keberadaan hasrat dan naluri ini. Tetapi, dengan tidak mempertimbangkan adanya naluri seksual tersebut tiba-tiba sebagian laki-laki diminta berlaku wajar di tengah pemandangan yang serba terbuka dan telanjang. Amat ironi memang.&lt;br /&gt;Ketiga, yang membangkitkan nafsu seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik wajah, atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Seseorang tidak mungkin melawan fitrah yang diciptakan Allah (kecuali mereka yang dirahmati Allah), sehingga bisa memadamkan gejolak syahwat-nya tatkala melihat sesuatu yang membangkitkannya.&lt;br /&gt;Keempat, orang yang mengaku bisa mendiagnosa nafsu seksual yang tertekan dengan mengumbar pandangan mata kepada wanita cantik dan telanjang sehingga nafsunya akan terpuaskan (dan dengan demikian tidak menjurus pada perbuatan yang lebih jauh, misalnya pemerkosaan atau pelecehan seksual lainnya), maka yang ada hanya dua kemungkinan:&lt;br /&gt;Pertama, orang itu adalah laki-laki yang tidak bisa terbangkitkan nafsu seksualnya meski oleh godaan syahwat yang bagaimana pun (bentuk dan jenisnya), ia termasuk kelompok orang yang dikebiri kelaminnya sehingga dengan cara apa pun mereka tidak akan merasakan keberadaan nafsunya.&lt;br /&gt;Kedua, laki-laki yang lemah syahwat atau impoten. Aurat yang dipamerkan itu tak akan mempengaruhi dirinya.&lt;br /&gt;Apakah orang-orang yang membenarkan syubhat tersebut (sehingga dijadikannya jalan pemecahan) hendak memasukkan kaum laki-laki dari umat kita ke dalam salah satu dari dua golongan manusia lemah di atas? Na'udzubillah min dzalik&lt;br /&gt;B.    SYUBHAT KEDUA : BELUM MANTAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini lebih tepat digolongkan kepada syahwat dan menuruti hawa nafsu daripada disebut syubhat. Jika salah seorang ukhti yang belum mentaati perintah berhijab ditanya, mengapa ia tidak mengenakan hijab? Di antaranya ada yang menjawab: "Demi Allah, saya belum mantap dengan berhijab. Jika saya telah merasa mantap dengannya saya akan berhijab, insya Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti yang berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Jika perintah itu datangnya dari manusia maka manusia bisa salah dan bisa benar. Imam Malik berkata: "Dan setiap orang bisa diterima ucapannnya dan juga bisa ditolak, kecuali (perkataan) orang yang ada di dalam kuburan ini." Yang dimaksudkan adalah Rasulullah Shallallahu 'Alnihi Wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi masih dalam bingkai perkataan manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerima. Karenanya, dalam hal ini, setiap orang bisa berucap "belum mantap", dan ia tidak bisa dihukum karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika perintah itu salah satu dari perintah-perintah Allah, dengan kata lain Allah yang memerintahkan di dalam kitabNya, atau memerintahkan hal tersebut melalui NabiNya agar disampaikan kepada umatnya, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan "saya belum mantap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ia masih mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan, padahal ia mengetahui perintah tersebut ada di dalam kitab Allah Ta 'ala, maka hal tersebut bisa menyeretnya pada bahaya yang sangat besar, yakni keluar dari agama Allah, sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu berarti ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut. Karena itu, ia adalah ungkapan yang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ia berkata: "Aku wanita kotor","aku tak kuat melawan nafsuku", "jiwaku rapuh" atau "hasratku untuk itu sangat lemah" tentu ungkapan-ungkapan ini dan yang sejenisnya tidak bisa disejajarkan dengan ucapan:&lt;br /&gt;"Aku belum mantap." Sebab ungkapan-ungkapan tersebut pengakuan atas kelemahan, kesalahan dan kemaksiatan dirinya. Ia tidak menghukumi dengan salah atau benar terhadap perintah-perintah Allah secara semaunya. Juga tidak termasuk yang mengambil sebagian perintah Allah dan mencampakkan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman.Artinya:&lt;br /&gt;"Dan ridaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menerapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka piIihan (yang lain) tentang trrusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai AIlah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. " (Al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.    Sikap Yang Dituntut&lt;br /&gt;Ketika seorang hamba mengaku beriman kepada Allah, percaya bahwa Allah lebih bijaksana dan lebih mengetahui dalam penetapan hukum daripada dirinya -sementara dia sangat miskin dan sangat lemah-- maka jika telah datang perintah dari Allah, tidak ada pilihan lain baginya kecuali mentaati perintah tersebut. Ketika mendengar perintah Allah, sebagai seorang mukmin atau mukminah, mereka wajib mengatakan sebagaimana yang dikatakan orang-orang beriman:&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"...  Kami dengar dan kami taat".  (Mereka berdo'a), 'Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.' (Al Baqarah: 285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah memerintahkan kita dengan suatu perintah, Dia Maha Mengetahui bahwa perintah itu untuk kebaikan kita, dan salah satu sebah bagi tercapainya kebahagiaan kita. Demikian pula ha!nya dengan ketika memerintah wanita ber-hijab, Dia Maha Mengetahui bahwa ia adalah salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kemuliaan dan keagungan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wata 'ala Maha Mengetahui, ilmuNya meliputi segala sesuatu, mengetahui sejak sebelum manusia diciptakan, juga mengetahui apa yang akan tejadi di masa mendatang dengan tanpa batas, mengetahui apa yang tidak akan tejadi dari berbagai peristiwa, juga Dia mengetahui andaikata peristiwa tersebut tejadi, apa yang bakal terjadi selanjutnya.&lt;br /&gt;Dengan kepercayaan seperti ini, yang merupakan keyakinan umat Islam, apakah patut dan masuk akal kita menolak perintah Allah Yang Maha Luas ilmuNya, selanjutnya kita menerima perkataan manusia yang memiliki banyak kekurangan, dan ilmunya sangat terbatas?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Contoh dari Kenyataan Sehari-hari&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dapat kita kemukakan dari kenyataan hidup sehari-hari. Bila kita membeli satu unit komputer sementara orang yang merakitnya ada di dekat kita, dia mengerti betul bagaimana cara mengoperasikannya, memahami dari A hingga Z seluk beluk alat canggih tersebut, maka logiskah jika kita memanggil tukang cuci mobil untuk mengajari kita cara pengoperasian komputer?&lt;br /&gt;Tentu sangat tidak logis. Akal kita akan mengatakan, kita mesti memanggil ahli komputer untuk mengajari bagaimana cara penggunaan alat tersebut, berikut cara memperbaikinya jika tejadi kerusakan. Kita meyakini, yang menciptakan manusia dan membentuknya adalah Tuhan manusia, yaitu Allah. Karena itu, sangat wajar jika Allah yang lebih mengetahui tentang apa yang membahayakan dan memberi manfaat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jelaslah, bertahkim, patuh dan menyerah kepada selain Allah adalah cermin ketidak warasan, kebodohan dan kedunguan. Kedunguan itu disebabkan karena kita patuh kepada seseorang yang tidak mengetahui. Barangsiapa yang mengambil nasihat orang bodoh berarti dia menggelincirkan dirinya pada kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironinya, inilah yang tejadi pada kita kaum muslimin, betapa banyak kaum muslimin yang menuntut jawaban dari orang yang tidak mengetahuinya. Sebagaimana betapa banyak dari kalangan kita yang tidak memahami bahwa yang dimaksud kata "Islam" adalah menyerah, patuh dan tunduk secara total kepada perintah-perintah Allah dan larangan-laranganNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.    Ukhti, Jangan Terjerumus Pada Pertentangan.&lt;br /&gt;Tatkala engkau menasehati sebagian ukhti yang belum berhijab, sebagian mereka ada yang menjawab: "Saya juga seorang muslimah, selalu menjaga shalat lima waktu dan sebagian shalat sunat, saya puasa Ramadhan dan telah melakukan haji, berkali-kali pula saya umrah, aktif sebagai donatur pada beberapa yayasan sosial, tetapi saya belum' mantap dengan ber-hijab".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.    Pertanyaan Buat Ukhti&lt;br /&gt;"Kalau memang anda sudah dan selalu melakukan amalan-amalan terpuji, yang berpangkal dari iman, kepatuhan pada perintah Allah serta takut siksaNya jika meninggalkan kewajiban-kewajiban itu, mengapa anda beriman kepada sebagian dan tidak beriman kepada sebagian yang lain, padahal sumber perintah-perintah itu adalah satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana shalat yang selalu anda jaga adalah suatu kewajiban, demikian pula halnya dengan hijab. Hijab itu wajib, dan kewajiban itu tidak diragukan adanya dalam A1Qur'an dan As Sunnah. Atau, apakah anda tidak pernah mendengar cercaan Allah terhadap Bani Israil, karena mereka melakukan sebagian perintah dan meninggalkan sebagian yang lain?&lt;br /&gt;Secara tegas, dalam hal ini Allah berfirman:&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;...Apakah kamu beriman kepada sebahagian AI-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat". (Al-Baqarah: 85)&lt;br /&gt;Selanjutnya renungkanlah hadits shahih berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya pada Ilari Kiamat ialah orang yang diletakkan di tengah kedua telapak kakinya dua bara api, dari dua bara api ini otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang dalam kobaran api ".&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Kitabur Riqaaq, 11/376.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seperti ini adzab yang paling ringan pada hari Kiamat, lalu bagaimana adzab bagi orang yang diancam Allah dengan adzab yang amat pedih, sebagaimana disebutkan dalam ayat ini. Yakni bagi orang yang beriman kepada sebagian ayat dan meninggalkan sebagian yang lain?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.    Wahai Ukhti...&lt;br /&gt;Apakah hanya demi penampilan, kebanggaan dan saling unggul-mengungguli di dunia, lain anda rela menjual akhirat dan slap menerima adzab yang pedih?&lt;br /&gt;Sungguh, kami tidak berharap untuk ukhti, melainkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Kami meminta agar ukhti mau menggunakan akal sehat dalam menentukan pilihan ini.&lt;br /&gt;C.    SYUBHAT KETIGA: IMAN ITU LETAKNYA DI HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah seorang di antara mereka ditanya, mengapa dia tidak berhijab? Maka ukhti yang terhormat ini akan menjawab: "Ah, iman itu letaknya di hati".&lt;br /&gt;Ini adalahjawaban yang paling sering dilontarkan para wanita muslimah yang belum berhijab. Karena itu, di bawah ini akan kita bahas syubhat tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.    Sumber Syubhat:&lt;br /&gt;Mereka berusaha menafsirkan sebagian hadits, tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan. Seperti dalam sabda Nabi Shallallahu 'Alnihi Wnsallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tetapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian ".&lt;br /&gt;Tampaklah, bahwa mereka menggugurkan makna yang semestinya, yaitu kebenaran yang dibelokkan kepada kebatilan. Memang benar, iman letaknya dalam hati, tetapi iman itu tidak sempurna bila dalam hati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hadits ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam hendak menjelaskan makna keikhlasan bagi diterimanya suatu amal perbuatan. Allah tidak melihat bentuk-bentuk lahiriah, seperti pura-pura khusyu' dalam shalat dan sebagainya, tetapi Allah melihat hati dan keikhlasan niat dari segala yang selain Allah. Dia tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang ikhlas untuknya semata.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Taqwa itu ada di sini", seraya menunjuk ke arah dadanya ".&lt;br /&gt;Pengarang kitab Nuzhatul Mutraqin berkata: "Hadits ini menunjukkan, pahala amal tergantung keikhlasan hati, kelurusan niat, perhatian terhadap situasi hati, pelempangan tujuan dan kebersihan hati dari segala sifat tercela yang dimurkai Allah"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Definisi Iman&lt;br /&gt;Iman tidak cukup hanya dalam hati. Iman dalam hati semata tidak cukup menyelamatkan diri dari Neraka dan mendapatkan Surga.&lt;br /&gt;Definisi iman menurut jumhur ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah : "Keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan".&lt;br /&gt;Definisi ini terdapat dalam setiap buku akidah (tauhid), kecuali buku-buku yang menyimpang dan tidak berdasarkan manhaj (methode) Ahlus Sunnnh wal Jama 'ah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.    Kesempurnaan Iman&lt;br /&gt;Dalam tashawwur (gambaran) kita, orang yang mengatakan iman dengan lidahnya, tetapi tidak disertai keyakinan hatinya, itu adalah keadaan orang-orang munafik. Demikian pula orang yang beramal hanya sebatas aktifitas anggota tubuh, tetapi tidak disertai keyakinan hati, itu merupakan keadaan orang-orang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Nabi Shallallahu alaihi wasalam , mereka senantiasa shalat bersama beliau, berperang, mengeluarkan nafkah, pulang pergi bersama kaum muslimin, tetapi hati mereka tidak pemah beriman kepada agama Allah. Kepada mereka, Allah menghukumi sebagai orang-orang munafik, dan balasan untuk mereka adalah berada di kerak atau dasar Neraka.&lt;br /&gt;Demikian pula orang yang beriman hanya dengan hatinya tapi tidak disertai dengan amalan anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah keadaan iblis. Dia percaya pada kekuasaan Allah, Dzat yang menghidupkan dan mematikan. Dia meminta penangguhan kematiannya, dia juga percaya terhadap adanya hari Kiamat, tetapi dia tidak beramal dengan anggota tubuhnya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Artinya: "la (iblis) enggan dan takabur dan dia temzasuk golongan orang-orang kafir". (Al Baqarah:34)&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an setiap kali disebutkan kata iman, selalu disertai dengan amal, seperti: "Orang yang beriman dan beramal shaIih ...........&lt;br /&gt;Amal selalu beriringan dan merupakan konsekuensi iman, keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada ukhti yang belum berhijab dengan alasan "iman itu letaknya di hati", kami hendak bertanya, andaikata seorang kepala sekolah memintanya membuat laporan, atau mengawasi murid-murid, atau memberi pelajaran ekstra kurikuler, atau menjadi petugas piket untuk menggantikan guru yang berhalangan hadir atau pekerjaan lain, logiskah jika dia menjawab: "Dalam hati, saya percaya dan sudah mantap terhadap apa yang diminta oieh direktur kepadaku, tetapi aku tidak mau melaksanakan apa yang dikehendakinya dariku". Apakah jawaban ini bisa diterima? Lalu apa akibat yang bakal menimpanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekedar contoh dalam kehidupan manusia. Lalu bagaimana jika urusan ini berhubungan dengan Allah, Tuhan manusia yang memiliki sifat Yang Maha Tinggi?&lt;br /&gt;D. SYUBHAT KEEMPAT: ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH&lt;br /&gt;Para akhawat yang tidak berhijab banyak yang berdalih: "Allah belum memberiku hidayah. Sebenamya·aku juga ingin berhijab, tetapi hendak bagaimana jika hingga saat ini Allah belum memberiku hidayah?, do'akanlah aku agar segera mendapat hidayah!"&lt;br /&gt;Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: "Bagaimana engkau mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah?"&lt;br /&gt;Jika jawabannya, "Aku tahu", maka ada satu dari dua kemungkinan:&lt;br /&gt;Pertama, dia mengetahui ilmu ghaib yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (Lauhul Mahfuzh). Dia pasti mengetahui pula bahwa dirinya termasuk orang-orang yang celaka dan bakal masuk Neraka.&lt;br /&gt;Kedua, ada makhluk lain yang mengabarkan padanya tentang nasib dirinya, bahwa dia tidak termasuk wanita yang mendapatkan hidayah. Bisa jadi yang memberitahu itu malaikat atau pun manusia.&lt;br /&gt;Jika kedua jawaban itu tidak mungkin adanya, bagaimana engkau mengetahui Allah belum memberimu hidayah? Ini salah satu masalah.&lt;br /&gt;Masalah lain adalah, Allah telah menerangkan dalam kitabNya, bahwa hidayah itu ada dua macam.Masing-masing adalah hidayah dilaIah dan hidayah taufiq.&lt;br /&gt;1.    Hidayah Dilalah&lt;br /&gt;Ini adalah bimbingan atau petunjuk pada kebenaran. Dalam hidayah'ini, terdapat campur tangan dan usaha manusia, di samping hidayah Allah dan bimbingan RasulNya. Allah telah menunjukkan jalan kebenaran pada manusia yang mukallnf, juga Dia telah menunjukkan jalan kebatilan yang menyimpang dari petunjuk para Rasul dan KitabNya. Para rasul pun telah menerangkan jalan ini kepada kaumnya. Begitu pula para da'i. Mereka semua menerangkan jalan ini kepada manusia. Jadi semua ikut ambil bagian dalam hidayah ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Hidayah Taufiq&lt;br /&gt;Hidayah ini hanya milik Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya (dalam pemberian hidayah taufiq ini). Ia berupa peneguhan kebenaran dalam hati, penjagaan dari penyimpangan, pertolongan agar tetap meniti dan teguh di jalan kebenaran, pendorong pada kecintaan iman. Pendorong pada kebencian terhadap kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;Hidayah raufiq diberikan kepada orang yang memenuhi panggi!an Allah dan mengikuti petunjukl\lya.&lt;br /&gt;Jenis hidayah ini datang sesudah hidayah dilalah. Sejak awal, dengan tidak pilih kasih, Allah memperlihatkan kebenaran kepada semua manusia. Allah berfirman:Artinya:&lt;br /&gt;"Dan adapun kaum Tsamua maka mereka telah kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu .... " (Fushshilat: 17 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk itu, Allah menciptakan potensi dalam diri setiap orang mukaIlaf untuk memilih antara jalan kebenaran atau jalan kebatilan. Jika dia memilih jalan kebenaran menurut kemauannya sendiri maka hidayah taufiq akan datang kepadanya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Artinya: ''Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah (akan) menambah  petunjuk pada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya " . (Muhammad: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia memilih kebatilan menurut kemauannya sendiri, maka Allah akan menambahkan kesesatan padanya dan Dia mengharamkannya mendapat  hidayah taufiq.Allah berfirman :&lt;br /&gt;Artinya:"Katakanlah: 'Barangsiapa yang berada dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya .... "(Maryam: 75)&lt;br /&gt;Artinya: ...Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka ". (Ash Shaf: 5)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.    Perumpamaan Hidayah Taufiq&lt;br /&gt;Syaikh Asy Sya'rawi memberikan perumpamaan yang amat mengena tentang hidayah taufiq ini, dan itu menupakan sunnatullah. Beliau mengumpamakan dengan seseorang yang menanyakan suatu alamat. Orang itu pergi ke polisi lain lintas untuk menanyakan alamat tersebut. Polisi menyarankan: "Anda bisa bejalan lurus sepanjang jalan ini, sampai di perempatan anda belok ke kanan, selanjutnya ada gang, anda belok ke kiri, di situ anda mendapatkan jalan raya, di seberang jalan raya tersebut akan terlihat gedung dengan pamplet besar, itulah alamat yang anda cari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tersebut dihadapkan pada dua pilihan, percaya kepada petunjuk polisi atau mendustakannya. Jika percaya kepada polisi, ia akan segera beranjak mengikuti petunjuk yang diterimanya. Jika berjalan terus sesuai dengan petunjuk polisi, ia akan semakin dekat dengan tempat dan alamat yang ia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia tidak mempercayai saran polisi itu bahkan malah mengumpatnya sebagai pendusta, sehingga ia bejalan menuju arah yang berlawanan, rnaka semakin jauh dia berjalan, semakin jauh pula kesesatannya. Itulah perumpamaan petunjuk dan kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan perumpamaan yang tepat untuk mendekatkan pengertian sunnatullah ini. Siapa yang memilih kebenaran, Allah akan menolong dan meneguhkannya. Dan siapa yang memilih kebatilan, Allah akan menyesatkannya dan membiarkannya bersama setan yang menyertainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.    Carilah Sebab-sebab Hidayah, Niscaya Anda Mendapatkannya&lt;br /&gt;Itulah sunnatullah yang berlaku pada semua makhluknya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;...Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kaIi tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu". (Faathir: 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sunnatullah dalam perubahan nasib, hanya akan terjadi jika manusia memulai dengan mengubah terlebih dahulu dirinya sendiri, lain mengupayakan sebab-sebab perubahan yang dimaksudnya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Artinya:"Sesungguhnya AIlah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. " (Ar Ra'd: 11)&lt;br /&gt;Maka orang yang menginginkan hidayah, serta menghendaki agar orang lain mendo'akan dirinya agar mendapatkannya, ia harus berusaha keras dengan seba-sebab yang bisa mengantarkannya mendapat hidayah tersebut.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, terdapat teladan yang baik pada diri Maryam. Suatu hari, dia amat membutuhkan makanan, Padahal ketika itu, ia dalam kondisi sangat lemah, seperti yang biasa tejadi pada wanita yang hendak melahirkan.Lalu Allah memerintahkannya melakukan suatu usaha yang orang laki-laki paling kuat sekali pun tidak akan mampu melakukannya. Maryam diminta menggoyang-goyangkan pangkal pohon korma, meskipun pangkal pohon korma itu sangat kokoh dan sulit digoyang-goyangkan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Artinya: "Dan goyanglah pangkal pohon korma itu ke arahmu .... (Maryam: 25)&lt;br /&gt;Maryam tidak mungkin mampu menggoyang pangkal pohon korma, sementara dia dalam kondisi yang amat lemah. Itu hanya dimaksudkan sebagai usaha mencari sebab dengan cara meletakkan tangannya di pohon korma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian terpenuhilah hukum kausalitas dan sunnatullah dalam hal perubahan. Maka hasilnya adalah:&lt;br /&gt;Artinya: "Pohon itu akan menggugurkan buah korma yang masak kepadamu ". (Maryam: 25)&lt;br /&gt;Inilah sunnatullah dalam perubahan. Tidak mungkin orang mukmin terus-menerus berada di masjid, bahkan meskipun di Masjidil Haram dengan hanya duduk dan beribadah kepada Allah, Seraya mengharap rizki dari Allah.&lt;br /&gt;Tentu Allah tidak akan mengabulkannya tanpa dia sendiri mencari sebab-sebab rizki tersebut. Langit tak mungkin sekonyong-konyong menurunkan hujan emas dan perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, wahai ukhti, berusahalah mendapatkan sebab-sebab hidayah, niscaya anda mendapatkan hidayah tersebut dengan izin Allah. Di antara usaha itu ialah berdo'a agar mendapat hidayah, memilih teman yang shalihah, selalu membaca, mempelajari dan merenungkan Kitab Allah, mengikuti majelis-majelis dzikir dan ceramah agama, mendengarkan kaset pengajian agama, membaca buku-buku tentang keimanan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sebelum melakukan semua itu hendaknya engkau terlebih dahulu meninggallkan hal-hal yang bisa menjauhkanmu dari jalan hidayah. Seperti teman yang tidak baik, membaca majalah-majalah yang tidak mendidik, menyaksikan tayangan-tayangan  televisi  yang membangkitkan perbuatan haram, bepergian tanpa disertai mahram, menjalin hubungan dengan para pemuda (pacaran), dan hal-hal lain yang bertentangan dengan jalan hidayah.&lt;br /&gt;E. SYUBHAT KELIMA: TAKUT TIDAK LAKU NIKAH&lt;br /&gt;Sebagian akhawat yang tidak ber-hijab berdalih dengan takut tidak laku nikah Syubhat yang dibisikkan setan dalam jiwa sebagian akhawat yang tidak berhijab ini, pangkalnya adalah perasaan bahwa para pemuda tidak akan mau memutuskan menikah kecuali jika dia telah melihat badan, rambut, kulit, kecantikan dan perhiasan sang gadis. Jika ia berhijab atau memakai cadar, tentu tak ada yang bisa dilihat dari padanya, sehingga sang pemuda enggan mengambil keputusan untuk menikahinya.&lt;br /&gt;Ironinya, kepercayaan seperti ini, tidak hanya monopoli para akhawat, tetapi juga merupakan kepercayaan para orang tua, pada akhimya mereka melarang anak-anak puterinya memakai hijab. Syubhat ini tidak bisa diterima lewat dua alasan mendasar.&lt;br /&gt;1.    Penilaian dari Sisi Teori Dasar&lt;br /&gt;Meskipun kecantikan merupakan salah satu sebab paling pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan satu-satunya sebab dinikahinya wanita.Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Wanita itu dinikahi karena empat hal. Yaitu karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang berpegang teguh dengan agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang demikian yang terjadi. Kaum laki-laki tidak hanya melihat unsur kecantikan semata, tetapi ada hal-hal lain yang menyatu dengan kecantikan itu atau terlepas darinya, yang dijadikan pertimbangan dalam memilih isteri. Namun para gadis dan orangtua banyak yang menganggap kecantikan adalah segala-galanya. Atau setidak-tidaknya menjadikan kecantikan sebagai unsur terpenting, sedangkan hal lainnya bisa dikesampingkan. Jelas, jalan pikiran seperti ini bertentangan dengan naluri manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Penilaian dari Sisi Empiris&lt;br /&gt;Bisa jadi sikap gadis-gadis yang biasa memperlihatkan aurat --yang dimaksudkan untuk menawan hati pria-- menjadi bumerang bagi dirinya. Betapa banyak tindakan itu malah membuat para pemuda enggan menikahinya. Sebab bisa saja para pemuda itu beranggapan, jika wanita tersebut berani melanggar salah satu perintah Allah, yaitu hijab, tidak menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah-perintah yang lain. Karena setan memiliki banyak kiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun terkadang kenyataan yang ada tidak selalu sesuai dengan pendapat ini, tetapi memang begitulah keadaan mayoritas pemuda kita di zaman sekarang.Pemuda yang menyunting gadis ber-hijab, namanya akan menjadi harum, meskipun ia sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai ta'at menjalankan perintah agama.&lt;br /&gt;F. SYUBHAT KEENAM:  IA MASIH BELUM DEWASA&lt;br /&gt;Syubhat ini banyak beredar di kalangan orangtua serta sebagian akhawat yang tidak ber-hijab. Sebenamya anak-anak tersebut sudah memiliki niat memakai hijab, tetapi kemudian ditunda karena syubhat ini. Karena itu dalih ini lebih pantas disebut hawa nafsu daripada syubhat.&lt;br /&gt;Kebanyakan mereka berkata: "Jangan sampai melarangnya menikmati kehidupan. Dia toh masih belum dewasa. Dia masih senang dengan pakaian yang indah, bersolek dengan berbagai macam make up serta masih suka menampakkan kecantikannya. Semua ini membuatnya lebih berbahagia dan menikmati hidup".&lt;br /&gt;Kenapa kita melarang dan menghalangi kebahagiaan justru pada saat umur mereka masih relatif sangat muda?&lt;br /&gt;Kalau kita terlanjur ketinggalan kereta, mengapa kita membuatnya pula ketinggalan kereta dengan begitu tergesa-gesa?&lt;br /&gt;Menurut pendapat mereka, masa belum dewasa berlangsung hingga anak berumur dua puluh tahun. Karenanya, meskipun ada gadis yang sudah datang bulan pada umur 13 tahun, dia masih dianggap anak-anak.&lt;br /&gt;1.    Nasihat untuk Para Wali&lt;br /&gt;Sesungguhnya para wali, baik bapak atau ibu yang mencegah anak-anak puterinya ber-hijab, dengan dalih karena masih belum dewasa, mereka memiliki tanggung jawab yang besar di hadapan Allah pada hari Kiamat.&lt;br /&gt;Ketika seorang gadis mendapatkan haidh, seketika itu pula ia wajib ber-hijab, menurut syari'at. Jika wali gadis itu melarangnya ber-hijab, maka dia mendapat dosa besar, dan Allah akan, menanyakan hal itu pada hari Kiamat. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Artinya:"Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya ". (Ash-Shaaffaat: 24)&lt;br /&gt;Maksudnya jika ia menyuruh anak puterinya memakai hijab sejak dini.&lt;br /&gt;Nabi ShalIallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan ditanya tentang yang dipimpinnya.... "'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah adalah pemimpin pertama dalam rumah tangga. Pada hari Kiamat dia akan ditanya tentang masing-masing orang yang ada di bawah kepemimpinannya.&lt;br /&gt;Setiap ayah hendaknya bertanya kepada dirinya sendiri: "Berapa banyak para pemuda yang tergoda oleh anak puterinya? Seberapa jauh puterinya menyebabkan penyimpangan para pemuda?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Ungkapan Cinta untuk Anak-anak Puteri&lt;br /&gt;Allah sebagai saksi, betapa kami amat mengkhawatirkan dirimu akan mendapat siksa Allah. Kami begitu ingin menyelamatkanmu dari segala bahaya yang akan menimpamu, baik di dunia maupun di akhirat. Ini adalah kewajiban seorang muslim kepada saudaranya muslim yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bahaya yang bakal menimpa ukhti yang tidak ber-hijab, baik di dunia maupun di akhirat, adalah seperti disebutkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam sabdanya:&lt;br /&gt;"Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala mereka (terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah gemulai. Laknatlah mereka!, sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti yang tak ber-hijab! Tahukah engkau makna laknat? Laknat artinya dijauhkan dari rahmat Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;Dalam hadits tadi, Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam  memerintahkan setiap muslim, agar melaknat tipe wanita seperti yang telah disebutkan. Yaitu mereka yang  mengenakan pakaian di tubuh mereka, tapi tidak sampai menutup auratnya, sehingga seakan-akan mereka telanjang. Dalam hadits lain Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua kelompok termasuk penghuni Neraka, aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia ,~dan para wanita yang berpakaian (tetapi) teIanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak-lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian ".(HR.Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadits tersebut terdapat sifat-sifat secara rinci tentang golongan wanita ini, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Mengenakan sebagian pakaian, tetapi dia menyerupai orang telanjang, karena sebagian besar tubuhnya terbuka dan itu mudah membangkitkan birahi laki- laki, seperti paha, lengan, rambut, dada dan lain-lainnya. Juga pakaian yang tembus pandang atau yang amat ketat, sehingga membentuk lekuk-lekuk tubuhnya, maka ia seperti telanjang, meski berpakaian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Jalannya lenggak-lenggok dan bergoyang, sehingga membangkitkan nafsu birahi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.    Kepalanya tampak lebih tinggi, sebab ia membuat seni hiasan dari bulu atau rambut sintetis, karena tingginya, ia seperti punuk onta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut juga menjelaskan hakikat golongan wanita yang tidak masuk  surga, bahkan sekedar mencium bau wanginya pun tidak, padahal rahmat Allah meliputi segenap langit dan bumi. Belum lagi Rasulullah Shallallalhu 'Alaihi Wasallam yang menyuruh kaum muslimin agar melaknat mereka. "Laknatlah mereka, sesungguhnya mereka adalah wanita terlaknat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak menginginkan,selain kebaikan bagi anda. Kekhawatiran kami kepada diri anda, mendorong kami berharap dari lubuk hati kami yang terdalam, untuk menjauhkan anda dari segala yang tidak disenangi. Semoga Allah mengisi hati anda dengan cahaya-Nya yang tidak pernah padam, lalu anda menang dalam pertarungan melawan setan, jin dan manusia. Selanjutnya anda berketetapan melepaskan jeratan dan memerdekakan diri dari tawanan hawa nafsu, menuju alam kebebasan, kemuliaan, kehormatan, ketenangan dan alam kesucian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.    Apakah Engkau Menjamin Umurmu Masih Panjang?&lt;br /&gt;Wahai ukhti yang tidak ber-hijab! Engkau tidak mau berhijab dengan dalih masih belum dewasa, apakah engkau dapat menjamin umurmu panjang beberapa saat lagi? Apakah engkau tahu, atau seseorang mengabarkan padamu tentang kapan engkau bakal mati?&lt;br /&gt;Jika tidak, maka boleh jadi kematian akan menjemputmu setelah setahun, sebulan, seminggu, sehari, sejam atau sedetik kemudian. Semua itu serba mungkin, selama kita tidak tahu kapan ajal kita akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti, kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sakit, tidak pula orang yang lanjut usia saja, tetapi juga orang-orang yang sehat walafiat, orang dewasa, pemuda bahkan sampai bayi yang masih menetek di pangkuan ibunya. Banyak contoh yang bisa dipaparkan&lt;br /&gt;G. KISAH-KISAH NYATA&lt;br /&gt;1.    Kematian Yang Tiba-tiba&lt;br /&gt;Seorang anggota parlemen dalam kondisi kesehatan yang prima, penuh energi dan memiliki etos kerja sangat tinggi, orangnya masih muda. Namun, tiba-tiba virus ganas menyerang otaknya. Tak berlangsung lama, virus itu berubah menjadi segumpal daging. Anggota parlemen itu akhimya tak berdaya dan meninggal dengan cara yang amat mengenaskan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.    Kematian Tak Kenal Orang Sehat atau Sakit&lt;br /&gt;Seorang komandan tinggi di jajaran Angkatan Bersenjata, ia tak pernah mengeluhkan suatu penyakit apapun, tubuhnya padat berisi, otot-ototnya kekar, lincah dan gesit dalam melakukan tugas di teritorialnya.&lt;br /&gt;Seperti biasa, pada suatu malam, ia pergi tidur. Di pagi hari, sang ibu membangunkannya. Tak ada jawaban. Apa yang tejadi? Ternyata tubuhnya sudah dingin dan terbujur kaku. Tidur itu menghantarnya pada kematian dan tak pemah kembali lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.    Temanku Mati Terbakar&lt;br /&gt;Abu Abdillah berkata: "Aku tak tahu, bagaimana harus menuturkan kisah ini padamu. Kisah yang pemah kualami sendiri beberapa tahun lalu, sehingga mengubah total perjalanan hidupku. Sebenarnya aku tak ingin menceritakannya, tapi demi tanggung jawab di hadapan Allah, demi peringatan bagi para pemuda yang mendurhakai Allah dan demi pelajaran bagi para gadis yang mengejar bayangan semu, yang disebut cinta, maka kuungkapkan kisah ini.&lt;br /&gt;Ketika itu kami tiga sekawan. Yang mengumpulkan kami adalah kesamaan nafsu dan kesia-siaan. Oh tidak, kami berempat. Satunya lagi adalah setan.&lt;br /&gt;Kami pergi berburu gadis-gadis. Mereka kami rayu dengan kata-kata manis, hingga mereka takluk, lain kami bawa ke sebuah taman yang jauh terpencil. Di sana, kami berubah menjadi serigala-serigala yang tak menaruh belas kasihan mendengar rintihan permohonan mereka, hati dan perasaan kami sudah mati.&lt;br /&gt;Begitulah hari-hari kami di taman, di tenda, atau dalam mobil yang di parkir di pinggir pantai. Sampai suatu hari, yang tak mungkin pernah saya bisa melupakannya, seperti biasa kami pergi ke taman. Seperti biasa pula, masing-masing kami menyantap satu mangsa gadis, ditemani minuman laknat. Satu hal kami lupa.saat itu, makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera salah Seorang di antara kami bergegas membeli makanan dengan mengendarai mobilnya. Saat ia berangkat, jam menunjukkan pukul enam sore. Beberapa jam berlalu, tapi teman kami itu belum kembali. Pukul sepuluh malam, hatiku mulai tidak enak dan gusar. Maka aku segera membawa mobil untuk mencarinya. Di tengah perjalanan, di kejauhan aku melihat jilatan api. Aku mencoba mendekat. Astaghfirullah, aku hampir tak percaya dengan yang kulihat.Ternyata api itu bersumber dari mobil temanku yang terbalik dan terbakar. Aku panik seperti orang gila. Aku segera mengeluarkan tubuh temanku dari mobilnya yang masih menyala. Aku ngeri tatkala melihat separuh tubuhnya masak terpanggang api. Kubopong tubuhnya lalu kuletakkan di tanah.&lt;br /&gt;Sejenak kemudian, dia berusaha membuka kedua belah matanya, ia berbisik lirih: "Api..., api...!"&lt;br /&gt;Aku memutuskan untuk segera membawa ke rumah sakit dengan mobilku. Tetapi dengan suara campur tangis, ia mencegah: ";Tak ada gunanya.. aku tak akan sampai...!l&lt;br /&gt;Air mataku tumpah, aku harus menyaksikan temanku meninggal dihadapanku. Di tengah kepanikanku, tiba-tiba ia berteriak lemah: "Apa yang mesti kukatakan padarnya?&lt;br /&gt;Apa yang mesti kukatakan padaNya?"&lt;br /&gt;Aku memandanginya penuh keheranan. "Siapa?" tanyaku. Dengan suara yang seakan berasal dari dasar Sumur yang amat dalam, dia menjawab: "Allah!"&lt;br /&gt;Aku merinding ketakutan. Tubuh dan perasaanku terguncang keras. Tiba-tiba temanku itu menjerit,gemanya menyelusup ke setiap relung malam yang gulita, lain kudengar tarikan nafasnya yang terakhir. Innanlillaahi wa innaa ilaihi raaji 'uun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, hari-hari berlalu seperti sedia kala, tetapi bayangan temanku yang meninggal, jerit kesakitannya, api yang membakarnya dan lolongannya "Apa yang harus kukatakan padaNya? Apa yang harus kukatakan padaNya?", seakan terus membuntuti setiap gerak dan diamku.&lt;br /&gt;Pada diriku sendiri aku bertanya: "Aku…. apa yang harus kukatakan padaNya?"&lt;br /&gt;Air mataku menetes, lain sebuah getaran aneh menjalari jiwaku. Saat puncak perenungan itulah, sayup-sayup aku mendengar adzan Shubuh menggema:&lt;br /&gt;"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu Anla Ilaaha Illa Allah... Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah... Hayya 'Alash Shalaah..."&lt;br /&gt;Aku merasa bahwa adzan itu hanya ditujukan pada diriku saja, mengajakku menyingkap fase kehidupanku yang kelam, mengajakku pada jalan cahaya dan hidayah.&lt;br /&gt;Aku segera bangkit, mandi dan wudhu, menyucikan tubuhku dari noda-noda kehinaan yang menenggelamkanku selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meninggalkan shalat. Aku memuji Allah, yang tiada yang layak dipuji selain Dia. Aku telah menjadi manusia lain. Mahasuci Allah yang telah mengubah berbagai keadaan. Dengan seizin Allah, aku telah menunaikan umrah. Insya AIlah aku akan melaksanakan haji dalam waktu dekat, siapa yang tahu? Umur ada di tangan Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.    Kesudahan Yang Berlawanan&lt;br /&gt;Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang balk. Aku selalu mendengar do'a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam Shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.&lt;br /&gt;Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada' diri sendiri: "Alangkah sabarnya mereka...setiap hari begitu...benar-benar mengherankan!"&lt;br /&gt;Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan...Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.&lt;br /&gt;Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur'an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.&lt;br /&gt;Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.&lt;br /&gt;Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.&lt;br /&gt;Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian...banyak waktu luang...pengetahuanku terbatas.&lt;br /&gt;Aku mulai jenuh...tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap'·hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan.Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras.&lt;br /&gt;Kami mengalihkan pandangan. Teryata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong Korban.&lt;br /&gt;Kejadian yarng sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis kedua nya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. :&lt;br /&gt;Ucapkanlah "Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…" perintah temanku.&lt;br /&gt;Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.&lt;br /&gt;Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat...Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.&lt;br /&gt;Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi... keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.&lt;br /&gt;Tak ada gunanya...&lt;br /&gt;Suara lagunya semakin melemah...lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak... keduanya telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.&lt;br /&gt;Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.&lt;br /&gt;Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su'ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia". Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.&lt;br /&gt;Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu' sekali.Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali pada kebiasaanku semula...Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kejadian Yang Menakjubkan...&lt;br /&gt;Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu...sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.&lt;br /&gt;Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dengan seorang kawan, (bukan yang menemani-ku pada peristiwa yang pertama)cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.&lt;br /&gt;Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta'at menjalankan perintah agama.&lt;br /&gt;Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an...dengan suara amat lemah.&lt;br /&gt;"Subhanallah! " dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan:ia hampir mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan' al quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: "Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu... apalagi aku Sudah punya pengalaman" aku Meyakinkan diriku sendiri.&lt;br /&gt;Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qurlan yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah  wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah sakit...Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.&lt;br /&gt;Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya. i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang petugas Rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.&lt;br /&gt;Bila ada yang mengeluhkan padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. "Justru saya memanfaatkan waktu pejalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan," kata almarhum.&lt;br /&gt;Aku ikut menyalati jenazah dan mengantamya sampai ke kuburan.&lt;br /&gt;Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah".&lt;br /&gt;Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah...Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya...&lt;br /&gt;Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku... sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia.Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan Yang Jauh&lt;br /&gt;Nurah, saudara perempuanku nampak pucat dan kurus sekali. Tetapi seperti biasa, ia masih membaca Al-Qur'anul Karim.&lt;br /&gt;Jika ingin menemuinya, pergilah ke mushallanya. Di sana engkau akan mendapatinya sedang ruku', sujud dan menengadahkan ke langit. Itulah yang dilakukannya setiap pagi, sore dan di tengah malam hari. Ia tidak pernah jenuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengannya, aku selalu asyik membaca majalah-majalah seni, tenggelam dengan buku-buku cerita dan hampir tak pernah beranjak dari video. Bahkan, aku sudah identik dengan benda yang satu ini. Setiap video diputar pasti di situ ada aku. Karena 'kesibukanku' ini, banyak kewajiban yang tak bisa kuselesaikan bahkan, aku suka meninggalkan shalat.&lt;br /&gt;Setelah tiga jam berturut-turut menonton video di tengah malam, aku dikagetkan oleh suara adzan yang berkumandang dari masjid dekat rumahku.&lt;br /&gt;Sekonyong-konyong malas menggelayuti semua persendianku, maka aku pun segera menghampiri tempat tidur.&lt;br /&gt;Nurah memanggilku dari mushallanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat sekali, aku menyeret kaki menghampirinya.&lt;br /&gt;"Ada apa Nurah?," tanyaku.&lt;br /&gt;"Jangan tidur sebelum shalat Shubuh!", ia mengingatkan. "Ah. Shubuh kan masih satu jam lagi. Yang baru saja kan adzan pertamal"&lt;br /&gt;Begitulah, ia selalu penuh perhatian padaku. Sering memberiku nasihat, sampai akhimya ia terbaring sakit. ia tergeletak lemah di tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanah!," panggilnya lagi suatu ketika.&lt;br /&gt;Aku tak mampu menolaknya. Suara itu begitu jujur dan polos.&lt;br /&gt;"Ada apa saudariku?", tanyaku pelan.&lt;br /&gt;"Duduklah!"&lt;br /&gt;Aku menurut dan duduk di sisinya. Hening...&lt;br /&gt;Sejenak kemudian Nurah melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu.&lt;br /&gt;"Tiapjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah disempumnkan pahalamu." (Al Imran: 185)&lt;br /&gt;Diam sebentar, lalu ia bertanya: "Apakah kamu tidak percaya adanya kematian?"&lt;br /&gt;"Tentu saja percaya!"&lt;br /&gt;"Apakah kamu tidak percaya bahwa amalmu kelak akan dihisab, baik yang besar maupun yang kecil?"&lt;br /&gt;"Percaya. Tetapi bukankah Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sementara aku masih muda, umurku masih panjang!"&lt;br /&gt;"Ukhti, apakah kamu tidak takut mati yang datangnya tiba-tiba? Lihatlah Hindun, dia lebih muda darimu, tetapi meninggal karena sebuah kecelakaan. Lihat pula si fulanah...Kematian tidak mengenal umur. Umur bukan ukuran bagi kematian seseorang.&lt;br /&gt;Aku menjawabnya penuh ketakutan. Suasana tengah malam yang gelap mencekam, semakin menambah rasa takutku.&lt;br /&gt;"Aku takut dengan gelap, bagaimana engkau menakut-nakutiku lagi dengan kematian ? Di mana aku akan tidur nanti ?" Jiwa asliku yang amat penakut betul-betul tampak.&lt;br /&gt;Kucoba menenangkan diri aku benusaha tegar dengan mengalihkan pembicaraan pada tema yang menyenangkan, rekreasi.&lt;br /&gt;"Oh ya, kukira ukhti setuju pada liburan ini kita pergi rekreasi bersama?", pancingku.&lt;br /&gt;"'Tidak, karena barangkali tahun ini aku akan pergi jauh, ke tempat yang jauh... mungkin... umur ada di tangan Allah, Hanah", ia lalu terisak.&lt;br /&gt;Suara itu bergetar, aku ikut hanyut dalam kesedihan.&lt;br /&gt;Sekejap, langsung terlintas dalam benakku tentang sakitnya yang ganas. Para dokter, secara rahasia telah mengabarkan hal itu kepada ayah. Menurut analisa medis, para dokter sudah tak sanggup, dan itu berarti dekatnya kematian.&lt;br /&gt;Tetapi, siapa yang mengabarkan ini semua padanya?, atau ia memang merasa sudah datang waktunya?,&lt;br /&gt;"Mengapa ternenung? Apa yang engkau lamunkan?", Nurah membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;"Apa kau mengira, hal ini kukatakan karena aku sedang sakit? Tidak. Bahkan boleh jadi umurku lebih panjang dari umur orang-orang sehat.&lt;br /&gt;Dan kamu, sampai kapan akan terus hidup? Mungkin 20 tahun lagi, 40 tahun atau...&lt;br /&gt;Lalu apa setelah itu? Kita tidak berbeda. Kita semua pasti akan pergi, entah ke Surga atau ke Neraka. Apakah engkau belum mendengar ayat:&lt;br /&gt;"Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dimasukkan ke dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung" ( Ali Imran: 185)&lt;br /&gt;"Sampai besok pagi," ia menutup nasihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergegas meninggalkannya menuju kamar.&lt;br /&gt;Nasihatnya masih tergiang-ngiang di gendang telingaku, "Semoga Allah memberimu petunjuk, jangan lupa shalat!"&lt;br /&gt;Pagi hari...Jam dinding menunjukkan angka delapan pagi.Terdengar pintu kamarku diketuk dari luar. "Pada jam ini biasanya aku belum mau bangun" pikirku. Tetapi di luar terdengar suara gaduh, orang banyak terisak.&lt;br /&gt;"Ya Rabbi, apa yang tejadi?"&lt;br /&gt;"Mungkin Nurah...?, "firasatku berbicara. Dan benar, Nurah pingsan, ayah segera melarikannya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Tidak ada rekreasi tahun ini. Kami semua harus menunggui Nurah yang sedang sakit.&lt;br /&gt;Lama sekali menunggu kabar dari rumah sakit dengan harap-harap cemas.&lt;br /&gt;Tepat pukul satu siang, telepon di rumah kami berdering. Ibu segera mengangkatnya. Suara ayah di seberang, ia menelpon dari rumah sakit. "Kalian bisa pergi ke rumah sakit sekarang!," demikian pesan ayah singkat.&lt;br /&gt;Kata ibu, tampak sekali ayah begitu panik, nada suaranya berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;"Mana sopir...?" kami semua terburu-buru: Kami menyuruh sopir menjalankan mobil dengan cepat. Tapi ah, jalan yang biasanya terasa dekat bila aku menikmatinya dalam pejalanan liburan, kini terasa amat panjang, panjang dan lama sekali. Jalanan macet yang biasanya kunanti-nantikan sehingga aku bisa menengok ke kanan-kiri, cuci mata, kini terasa menyebalkan. Di sampingku, ibu berdo'a untuk keselamatan Nurah.&lt;br /&gt;"Dia anak shalihah. Ia tidak pernah menyia-nyia kan waktunya. Ia begitu rajin beribadah", ibu bergumam sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami turun di depan pintu rumah sakit. Kami segera masuk ruangan. Para pasien pada tergeletak lunglai. Di sana sini terdengar lirih suara rintihan. Ada yang baru saja masuk karena kecelakaan mobil, ada yang matanya buta, ada yang mengerang keras. Pemandangan yang membuat bulu kudukku merinding.&lt;br /&gt;Kami naik tangga eskalator menuju lantai atas. Nurah berada di ruang perawatan intensif. Di depan pintu terpampang papan peringatan: "Tidak boleh masuk lebih dari satu orang!" Kami terperangah. Tak lama kemudian, seorang perawat datang menemui, kami. Perawat memberitahu kalau kini kondisi Nurah mulai membaik, setelah beberapa saat sebelumnya tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kerumunan para dokter yang merawat, dari sebuah lubang kecil jendela yang ada di pintu, aku melihat kedua bola mata Nurah sedang memandangiku. Ibu yang berdiri di sampingnya tak kuat menahan air matanya. Waktu besuknya habis, ibu segera keluar dari ruang perawatan intensif.&lt;br /&gt;Kini tiba giliranku masuk. Dokter memperingatkan agar aku tidak banyak mengajaknya bicara. Aku diberi waktu dua menit.&lt;br /&gt;"Assalamu 'alaikum!, bagaimana keadaanmu Nurah?, tadi malam, engkau baik-baik saja. Apa yang terjadi denganmu?", aku menghujaninya dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, aku sekarang baik-baik saja, jawabnya dengan berusaha tersenyum.&lt;br /&gt;"Tapi, mengapa tanganmu dingin sekali, kenapa?" aku menyelidik.&lt;br /&gt;Aku duduk di pinggir dipan. Lalu kucoba meraba betisnya, tapi ia segera menjauhkannya dari jangkauanku.&lt;br /&gt;"Ma'af, kalau aku mengganggumu!", aku tertunduk.&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa. Aku hanya ingat firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;"Dan bertaut betis(kiri) dengan betis(kanan), kepada Tuhanmullah pada hari itu kami dihalau". (Al-Qiyamah: 29-30)&lt;br /&gt;Nurah melantunkan ayat suci Alquran.&lt;br /&gt;Aku menguattkan diri. Sekuat tenaga aku berusaha untuk tidak menangis dihadapan Nurah, aku membisu.&lt;br /&gt;" Hanah, berdoalah untukku. Mungkin sebentar lagi aku akan menghadap. Mungkin aku segera mengawali hari pertama kehidupanku diakhirat…Perjalananku amat jauh tapi bekalku sedikit sekali".&lt;br /&gt;Pertahananku runtuh. Air mataku tumpah. Aku menangis sejadi-jadinya. Ayah mengkhawatirkan keadaanku. Sebab mereka tak pernah melihatku menangis seperti itu.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan tenggelamnya matahari pada hari itu. Nurah meninggal dunia….&lt;br /&gt;Suasana begitu sepat berubah. Seperti baru beberapa menit aku bebincang-bincang dengannya. Kini ia telah meninggalkan kami buat selama-selamanya. Dan, ia tak akan pernah bertemu lagi dengan kami. Tak akan pernah pulang lagi. Tidak akan bersama-sama lagi. Oh Nurah…&lt;br /&gt;Suasana dirumah kami digelayuti duka yang amat dalam. Sunyi mencekam. Lalu pecah oleh tangisan yang mengharu biru. Sanak kerabat dan tetangga berdatangan melawat. Aku tidak bisa membedakan lagi, siapa-siapa yang datang, tidak pula apa yang mereka percakapan.&lt;br /&gt;Aku tenggelam dengan diriku sendiri. Ya Allah, bagaimana dengan diriku? Apa yang bakal terjadi pada diriku? Aku tak kuasa lagi, meski sekedar menangis. Aku ingin memberinya penghormatan terakhir. Aku ingin menghantarkan salam terakhir. Aku ingin mencium keningnya.&lt;br /&gt;Kini, tak ada sesuatu yang kuingat selain satu hal. Aku ingat firman Allah yang dibacakannya kepadaku menjelang kematiannya.&lt;br /&gt;"Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)". Aku kini benar-benar paham bahwa,"Kepada Tuhanmullah pada hari itu kamu dihalau"&lt;br /&gt;"Aku tidak tahu, ternyata malam itu, adalah malam terakhir aku menjumpainya di mushallanya.&lt;br /&gt;Malam ini, aku sendirian di mushalla almarhumah. terbayang kembali saudara kembarku, Nurah yang demikian baik kepadaku. Dialah yang senantiasa menghibur kesedihanku, ikut memahami dan merasakan kegalauanku, saudari yang selalu mendo'akanku agar aku mendapat hidayah Allah, saudari yang senantiasa mengalirkan air mata pada tiap-tiap pertengahan malam, yang selalu menasihatiku tentang mati, hari perhitungan….ya Allah!&lt;br /&gt;Malam ini adalah malam pertama bagi Nurah dikuburnya. Ya Allah, rahmatilah dia, terangilah kuburnya.&lt;br /&gt;Ya Allah, ini mushaf Nurah, …ini sajadahnya…dan ini..ini gaun merah muda yang pernah dikatakannya padaku, bakal dijadikan kenangan manis pernikahannya.&lt;br /&gt;Aku menangisi hari-hariku yang berlalu dengan sia-sia. Aku menangis terus-menerus, tak bisa berhenti. Aku berdo'a kepada Allah semoga Dia merahmatiku dan menerima taubatku.&lt;br /&gt;Aku mendo'akan Nurah agar mendapat keteguhan dan kesenangan di kuburnya, sebagaimana ia begitu sering dan suka mendo'akanku.&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku tersentak dengan pikiranku sendiri. "Apa yang terjadi jika yang meninggal adalah aku? Bagaimana kesudahanku?"&lt;br /&gt;Aku tak berani mencari jawabannya, ketakutanku memuncak. Aku menangis, menangis lebih keras lagi. Allahu Akbar, Allahu Akbar...Adzan fajar berkumandang. Tetapi, duhai alangkah merdunya suara panggilan itu kali ini.&lt;br /&gt;Aku merasakan kedamaian dan ketentraman yang mendalam. Aku jawab ucapan muadzin, lalu segera kuhamparkan lipatan sajadah, selanjutnya aku shalat Shubuh. Aku shalat seperti keadaan orang yang hendak berpisah selama-lamanya. Shalat yang pemah kusaksikan terakhir kali dari saudari kembarku Nurah.&lt;br /&gt;Jika tiba waktu pagi, aku tak menunggu waktu sore dan jika tiba waktu sore, aku tidak menunggu waktu pagi.&lt;br /&gt;H. SYUBHAT KETUJUH: MODE DAN BUKAN HIJAB&lt;br /&gt;Sebagian wanita muslimah yang tidak berhijab, mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, ia sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus dipaksakan untuk mengenakannya?&lt;br /&gt;Mereka lalu menyebutkan beberapa kenyataan serta penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian ukhti ber-hijab yang pernah mereka saksikan. Sebelum membantah syubhat ini, kami perlu mengetengahkan, ada enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti mengenakan hijab.&lt;br /&gt;Pertama, ia ber-hijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang dideritanya.&lt;br /&gt;Kedua, ia ber-hijab untuk bisa mendapatkan jodoh. Sebab sebagian besar pemuda, yang taat menjalankan syari'at agama atau tidak, selalu mengutamakan wanita yang berhijab.&lt;br /&gt;Ketiga, ia ber-hijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik. Padahal, sebenarnya ia suka melanggar syariat Allah. Dengan ber-hijab, maka keluarganya akan percaya terhadap kesalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya. Akhirnya, dia bisa bebas ke luar rumah kapan dan ke mana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.&lt;br /&gt;Keempat, ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut dengan "hijab ala Prancis". Mode itu biasanya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga pertengahan betis, memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain yang tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai celana panjang. Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan berbagaimacam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum pada setiap orang yang dilaluinya.&lt;br /&gt;Dia menolak syariat Allah, yakni perintah mengenakan hijab. Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan manusia. Seperti Christian Dior, Valentine, San Lauren, Canal, Cartier dan merek dari nama-nama orang-orang kafir lainnya.&lt;br /&gt;Kelima, ia ber-hijab karena paksaan darikedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau karena melihat keluarganya semua ber-hijab, sehingga ia terpaksa menggunakannya, padahal dalam hatinya ia tidak suka. Jika tidak mengenakan, ia takut akan mendapat teror dan hardikan dari keluarganya.&lt;br /&gt;Golongan wanita seperti ini, jika tidak melihat ada orang yang mengawasinya, serta merta ia akan melepas hijabnya, sebab ia tidak percaya dan belum mantap dengan hijab.&lt;br /&gt;Keenam, ia mengenakan hijab karena mengikuti aturan-aturan syari'at. Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga ia takut melepaskannya.Ia berhijab hanya karena mengharapkan ridha Allah, tidak karena makhluk. Wanita ber-hijab jenis ini, akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan ber-hijab, di antaranya:&lt;br /&gt;a.    Hijab itu longgar, sehingga tidak membentuk lekuk-lekuk tubuh.&lt;br /&gt;b.    Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;c.    Tidak memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;d.    Tidak meniru mode pakaian wanita-wanita kafir, sehingga wanita-wanita muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.&lt;br /&gt;e.    Tidak memilih wama kain yang kontras (menyala), sehingga menjadi pusat perhatian orang.&lt;br /&gt;f.    Hendaknya menutupi seluruh tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.&lt;br /&gt;g.    Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki, sebab hal tersebut dilarang oleh syara'.&lt;br /&gt;h.    Tidak memakai pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer misalnya, sehingga ia terjerumus kepada sifat membanggakan diri yang dilarang agama.&lt;br /&gt;Selain ber-hijab yang disebutkan terakhir (nomor enam), maka alasan-alasan mengenakan hijab adalah keliru dan bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang menginginkan ridha Allah dalam ber-hijab. Ber-hijablah sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syari'at, sehingga anda termasuk dalam golongan wanita yang ber-hijab karena mencari ridha Allah dan takut akan murkaNya.&lt;br /&gt;I. SYUBHAT KEDELAPAN: MENGHALANGI BERHIAS&lt;br /&gt;Syubhat ini -sebagaimana yang terdahulu- lebih tepat disebut syahwat daripada syubhat. Ia adalah nafsu buruk, sehingga menghalangi para wanita ber-hijab.&lt;br /&gt;Tetapi wanita yang menurutkan dirinya di belakang nafsu ini. Patut kita pertanyakan: "Untuk siapa engkau pamer aurat? Untuk siapa engkau berhias?"&lt;br /&gt;Jika jawabannya: "Aku memamerkan tubuhku dan bersolek agar semua orang mengetahui kecantikan dan kelebihan diriku," maka kembali kita perlu bertanya:&lt;br /&gt;"Apakah kamu rela, kecantikanmu itu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh darimu?"&lt;br /&gt;"Relakah kamu menjadi barang dagangan yang murah, bagi semua orang, baik yang jahat maupun yang terhormat?"&lt;br /&gt;"Bagaimana engkau bisa menyelamatkan dirimu dari mata para serigala yang berwujud manusia?". "Maukah kamu, jika dirimu dihargai serendah itu?"&lt;br /&gt;1. Kisah Nyata&lt;br /&gt;Seorang artis terkenal, mengadakan lawatan di salah satu negara teluk, untuk memeriahkan sebuah pesta malam kolosal di negara tersebut. Bersama grupnya, ia akan menggelar konser spektakuler.&lt;br /&gt;Salah seorang wanita shalihah menghubungi artis tersebut via telepon. Ia akan melaksanakan tugas amar ma'ruf nahi munkar. Segera ia mencari nomor telepon kamar di hotel tempat artis itu menginap. Setelah menemukannya, ia segera menghubungi. Selanjutnya tejadilah dialog seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;Ukhti: "kami ucapkan selamat atas kedatangan anda di negeri kami. Kami senang sekali atas kehadiran anda disini. Kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda, saya harap anda sudi menjawabnya."&lt;br /&gt;Artis: " Dengan segala senang hati, silahkan anda bertanya!"&lt;br /&gt;Ukhti: "Jika anda memiliki barang yang berharga, dimana anada akan meletakkannya?"&lt;br /&gt;Artis:"Di tempat yang khusus, aku akan menguncinya sehingga tidak seorangpun bisa mengambil."&lt;br /&gt;Ukhti:"Jika sesuatu itu barang yang amat berharga sekali, di mana anda akan menyembunyikannya?"&lt;br /&gt;Artis:"Di tempat yang sangat khusus, sehingga tak ada satu tangan pun bisa menyentuhnya."&lt;br /&gt;Ukhti: "Apakah sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seorang wanita?"&lt;br /&gt;Artis : "(Lama tidak ada jawaban)&lt;br /&gt;Ukhti: Bukankah kesucian dirinya sesuatu yang paling berharga yang ia miliki?"&lt;br /&gt;Artis : "Benar….Benar, sesuatu yang paling berharga dari milik wanita adalah kesuciannya."&lt;br /&gt;Ukhti: 'Apakah sesuatu yang amat berharga itu boleh dipertontonkan dimuka umum?"&lt;br /&gt;Dari sini artis itu mengetahui kemana arah pembicaraan selanjutnya. Ia tercenung beberapa saat, lalu berteriak riang, seakan suara itu dari lubuk fithrahnya. Ia tersadarkan.&lt;br /&gt;Artis: "Ini sungguh ucapan yang pertama kali kudengar selama hidupku. Saya harus bertemu anda, sekarang juga! Saya ingin lebih banyak mendengarkan petuah-petuah anda".&lt;br /&gt;Wahai ukhti, jika engkau menampakkan auratmu dan bersolek demi suamimu atau di depan sesama kaummu maka hal itu tidak mengapa selama tidak keluar dari rumah. Jika antar sesama wanita, maka hendaknya engkau tidak menampakkan aurat yang tidak boleh dilihat sesama wanita, yakni antara pusar dengan lutut.&lt;br /&gt;2. Perumpamaan&lt;br /&gt;Saudariku, engkau amat mahal dan berharga sekali. Pernahkah terlintas dalam benakmu, bagaimana seorang pembeli membolak-balik barang yang ingin dibelinya? Jika ia tertarik dan berniat membelinya, ia akan meminta kepada sang penjual agar ia diambilkan barang baru sejenis yang masih tersusun di atas rak. Ia ingin agar yang dibelinya adalah barang yang belum pemah tersentuh oleh tangan manusia.&lt;br /&gt;Renungkanlah perumpamaan ini baik-baik. Dari sini, engkau akan tahu betapa berharganya dirimu, yakni jika engkau menyembunyikan apa yang harus engkau sembunyikan sesuai dengan perintah Allah kepadamu.&lt;br /&gt;J. SYUBHAT KESEMBILAN: HIJAB MENCIPTAKAN PENGANGGURAN SEBAGIAN SDM     DI MASYARAKAT&lt;br /&gt;Syubhat ini tidak begitu populer di kalangan wanita tak ber-hijab, tetapi ia amat sering dilontarkan oleh orang-orang sekuler dan para pendukungnya. Menurut mereka, hijab wanita akan menciptakan pengangguran sebagian dari SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki oleh masyarakat. Padahal Islam menyuruh para wanita agar tetap tinggal di rumah.&lt;br /&gt;Syubhat yang sering kita dengar ini, dapat kita sanggah dengan beberapa argumentasi:&lt;br /&gt;Pertama, pada dasarnya wanita itu memang harus tetap tinggal di rumahnya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah terdahulu." (Al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;Ini bukan berarti melecehkan keberadaan wanita, atau tidak mendayagunakan SDM-nya,tetapi hal itu merupakan penempatan yang ideal sesuai dengan kodrat dan kemampuan wanita.&lt;br /&gt;Kedua, Islam memandang bahwa pendidikan anak, penanaman nilai-nilai akhlak dan bimbingan terhadap mereka sebagai suatu kewajiban wanita yang paling hakiki. Berbagai hasil penelitian, yang dikuatkan oleh data stastitik, baik yang berskala internasional maupun nasional menunjukkan berbagai penyimpangan anak-anak muda, faktor utamanya adalah "broken home" (keruntuhan rumah tangga) serta kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya.&lt;br /&gt;Ketiga, Islam tidak membebani wanita mencari nafkah. Mencari nafkah adalah tugas laki-laki. Karena itu, secara alamiah, yang paling patut keluar rumah untuk bekeja adalah laki-laki, sehingga wanita bisa sepenuhnya mengurus pekerjaan yang justru lebih penting daripada jika ia bekerja di luar rumah, yaitu mendidik generasi muda. Dan sungguh, tugas paling berat dalam masyarakat adalah mendidik generasi muda.Sebab, daripadanya akan lahir tatanan masyarakat yang baik.&lt;br /&gt;Keempat, Islam sangat memperhatikan perlindungan terhadap masyarakat dari kehancuran. Pergaulan bebas, (bercampumya laki-laki dengan perempuan tanpa hijab) dan sebagainya menyebabkan lemahnya tatanan masyarakat serta menjadikan wanita korban pelecehan oleh orang-orang yang lemah jiwanya. Dan dengan pergaulan yang serba boleh itu, masing-masing lawan jenis akan disibukkan oleh pikiran dan perasaan yang sama sekali tak bermanfaat, apalagi jika ikhtilath itu oleh pihak wanita sengaja dijadikan ajang pamer kecantikan dan perhiasannya.&lt;br /&gt;Kelima, Islam tidak melarang wanita bekeja. Bahkan dalam kondisi tertentu, Islam mewajibkan wanita bekeja.&lt;br /&gt;Yakni jika pekejaan itu memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat demi mencegah madharat. Seperti profesi dokter spesialis wanita, guru di sekolah khusus wanita, bidan serta profesi lain yang melayani berbagai kebutuhan khusus wanita.&lt;br /&gt;Keenam, dalam kondisi terpaksa, Islam tidak melarang wanita bekeja, selama berpegang dengan tuntunan syari'at.&lt;br /&gt;Seperti meminta izin kepada walinya, menjauhi ikhfilath, khalwat (berduaan dengan selain mahram), profesinya bukan jenis pekerjaan maksiat, jenis pekerjaan itu dibenarkan syan at, tidak keluar dari kebiasaan dan tabiat wanita, tidak mengganggu tanggung jawab pokoknya sebagai ibu rumah tangga serta syarat-syarat lain yang diatur oleh agama.&lt;br /&gt;K. SYUBHAT KESEPULUH: HIJAB BUKAN FENOMENA BUDAYA&lt;br /&gt;Banyak orang berkata: "Hijab merupakan fenomena keterbelakangan bagi masyarakat, hijab tidak menunjukkan budaya modem dan maju. Wanita yang berhijab laksana tenda hitam yang bejalan, sangat aneh dan mengembalikan masyarakat padakehidupan primitif.&lt;br /&gt;1. Kerancuan Istilah&lt;br /&gt;Syubhat ini langsung gugur karena kesalahan fatal dari argumentasi itu sendiri. Kemajuan budaya bukanlah diukur dengan simbol-simbol fisik dan materi, seperti pakaian, bangunan, kendaraan, perhiasan dan hal-hal lahiriah lainnya. Orang yang mengukur kemajuan budaya masyarakat dengan simbol-simbol fisik adalah orang yang tidak memahami masalah dan tidak bisa berfikir secara logis.&lt;br /&gt;Kebudayaan adalah istilah. Ia merupakan kumpulan nilai-nilai, akhlak dan perilaku dalam suatu masyarakat. Adapun fenomena fisik atau material -seperti dicontohkan di atas- semua itu tidak masuk dalam lingkup budaya, tetapi wujud dari peradaban.&lt;br /&gt;2. Penjelasan dari Sisi Empiris&lt;br /&gt;Sebagai contoh, jika seseorang melawat ke Amerika, ia akan merasakan dan menyaksikan kebebasan sangat dijunjung tinggi oleh setiap orang di sana, baik pejabat pemerintah atau rakyat biasa. Sebagai simbol kebebasan tersebut, mereka membangun patung Liberty (kebebasan) di jantung kota terbesar di negara adidaya tersebut.&lt;br /&gt;Karena itu, Amerika tidak saja menjadi pelopor dunia di bidang teknologi semata, tetapi juga di bidang nilai-nilai kemanusiaan. Pemerintah yang sangat berkuasa itu begitu menjaga nilai-nilai tersebut untuk kepentingan rakyatnya.&lt;br /&gt;Negara-negara lain, ukuran keberhasilan dan kemundurannya juga dilihat dari seberapa jauh mereka menghormati nilai-nilai tersebut, berikut penerapannya.&lt;br /&gt;Contoh lain, ketika anda pergi ke stasiun kereta api, di negara mana pun di Eropa, tentu anda akan mendapati jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api selama sepekan, lengkap dengan jam dan menitnya.&lt;br /&gt;Misalnya, dalam jadwal tertulis, hari Senin,kereta api pertama tiba pada pukul 06.40 pagi. Jika anda menunggu di stasiun, anda akan mendapati kereta api datang tepat pada waktunya, tidak terlambat meskipun hanya satu menit. Seandainya tejadi keterlambatan sedikit saja, maka di mana-mana anda akan melihat pengaduan, bahkan petugas yang menyebabkan keterlambatan tersebut, dapat dipecat dari tugasnya. Mungkin juga akan menimbulkan gejolak balik lewat media massa atau unjuk rasa.&lt;br /&gt;"Menghormati waktu" adalah satu di antara nilai-nilai yang dimiliki oleh Eropa. Maka, ukuran kemajuan Eropa dan peradabannya tidak semata karena teknologinya, tetapi juga karena mereka memiliki nilai-nilai yang seialu dijunjung tinggi.'&lt;br /&gt;Sebaliknya, masyarakat kita tergolong masyarakat terbelakang, bukan karena tidak memiliki teknologi semata, tetapi karena kita menjauhi nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita miliki. Padahal nilai-nilai kita bersumber dari agama Islam kita yang agung. Dari sinilah, lain masyarakat kita tergolong masyarakat yang paling banyak pelanggarannya terhadap hak-hak asasi manusia (HAM), kezhaliman merajalela di mana-mana, marak berbagai pelecehan terhadap hukum dan peraturan, jarang mengikutsertakan  aspirasi  rakyat,  tidak  suka mendengarkan pendapat orang lain serta berbagai tindak pelecehan lainnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan di atas, maka mengenakan hijab Islami terhitung satu langkah maju untuk membangun budaya masyarakat, sebab ia adalah cerminan akhlak, perilaku dan nilai yang berdasarkan agama kita yang lurus. Tidak seperti tuduhan mereka, ber-hijab bukan fenomena budaya.&lt;br /&gt;L. SYUBHAT KESEBELAS : ORANG TUA DAN SUAMIKU MELARANG BERHIJAB&lt;br /&gt;Dasar permasalahan ini adalah, bahwa ketaatan kepada Allah harus didahulukan daripada ketaatan kepada makhluk, siapapun dia. Setelah ketaatan kepada Allah, kedua orang tua lebih berhak untuk ditaati dari yang lainnya, selama keduanya tidak memerintahkan pada kemaksiatan.&lt;br /&gt;Masalah lain, bahwa menyelisihi wali karena melaksanakan perintah Allah adalah di antara bentuk taqarrub kepada Allah yang paiing agung, dan itu sekaligus termasuk bentuk dakwah kepada wali.&lt;br /&gt;Masalah ketiga, jika wall, balk ayah atau suami melihat orang yang berada di bawah tanggung jawabnya bersikeras, biasanya wall akan mengalah dan menghormati pilihan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;Kecualijika wali itu tidak memiliki rasa cinta hakiki kepada orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;Berikut kami turunkan beberapa fatwa ulama besar seputar masalah ini.&lt;br /&gt;Soal: "Bagaimana hukum orang yang menentang ibunya dengan tidak mentaatinya karena ibu tersebut menganjurkan sesuatu yang didalamnya terdapat maksiat kepada Allah? Seperti, sang ibu menganjurkannya bertabarruj, bepergian jauh tanpa mahram. Ia berdalih bahwa hijab itu hanyalah khurafat dan tidak diperintahkan oleh agama. Karena itu ibu meminta agar saya menghadiri berbagai pesta dan mengenakan pakaian yang menampakkan apa yang diharamkan Allah bagi wanita. Ia amat marah jika melihat saya mengenakan hijab".&lt;br /&gt;Jawab: "Tidak ada ketaatan kepada makhluk, Baik ayah, ibu atau selain keduanya dalam hal-hal yang di dalamnya terdapat maksiat kepada Allah. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan:&lt;br /&gt;" Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam kebaikan ".&lt;br /&gt;"Dan tidak boleh ta'at kepada makhluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada AI-Khaliq "&lt;br /&gt;Hal-hal yang dianjurkan oleh ibu sang penanya di atas termasuk kemaksiatan terhadap Allah, karena itu ia tidak dibenarkan mentaatinya.  ( syaikh bin Baz )&lt;br /&gt;Soal: Beberapa lembaga tinggi di negara kami yang termasuk negara islam mengeluarkan peraturan yang intinya memaksa para wanita muslimah agar melepas hijab, khususnya tutup kepala (kerudung). Bolehkah saya mentaati peraturan tersebut? Perlu diketahui, jika ada yang berani menentangnya maka ia akan mendapat sangsi besar. Misalnya dikeluarkan dari tempat kerja, dari sekolah atau bahkan dipenjara?&lt;br /&gt;Jawab: "Kejadian di negara anda tersebut merupakan ujian bagi setiap hamba". Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan, sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta ". (al Ankabut: 1-3)&lt;br /&gt;Menurut hemat kami, semua muslimah di negara itu wajib tidak menta'ati ulil amri (penguasa) dalam perkara yang mungkar tersebut. Karena ketaatan kepada ulil amri menjadi gugur kalau ia memerintahkan perbuatan yang mungkar. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulnya dan uIil amri di antara kamu". (An-Nisa: 59)&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan ayat di atas, kita tidak mendapati perintah taat untuk ketiga kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada ulil amri harus mengikuti (sesuai) dengan ketaatan kepada Allah dan RasulllrTya, jika perintah mereka bertentangan dengan perintah Allah dan Rasulnya, maka perintah itu tidak boleh dituruti dan ditaati&lt;br /&gt;"Dan tidak boleh ta 'at kepada makhluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada AI-Khaliq "&lt;br /&gt;Resiko yang mungkin menimpa para wanita dalam masalah ini, hendaknya dihadapi dengan sabar dan dengan memohon pertolongan kepada Allah. Kita semua berdo'a, semoga para penguasa dinegara tersebut segera mendapat petunjuk dari Allah.&lt;br /&gt;Tapi, menurut hemat kami, pemaksaan tersebut tidak akan tejadi manakala wanita tidak keluar dari rumah) .&lt;br /&gt;Jika mereka berada di rumah masing-masing, tentu dengan sendirinya pemaksaan itu tidak ada artinya sama sekali.&lt;br /&gt;Para wanita muslimah hendaknya tetap tinggal di rumah masing-masing sehingga selamat dari peraturan tersebut.&lt;br /&gt;Adapun belajar yang di dalamnya terdapat kemaksiatan, misalnya ikhtilath, maka hal itu tidak dibenarkan.&lt;br /&gt;Memang, para wanita harus belajar sesuai dengan kebutuhannya, baik di bidang agama maupun masalah dunia.&lt;br /&gt;Tetapi biasanya, hal ini bisa dilakukan di dalam rumah. Secara ringkas, dapat saya katakan, kita tidak boleh mentaati ulil amri dalam perkara yang mungkar." (Syaikh Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;Soal: "Sepasang suami isreri telah dikaruniai beberapa anak. Seorang istri menghendaki mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan syari'at, tetapi sang suami melarangnya. Apa nasihat Syaikh terhadap suami seperti ini? "&lt;br /&gt;Jawab: "Kami nasihatkan kepada suami itu agar ia bertaqwa kepada Allah dalam urusan keluarganya. Ia juga hendaknya bersyukur bepada Allah yang memberikan kepadanya isteri yang ingin menerapkan salah satu perintah Allah. Yakni memakai pakaian sesuai dengan ketentuan syari 'at, sehingga menjaga keselamatan dirinya dari fitnah.&lt;br /&gt;Di samping itu, Allah memerintahkan agar para hambaNya yang beriman menjaga diri dan keluarganya dari api Neraka. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peIiharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adaIah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai AIlah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan ". (At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga menegaskan:&lt;br /&gt;"Seseorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinya ". (HR. AI-Bukhari)&lt;br /&gt;Jika demikian halnya, patutkah seorang suami berusaha memaksa isterinya menanggalkan pakaian sesuai dengan ketentuan syara' agar selanjutnya mengenakan pakaian yang diharamkan, yang menyebabkan fitnah?&lt;br /&gt;Hendaknya sang suami tersebut bertaqwa kepada Allah dalam dirinya dan dalam urusan keluarganya. Justru ia harus bersyukur karena dimudahkan oleh Allah sehingga mendapatkan isteri shalihah tersebut.&lt;br /&gt;Adapun terhadap isterinya, kami nasihatkan agar ia tidak mentaati suaminya dalam kemaksiatan terhadap Allah, sampai kapan pun. Sebab tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan terhadap Al Khaliq (Syaikh Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;KESIMPULAN :&lt;br /&gt;Inilah hukum syari 'at menurut keterangan para ulama kita seputar masalah syubhat yang sedang kita bahas. Tetapi, untuk menolak wali, jika ia memerintahkan bertabarruj atau melarang berhijab, hendaknya ia melakukan secara hikmah.&lt;br /&gt;Hikmah yang dimaksud di antaranya adalah :&lt;br /&gt;1.    Memperhatikan adab dan sopan santun dalam menerangkan apa yang anda yakini kebenarannya. Misalnya dengan tidak meninggikan suara atau menggunakan kalimat yang memancing emosi dan kemarahan waliyyul amri.&lt;br /&gt;2.    Tabah dalam menghadapi ejekan, celaan dan hinaan.&lt;br /&gt;Hendaknya lapang dada dan tidak cemas. Juga hal itu tidak boleh menyebabkan muamalah yang tidak baik kepada waliyyul amri.&lt;br /&gt;3.    Setelah memohon pertolongan  kepada Allah, hendaknya anda juga berusaha dengan memohon pertolongan kepada sanak kerabat dan kawan-kawan dekat yang telah mkndapatkan hidayah Allah.&lt;br /&gt;4.    Hendaknya anda memohon pertolongan kepada Allah, terus menerus berdoa agar diberikan keteguhan dan dikeluarkan dari berbagai kesulitan, membaca Al-Qur'an terutama saat mendapatkan celaan, dan hinaan, agar bisa menahan diri--dari godaan setan.&lt;br /&gt;5.    Hendaknya anda tidak menerangkan apa yang anda yakini dengan nada menggurui atau merasa lebih tinggi, tetapi sampaikanlah dengan bahasa murid terhadap gurunya, sebab seorang ayah atau ibu tidak suka melihat anaknya bersikap merasa tinggi atau sebagai guru terhadap mereka.&lt;br /&gt;6.    Membalas keburukan dengan kebaikan.&lt;br /&gt;7.    Memilih saat yang tepat untuk mengadakan dialog.&lt;br /&gt;8.    Hendaknya ukhti ini sadar bahwa Surga itu sangat mahal, dan sesuatu yang mahal tidak akan diberikan kecuali setelah kepayahan, kerja keras dan tabah menanggung berbagai rintangan dan gangguan di jalan Allah Ta 'ala.&lt;br /&gt;III .PENUTUP&lt;br /&gt;Setelah berabad-abad imperialisme kafir mencengkaramkan kukunya di berbagai negara, muncullah kesadaran lewat berbagai gerakan kemerdekaan di negara-negara terjajah untuk memerangi para imperialis tersebut.&lt;br /&gt;Setelah timbulnya perlawanan yang menelan korban tidak sedikit di pihak imperialis, balk secara material maupun non material, para imperialis-kolonialis tersadarkan bahwa pengerahan unsur militer sudah tidak sesuai lagi. Sebab ia akan membangkitkan semangat dan perlawanan, yang tentunya bersebrangan dengan niat para imperialis yang hendak mengeksploitasi kekayaan negara-negara jajahannya bagi pembangunan negaranya.&lt;br /&gt;Karena itu, sebelum mereka keluar dari negara-negara jajahannya, mereka berfikir untuk mendapatkan metodhe lain, selain kolonialisasi lewat pengerahan militer. Akhimya mereka berhasil menentukan alternatif lain, berupa ghazwuts tsaqafi (perang budaya dan pemikiran). Yaitu dengan menjadikan putra-putri kita agar mengikuti pengaruh, tradisi, kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan mereka. Dengan demikian, mereka menjadi abdi (tangan kanan bagi imperialisme baru yang tak perlu lagi membutuhkan kekuatan militer meski hanya satu orang.&lt;br /&gt;Dan inilah yang gencar dilakukan hingga sekarang.&lt;br /&gt;Adapun di antara perhatian dan sasaran utama mereka dalam ghazwuts tsaqafi ini adalah wanita. Mereka menginginkan agar para wanita muslimah menjadi seperti keadaan wanita-wanita mereka. Bebas berteman dan bergaul dengan laki-laki, mau membuka aurat, berenang dalam satu kolam bersama laki-laki, menafikan kodrat wanita, memperiuangkan emansipasi(kebebasan) wanita-pria dalam segala hal, sehingga menganjurkan wanita berkompetisi dengan laki-laki dalam semua lapangan kehidupan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan itu, mereka menerbitkan ratusan buku, majalah dan koran, memperalat para bintang film dan seniman, memboyong pertunjukan teater, pemutaran film, dan sinetron, beasiswa pendidikan, berbagai klub, organisasi dan sarana-sarana lain yang semuanya ditumpahkan agar sasaran utama mereka berhasil. Yakni memperbudak negara kita tanpa menggunakan kekuatan militer, tapi melalui berbagai macam kerusuhan dan kerusakan, penghancuran nilai-nilai dan tradisi yang bersumber dari agama kita yang lurus.&lt;br /&gt;Apa yang kita saksikan dari berbagai bentuk kemungkaran wanita seperti tabarruj, bepergian tanpa mahram dan sebagainya adalah hasilghazwuts tsaqafi, yang dilancarkan sejak runtuhnya khilafah Islamiyah hingga sekarang.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, merupakan tanggung jawab para ahli kebaikan untuk menghentikan penggerogotan nilai-nilai dan tradisi kita. Apa yang kami lakukan melalui penulisan buku ini, adalah satu bentuk usaha untuk menghentikan ghazwuts tsaqnfi tersebut, sehingga kita kembali lagi kepada ashalah (kemurnian ajaran Islam), meninggalkan kehinaan dan tidak mengekor kepada kehendak orang-orang kafir.&lt;br /&gt;Harap Cantumkan Dicopy dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website “Yayasan Al-Sofwa”&lt;br /&gt;Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)&lt;br /&gt;Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26&lt;br /&gt; www.alsofwah.or.id  ; E-mail: info@alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilarang Keras Memperbanyak Buku ini untuk diperjual belikan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-67167187792823503?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/67167187792823503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=67167187792823503&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/67167187792823503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/67167187792823503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk.html' title='&quot;Saudariku Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab&quot;'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-8236597045867286285</id><published>2010-07-30T16:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T16:59:06.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panah Syaitan'/><title type='text'>Panah Syaitan</title><content type='html'>Oleh : Shalih bin Muhammad Al-Wunaiyyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panah Pertama:&lt;br /&gt;Nilai Ketaatan Yang Memudar dan Melemah&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Penyebab Melemah dan Memudarnya Nilai Ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panah Kedua:&lt;br /&gt;Penyakit Ujub Terhadap Diri Sendiri dan Amal&lt;br /&gt;Definisi Ujub&lt;br /&gt;Sebab-sebab Ujub&lt;br /&gt;Dampak Negatif yang Timbul Akibat Ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panah Ketiga:&lt;br /&gt;Sanjungan yang Menghanyutkan&lt;br /&gt;Tanya Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukaddimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Kami se-nantiasa memuji-Nya, memohon pertolongan serta meminta ampunan kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami, serta dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah berikan hidayah, niscaya tiada satu orang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang ber-hak diibadahi dengan benar selain Allah Subhanahu wa Ta'ala semata, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atas segenap keluarga serta seluruh sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba'du,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pembaca yang mulia, sebelumnya kami ucapkan: Salamun 'Alaikum wa Rahmatullahi wa Bara-kaatuhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kita maklumi bersama bahwa banyak sekali tipu daya setan untuk menyesatkan bani Adam. Oleh sebab itu, saya katakan dengan serta merta meminta pertolongan kepada Allah, bahwa panah-panah setan tersebut sangat banyak. Panah yang dapat melumpuh-kan mangsanya sehingga tidak kuasa berbuat kebaikan dan mampu menggiringnya untuk selalu mengikuti hawa nafsu serta berkhayal yang muluk-muluk. Jika se-buah panah meleset dari sasarannya, pasti akan diikuti dengan panah kedua, ketiga dst. Syair di bawah ini sangat tepat untuk menggambarkan hal itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekiranya hanya sebuah panah niscaya akan dapat kuelakkan.&lt;br /&gt;Namun begitu satu meleset maka dua, tiga pun terbilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang mulia, membebaskan diri dari segala cela dan menghindar dari panah tipu daya setan adalah fase yang sangat menentukan dalam membentuk pribadi yang luhur dan terbina. Terutama bagi yang mencanangkan dirinya berada di jalur dakwah menuju Dienullah. Fase tersebut ibarat gerbang yang harus dilewati menuju pembentukan diri. Yakni membebaskan diri dari segala cela merupakan gerbang menuju pribadi mulia, yang akan membentuk akhlak dan tutur kata yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah menulis surat kepada para gubernur di seluruh wilayah kekuasaannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sampai ada perkara yang lebih penting un-tuk kamu perhatikan selain perkara dirimu! Sebab sekecil apapun dosa itu, tetap tidak pantas untuk disepelekan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memandang bahwa seluruh dosa, yang besar maupun yang kecil, tetap menjadi beban berat bagi diri. Pokoknya selama bumi masih berputar, Umar bin Abdul Aziz dan kaum salaf lainnya senatiasa menjaga diri dari segala dosa-dosa, yang besar maupun yang kecil. Se-orang penyair menitipkan pesan lewat sebuah syair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhkanlah dirimu dari segala dosa, yang besar mau-pun yang kecil, itulah hakikat takwa.&lt;br /&gt;Jalanilah kehidupan bagaikan orang yang me-nempuh jalan penuh onak dan duri, senantiasa berhati-hati dari bahaya yang dilihat.&lt;br /&gt;Janganlah engkau remehkan dosa sekalipun kecil, bukankah gunung yang menjulang tinggi berasal dari kerikil-kerikil kecil yang terhampar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kita mengingat keadaan kaum salaf rahimahumullah, lalu kita bandingkan dengan keadaan diri kita, semakin terkuaklah borok-borok diri. Kita teringat ucapan Abdul Aziz bin Abi Rawwad rahimahullah, ia berkata: "Setiap kali kita mengingat keadaan kaum salaf, maka akan kelihatan kekurangan kita." Bagaimana pula jika dibandingkan dengan keadaan kita yang hidup di zaman sekarang ini? Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semata kita memohon pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang sederhana ini kami akan menge-tengahkan kepada para pembaca beberapa panah-panah yang dilepaskan setan dan bala tentaranya yang diperankan oleh sebagian manusia, hingga mereka menjadi penyakit yang sering dikeluhkan masyarakat./&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANAH PERTAMA:&lt;br /&gt;NILAI KETAATAN YANG MEMUDAR DAN MELEMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita melihat seseorang sebut saja si Fulan yang meningkat nilai ketaatannya kepada ajaran agama, namun begitu tidak kelihatan (menghilang) beberapa waktu saja, tiba-tiba suatu hari kita dikejutkan dengan keadaan ketaatannya sudah jauh menurun. Sebagai contoh, lihatlah keadaan kaum muslimin di awal bulan Ramadhan (yang penuh dengan ibadah dan ketaat-an), kemudian bandingkan dengan keadaan mereka be-berapa hari atau beberapa bulan setelah Ramadhan berlalu, kita akan dapat melihat perbedaan yang amat mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memudar dan melemahnya nilai ketaatan adalah dengan meninggalkan ketaatan itu sendiri atau tidak mempertahankan keutuhan nilai-nilai agama di dalam diri berupa amal-amal shalih, akhirnya jatuh kepada perkara haram. Ada beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan de-ngan masalah ini, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Tidak Hati-hati Dalam Berbicara dan Berjanji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang yang mengeluhkan masalah ini. Masih sering kita jumpai seseorang yang membuat janji kepada saudaranya sesama muslim, namun ia tidak menaruh perhatian terhadap janjinya itu, bahkan sering kali ia langgar atau terlambat menepatinya. Lebih parah lagi kadang kala ia malah meniatkan melanggar perjan-jian itu tanpa mempedulikan akibatnya dan tanpa mem-perhitungkan pahala yang bakal diperoleh dari menepati janji. Lucunya terkadang ia malah menggerutu bila janji-janji itu ditepati sambil mengolok: "Apakah kita harus berlagak kebarat-baratan?" Apakah ia lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa menepati janji adalah salah satu keistimewaan kaum muslimin. Kalau tidak percaya, silakan buka lembaran-lembaran sejarah dan biografi tokoh-tokoh Islam dalam hal menepati janji. Perlu di-ketahui, ketika kaum muslimin meremehkan masalah ini, musuh-musuh Islam justru mencaploknya. Sehingga sangat disayangkan bila mereka mengambil intinya se-mentara kaum muslimin kebagian kulitnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Terburu-buru Dalam Memvonis Tanpa Cek dan Ricek (Tabayyun) Terlebih Dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak kita jumpai orang-orang yang menim-bang dengan dua timbangan (tidak fair dalam memvonis orang). Mereka membuat-buat tuduhan lalu menjatuhkan vonis secara keji. Jika ditanya tentang alasannya, tanpa malu-malu mereka berkata: "Begitulah dugaan saya!" "Kata orang demikian!" "Aku dengar orang-orang berkata begitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditanya tentang seseorang, ia langsung mem-vonis "Ia seorang ahli bid'ah!" atau yang lebih parah dari itu. Tanpa ragu ia memvonis fasik atau memvonis kafir orang lain. Jika engkau tanya: "Siapakah orang yang memberi tahu kamu hal ini, apa bukti kamu?" Ia akan terdiam seribu bahasa. Apakah mereka lupa atau tidak tahu bahwa tabayyun termasuk manhaj (prinsip) Ahlus Sunnah wal Jama'ah? Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada-mu orang fasik membawa suatu berita, maka perik-salah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengeta-hui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujurat: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat mengherankan bila musuh-musuh Islam dengan beragam tingkatannya dapat terhindar dari kebenciannya sementara saudara-saudaranya seiman tidak dapat terhindar dari itu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mereka itu mengingatkan saya kepada sindiran salah seorang tokoh salaf ketika mendapati seseorang mencela saudaranya seiman. Ia katakan kepada orang yang mencela itu: "Apakah engkau pernah memerangi pasukan Romawi?" "Belum!" jawabnya. "Apakah engkau pernah berperang melawan tentara Parsi?" tanya beliau lagi. "Belum!" jawabnya. Beliau lantas berkata: "Subha-nallah, musuh-musuh Allah dapat terhindar dari ganggu-anmu sementara saudaramu seiman tidak!?" Lalu beliau membacakan ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya." (Al-Maidah: 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah mereka mengetahui bahwa setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh ucapan-nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berlaku Aniaya Dalam Pertengkaran dan Tidak Memperhatikan Etika Dalam Berbeda Pendapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang begitu tertambat hatinya dengan sebuah pendapat. Kadangkala ia menetapkan wala' dan bara' atas dasar pendapat tersebut. Konsepnya me-ngatakan: "Jika kamu tidak bersamaku, maka engkau adalah musuhku!" Oleh sebab itu ia tidak mau berge-ming dari pendapat itu meskipun sejengkal, atau paling tidak mengatakan bahwa pendapatnya itu mungkin salah! Kadangkala ia mencampuri masalah niat dan menebak-nebak isi hati orang lain. Terkadang ia juga mendikte dengan apa yang sebenarnya tidak diyakini oleh seterunya itu, atau dengan cara-cara keji lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendengarkan Isu dan Kabar Dusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak kita temui orang yang suka mendengar kiri kanan, suka mendengar isu-isu dari setiap orang. Kemudian ia menyebarkan seluruh yang didengarkannya tanpa rasa takut dan bersalah. Kadang-kala sebuah berita dusta yang bersifat adu domba disampaikan kepada seseorang, lalu ia sebarkan berita itu seolah-olah sebuah kebenaran yang nyata. Realita yang sering kita temui pada hari ini cukup sebagai buk-tinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilah-pilih Amal Ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu memilih amalan-amalan ketaatan yang sesuai dengan dorongan hawa nafsunya saja. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang bijaksana adalah yang mengoreksi dirinya dan segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu pula, sebagian orang hanya meng-ikuti kebenaran yang sejalan dengan hawa nafsunya. Kalau tidak sejalan, maka ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat bersandar. Sebagian ulama salaf ada yang berkata: "Hawa nafsu dapat menjadi ilah yang disembah-sembah. Kemudian ia membaca ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menja-dikan hawa nafsunya sebagai ilahnya." (Al-Jatsiyah: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menelantarkan Urusan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memperhatikan pertumbuhan keluarga dan anak-anak sampai kepada kondisi yang diharapkan. Seringkali kita temui orang-orang yang sibuk dengan karirnya, sementara keluarga dan anak-anaknya tengge-lam dalam perbuatan dosa. Namun meskipun demikian, hatinya tidak tergerak untuk merubahnya. Dengan dingin ia berkata: "Ah sudahlah! Yang penting tidak mengganggu karirku." Kadangkala ia memergoki dengan mata kepalanya sendiri kemungkaran itu, tetapi ia diam seribu bahasa. Begitulah akibatnya jika sudah terlalu banyak berbuat dosa, kesadaran pun sulit tergugah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak Teguh Dalam Menghadapi Problematika Kehidupan, Cobaan dan Musibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemerlap kehidupan dunia kerapkali menyesatkan banyak manusia. Sedikit demi sedikit ia terseret ke dalam perbuatan haram. Tidak syak lagi, gemerlap dunia itu sangat kuat pengaruhnya dalam menurunkan nilai ketaatan seseorang, atau bahkan dapat menghilangkan nilai ketaatan itu dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah engkau lihat, seseorang yang keluar dari rumahnya demi mencari sesuap nasi, berbagai usaha pun dicobanya. Namun akhirnya ia terjerumus dalam praktek riba, hingga jadilah ia orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, seorang yang bergelimang berbagai kasus penipuan dalam usahanya. Dan masih banyak lagi perkara lain yang merupakan bentuk-bentuk melemahnya nilai ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengabaikan Hak-hak Persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, disana ada beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim kepada saudara-nya seiman. Hal itu sudah disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits beliau. Terkadang seseorang mengabaikan hak-hak tersebut, seakan-akan hak-hak persaudaran itu semata-mata ada jika menguntungkannya saja. Sering kita temui sebagian orang yang melihat saudaranya me-lakukan perbuatan maksiat dan dosa, namun ia bersikap acuh tak acuh saja. Atau ada seorang saudaranya seiman yang meminta nasihat dan pengarahan darinya, atau meminta bantuannya untuk menghilangkan kesulitan, atau kepentingan-kepentingan lainnya, namun ia tidak merespon hal itu sedikitpun, apalagi membantu melepas-kan saudaranya itu dari kesulitan! Tentu saja sikap semacam ini dapat mencederai nilai ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita di atas sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat kita jadikan barometer dalam mengukur nilai ketaatan yang ada di dalam diri. Semakin banyak hak persaudaraan yang kita abaikan, semakin lemah pula nilai ketaatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor Penyebab Melemah dan Memudarnya Nilai Ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Godaan-godaan Setan Terhadap Umat Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya masing-masing orang menyadari bahwa selama hayat dikandung badan ia senantiasa berada dalam kancah peperangan melawan setan. Setiap jalan-jalan kebaikan yang ditempuhnya, ia pasti berhadapan dengan setan yang siap menghadang. Simaklah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya setan senantiasa siap menghadang bani Adam dalam setiap langkah yang ditempuh-nya. Bila ia menempuh jalan Islam, maka setan akan menggoda seraya berkata: 'Apakah engkau sudi meninggalkan ajaran nenek moyangmu dengan menempuh jalan Islam?' Namun seorang hamba Allah sejati tidak akan menghiraukan godaan itu dan tetap menempuh jalan Islam. Bila ia menempuh jalan hijrah, maka setan akan datang menggoda seraya berkata: 'Apakah engkau sudi meninggalkan kampung halaman tercinta dengan nekad berhijrah?' Namun ia pun tidak menghiraukan godaan itu dan tetap berhijrah. Bila ia menempuh jalur jihad, maka setan akan datang menggoda seraya berkata: 'Jika engkau masih membandel tetap ikut berjihad, niscaya engkau akan terbunuh, istrimu akan dinikahi orang dan hartamu akan dibagi-bagikan! Namun ia menepis godaan itu dan tetap pergi berjihad." (HR. An-Nasaai dan Ahmad dalam musnadnya dari Sabrah bin Abi Fakih radhiyallahu 'anhu secara marfu')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa kancah peperangan ini sangat berat dan melelahkan, ditebarkan oleh setan dan bala tentaranya di mana-mana. Maka hendaklah kita benar-benar siap menghadapinya. Setan, hawa nafsu, angkara murka dan godaan dunia siap menjerat setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, diriku dihujam dengan empat anak panah,&lt;br /&gt;yang tiada henti-henti melesat dari busurnya meng-hujam diriku.&lt;br /&gt;Yaitu iblis, dunia, ambisi diri dan hawa nafsu.&lt;br /&gt;Wahai Rabbku, hanya Engkau jualah yang kuasa menyelamatkan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sudah seyogyanya kita selalu waspada terhadap segala tipu daya setan. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah." (Fushshilat: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa pada detik ini kamu tengah berperang melawan setan, janganlah sampai engkau dipecundanginya. Hati-hatilah terhadap tipu daya setan, janganlah sampai mengicuh dirimu. Sesungguhnya tipu daya setan itu sangat lemah wahai saudaraku! Dengarlah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh sebab itu, perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah." (An-Nisa': 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kurang Memahami dan Mengetahui Urgensi Menjaga Nilai Ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita temui sebagian orang yang melakukan berbagai bentuk perbuatan dosa dan maksiat. Namun lucunya ia masih mengaku-aku sebagai seorang multa-zim (orang yang menjaga nilai ketaatan). Ia sebenarnya tidak memahami dan tidak mengerti hakikat iltizam (menjaga nilai ketaatan). Sebab hakikat iltizam adalah melaksanakan amalan-amalan ketaatan dan menjauhi perkara yang diharamkan. Oleh sebab itu pula sering kita mendengar selentingan pertanyaan dalam momen-momen tertentu seperti ceramah, pengajian dll yang berbunyi: "Saya adalah seorang pemuda 'baik-baik', selalu mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji, namun aku masih suka mendengarkan musik, atau aku masih suka melabuhkan kain sampai di bawah mata kaki (isbal), atau aku masih suka melihat perkara yang diharamkan untuk dilihat, atau perbuatan dosa lainnya. Bagaimana menurut Anda wahai saudaraku? Seolah-olah sikonnya berkata: "Jika air sudah mencapai dua qullah, niscaya tidak akan menjadi najis karena kotoran, yaitu selama aku dalam keadaan demikian, aku tetap tergolong orang 'baik-baik', meskipun dosa dan maksiat itu selalu kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali tidak! Engkau tetap tertuntut untuk meninggalkan perbuatan dosa itu, engkau harus menjauhkan diri dari dosa-dosa itu sejauh-jauhnya. Dan hendaknya engkau memasang tekad yang kuat untuk itu, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan jangan mudah menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemudi mengadukan halnya: "Aku adalah seorang gadis 'baik-baik' , namun aku masih sering ber-khalwat dengan sopir pribadiku di dalam mobil atau dalam rumah." Bagaimanakah pendapat Anda tentang masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tandaskan bahwa perbuatan seperti itu jelas melanggar rambu syariat. Sedangkan iltizam yang hakiki mengharuskannya untuk meninggalkan pelanggaran-pelanggaran syariat semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lingkungan yang Jauh dari Nilai-nilai Ketaatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala seseorang yang iltizam tumbuh di tengah-tengah lingkungan yang jauh dari nilai-nilai ketaatan. Kadangkala ia hanya bisa diam melihat dosa dan maksiat yang ada di sekitarnya, lebih parah lagi terkadang ia terpengaruh dengan dosa dan maksiat itu. Sebagaimana yang disebutkan dalam pepatah ' alah bisa karena biasa', jika sudah terlalu sering menyaksikan perbuatan dosa, akhirnya terpengaruh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya bukan secara seporadis merubah pelanggaran-pelanggaran syariat yang dilihatnya di dalam rumah. Sebab cara seperti itu akan membuahkan hasil yang mengecewakan. Beberapa pemuda semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mencurahkan taufik kepadanya dan kepada kita semua- terlalu terburu-buru dalam bertindak, begitu ia mendapat hidayah, langsung saja ia datangi keluarganya seraya menyeru: "Kalian semua tahu atau tidak bahwa perkara ini dan ini haram tidak boleh dilakukan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan enteng keluarganya menjawab sebagaimana yang dilantunkan seorang penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian katakan ini dan itu tidak boleh kami laku-kan.&lt;br /&gt;Siapakah kalian, hingga kalian bisa berkata ini dan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah kamu seorang anak kecil baru lahir kemarin, masih bau kencur? kok tiba-tiba saja menjadi mufti di dalam rumah, tunggu dulu janganlah tergesa-gesa!" demikian sindir keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya masalahnya tidak akan selesai dengan mengunci mulut tidak bereaksi, dan tidak pula dengan cara seporadis seperti itu. Sebagian orang berang-gapan bahwa solusinya adalah dengan meninggalkan rumah (minggat), tentu saja ini merupakan cara yang keliru, sebab minggat dari rumah tidak akan menyelesai-kan masalah (bahkan akan menambah masalah). Beda halnya jika dengan meninggalkan rumah, kondisi akan berubah menjadi lebih baik. Namun biasanya cara seperti itu justru akan menambah berat jalan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau melihat sebuah kemungkaran (khu-susnya di dalam rumah sendiri), maka siapkanlah senjata pamungkas yang membuat mereka tidak bisa berkutik, tidak bisa berdalih ini dan itu. Hendaklah engkau menyi-apkan petuah alim ulama yang terpandang mengenai bahaya kemungkaran itu. Atau dapat juga engkau siapkan fatwa ulama, kitab agama, kaset ceramah, buletin-buletin dan lain sebagainya. Kemudian engkau persilakan mereka sendiri yang mendengar dan mem-bacanya. Sebab terkadang mereka belum menemukan cara yang tepat untuk meninggalkan perbuatan mungkar itu. Banyak pemuda yang terhimpit problematika seperti ini, dengan menerapkan cara di atas banyak membuah-kan hasil-hasil positif yang menggembirakan. Walham-dulillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Musibah dan Cobaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang berubah jalur hidupnya akibat musibah dan cobaan yang menimpa. Terkadang musibah dan cobaan itu datang dari orang lain atau karena akibat tingkahnya sendiri. Muslim yang sejati adalah yang bertambah ketaatannya setiap musibah dan cobaan datang menerpa. Adakah musibah dan cobaan yang lebih besar dari yang diterima Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sahabat-sahabat beliau? Coba buka kembali sejarah peperangan Ahzab! Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini yang menggambarkan betapa berat cobaan yang dialami mereka, sehingga sulit diungkapkan dengan kata-kata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sam-pai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncang-kan (hatinya) dengan goncangan yang sangat." (Al-Ahzab: 10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan bagaimana keadaan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keti-ka itu, hamba yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, apakah dengan cobaan yang demikian nilai ketaatan mereka merosot? Apakah pupus iman mereka kepada Allah? Ma'adzallah sekali-kali tidak! namun kita ucapkan seba-gaimana yang diucapkan hamba-hamba yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata:"Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan." (QS. Al-Ahzab: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terlalu Banyak Beban Kehidupan yang Dipikul dan Terlalu Berat Serta Panjang&lt;br /&gt;Perjalanan yang Dilalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya katakan bahwa sebagian orang ada yang membebankan dirinya di luar kapasitas normal, hingga ia sendiri tidak sanggup memikulnya. Kadang ia lupa bahwa perjalanannya masih panjang. Kita dapati ia mencampuri dan menggeluti hampir semua bidang. Sibuk mengurus ini dan itu. Sampai-sampai ia mengabai-kan perkara-perkara wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah pernah engkau jumpai seorang yang punya ambisi besar, setiap celah yang bisa dimanfaatkan, pasti dimasukinya! Namun begitu selesai dari segala aktifitasnya itu, staminanya menurun, akhirnya terkapar tiada berdaya, tenggelam dalam tidur yang pulas. Terka-dang ia melalaikan kewajiban-kewajibannya. Padahal yang dituntut adalah menyucikan jiwa dengan berbuat taat. Lebih parah lagi, terkadang ia melalaikan shalat fajar, tentu saja ia juga melalaikan doa-doa sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kita beramal sesuai dengan kemampuan yang ada. Ikutilah petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Amal yang paling dicintai Allah adalah yang ber-kesinambungan meskipun sedikit." (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengaruh Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh orang tua sangat besar terhadap pertum-buhan anak-anaknya. Mereka dapat menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya nilai ketaatan. Apalagi jika si ayah jauh dari tuntunan agama. Kadangkala seorang anak tumbuh di atas bimbingan agama yang baik, ia menampik perkara-perkara yang dilarang agama. Namun sayangnya si ayah berusaha menghalanginya. Si ayah menyediakan segala fasilitas untuk memperdaya anaknya itu, tentu saja lambat laun si anak akan terpengaruh hingga melemahlah nilai ketaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak Ada Kontrol dan Motivasi dari Orang Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita keluhkan tidak adanya waskat (pengawasan melekat) antara sesama pemuda ketika gejala-gejala penyakit ini muncul (maksudnya penyakit melemahnya gairah beramal). Berapa banyak orang yang bertekad untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, namun sangat sedikit yang mau peduli dengan kesungguhannya itu. Kontrol dan suntikan motivasi ini sangat urgen, sebab seorang pemuda biasanya memiliki masa lalu yang selalu diingatnya. Jika terbayang kembali masa lalunya itu, setan akan segera menggodanya untuk kembali seperti yang dulu. Kemudian datanglah bala tentara setan yang diperankan manusia-manusia iblis, menakut-nakutinya dengan bayangan masa lalunya itu. Bahkan terkadang mengancamnya bila ia tidak seperti yang dulu, mereka akan membongkar boroknya di hadapan orang banyak! Pada saat-saat seperti itu, ia tidak menemukan orang shalih dan istiqamah yang memberikan motivasi kepadanya. Sehingga ia terpengaruh bisikan bala tentara iblis tadi, akhirnya ia kembali kepada masa lalunya yang kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala mereka menyeretnya ke dalam kemu-nafikan, dengan membisikkan ke telinganya: "Tetaplah engkau seperti ini secara lahir. Dan secara batin engkau dengan perbuatanmu seperti itu sehingga engkau pasti bersama orang-orang jahat juga nantinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita temui cara yang kurang tepat, yaitu nasihat pertama yang kita sampaikan kepada mereka adalah: "Hati-hati dengan si 'Fulan', jangan sekali-kali kamu mendekatinya! Menurut pandangan saya, cara seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan secara tidak disadari kita telah membantu setan untuk menyesatkan si 'Fulan' itu. Jarang sekali kita temui nasihat yang berbunyi: "Wahai saudaraku, hendaklah engkau menemani si Fulan dan membimbingnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman saya pada suatu hari mengadu bahwa ia baru saja keluar dari penjara, dan ia telah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dengan tegas ia katakan: "Apakah ada seorang teman yang shalih yang sudi membimbingku? Apakah ada pendamping yang shalih yang bersedia duduk bersamaku? Saya menjawab: "Tentu saja ada!" Namun dengan memelas ia berkata: "Akan tetapi mereka semuanya menjauh dariku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita biarkan dia begitu saja, berarti kita mem-biarkan dia menjadi mangsa setan dan menjadi bala tentaranya. Jika Allah Subhanahu wa Ta'ala menyukai orang-orang yang bertaubat, mengapakah kita tidak menyukai mereka? Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, sesungguhnya Allah sangat senang dengan taubat hamba-Nya melebihi senangnya sese-orang di antara kamu yang menemukan kembali ontanya yang hilang di padang luas." (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas'ud dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memang menyukai orang-orang yang bertau-bat, mengapakah kita tidak membimbing mereka kepada jalan kebenaran dan hidayah serta ketaatan? Sudah selayaknya kita menuntun mereka untuk berbuat taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita semua pernah mendengar kisah seorang yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa, kemudian bertanya di manakah orang yang paling alim di muka bumi? Ia pun ditunjukkan kepada seorang rahib (pendeta). Ia pun bertanya kepada pendeta itu, apakah masih terbuka pintu taubat baginya, sementara ia telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa? Pendeta itu menjawab: "Tidak!" Maka ia pun membunuh pendeta itu sehingga genaplah seratus jiwa yang telah dibunuhnya. Lalu ia bertanya lagi, di manakah orang yang paling alim di muka bumi? Ia pun ditunjukkan kepada seorang ulama. Ia bertanya kepada ulama itu, apakah masih terbuka pintu taubat baginya, sementara ia telah membunuh seratus jiwa? Ulama itu menjawab: "Ya, siapakah yang menghalangimu dari pintu taubat?" Ulama itu telah memberikan lampu hijau kepadanya untuk menorehkan lembaran baru dalam hidupnya. Ulama itu berkata: "Pergilah engkau ke negeri A, di sana terdapat orang-orang shalih yang senantiasa mengesakan Allah shallallahu 'alaihi wasallam dalam beribadah, ikutilah mereka!" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya orang itu menolak pergi ke negeri A tersebut, maka tidak ada pilihan baginya kecuali kembali kepada lingkungannya yang rusak. Namun takdir Allah shallallahu 'alaihi wasallam menentukan lain, orang itu mati di tengah perjalanan menuju ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu wahai saudaraku, apabila datang seorang yang benar-benar ingin bertaubat, hendaklah kita bergembira dengan taubatnya itu. Namun masih saja ada yang mencibir: "Taubatnya belum seratus persen!" Kepada mereka saya katakan: "Wahai saudara-ku, barangkali ia masih khawatir atau takut kepada sebagian orang!" Atau masih saja ada yang mencemooh: "Ia baru kemarin meninggalkan alam maksiat, aku khawatir ia masih menyimpan sesuatu!" Dan masih ba-nyak lagi komentar-komentar lainnya, seperti: "Jangan-jangan ia nanti mengambil hartaku lalu minggat!" Apakah ini yang kau inginkan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti itu bersumber dari piciknya pan-dangan. Yaitu ketika pertama kali engkau berkenalan dengan seseorang langsung saja engkau tumpahkan segala uneg-unegmu kepadanya. Tahan dulu, jangan terburu-buru! Sebab bukan seperti itu caranya, akan tetapi hendaklah engkau teguhkan ia di atas ketaatan terlebih dulu, engkau luruskan dan engkau tuntun tangannya hingga timbul kepercayaan dirinya dan setelah itu ia dapat kembali ke daerahnya sebagai da'i kepada agama Allahsh shallallahu 'alaihi wasallam ./&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANAH KEDUA:&lt;br /&gt;PENYAKIT UJUB TERHADAP DIRI SENDIRI DAN AMAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ulama salaf pernah berkata: "Seorang yang ujub akan tertimpa dua kehinaan, akan terbongkar kesalahan-kesalahannya dan akan jatuh martabatnya di mata manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ahli hikmah berkata: "Ada seorang yang terkena penyakit ujub, akhirnya ia tergelincir dalam kesalahan karena saking ujubnya terhadap diri sendiri. Ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari orang itu, ketika ia berusaha jual mahal dengan kemampuan dirinya, maka Imam Syafi'i pun memban-tahnya seraya berseru di hadapan khalayak ramai: "Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri seca-ra berlebihan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjatuhkan mar-tabatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi Ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terkena penyakit ujub akan meman-dang remeh dosa-dosa yang dilakukannya dan mengang-gapnya bagai angin lalu. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita dalam sebuah hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisyr Al-Hafi mendefenisikan ujub sebagai berikut: "Yaitu menganggap hanya amalanmu saja yang banyak dan memandang remeh amalan orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali gejala paling dominan yang tampak pada orang yang terkena penyakit ujub adalah sikap suka melanggar hak dan menyepelekan orang lain. Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah meringkas defenisi ujub sebagai berikut: "Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri hingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi saudaranya itu lebih wara' dari perkara haram dan lebih suci jiwanya ketimbang dirinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: "Iblis jika ia dapat melumpuhkan bani Adam dengan salah satu dari tiga perkara ini: ujub terhadap diri sendiri, menganggap amalnya sudah banyak dan lupa terhadap dosa-dosanya. Dia berkata: "Saya tidak akan mencari cara lain." Semua perkara di atas adalah sumber kebinasaan. Berapa banyak lentera yang padam karena tiupan angin? Berapa banyak ibadah yang rusak karena penyakit ujub? Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa seorang lelaki berkata: "Allah tidak akan mengampuni si Fulan! Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala pun berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang lancang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni Fulan?! Sungguh Aku telah mengampuninya dan menghapus amalan-mu!" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal shalih itu ibarat sinar dan cahaya yang terka-dang padam bila dihembus angin ujub!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor Lingkungan dan Keturunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu keluarga dan lingkungan tempat seseorang itu tumbuh. Seorang insan biasanya tumbuh sesuai dengan polesan tangan kedua orang tuanya. Ia akan menyerap kebiasaan-kebiasaan keduanya atau salah satunya yang positif maupun negatif, seperti sikap senang dipuji, selalu menganggap diri suci dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sanjungan dan Pujian yang Berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanjungan berlebihan tanpa memperhatikan etika agama dapat diidentikkan dengan penyembelihan, seba-gaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits. Sering kita temui sebagian orang yang terlalu berlebihan dalam memuji hingga seringkali membuat yang dipuji lupa diri. Masalah ini akan kami bahas lebih lanjut pada bab berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bergaul Dengan Orang yang Terkena Penyakit Ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak syak lagi bahwa setiap orang akan melatahi tingkah laku temannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan teman yang shalih dan teman yang jahat adalah seperti orang yang berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman akan membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kufur Nikmat dan Lupa Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak nikmat yang diterima seorang hamba, tetapi ia lupa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberinya nikmat itu. Sehingga hal itu menggiringnya kepada penyakit ujub, ia membanggakan dirinya yang sebenarnya tidak pantas untuk dibanggakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menceritakan kepada kita kisah Qarun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". (Al-Qashash: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menangani Suatu Pekerjaan Sebelum Matang Dalam Menguasainya dan&lt;br /&gt;Belum Terbina Dengan Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, pada hari ini kita banyak mengeluhkan problematika ini, yang telah banyak menimbulkan berbagai pelanggaran. Sekarang ini banyak kita temui orang-orang yang berlagak pintar persis seperti kata pepatah 'sudah dipetik sebelum matang'. Berapa banyak orang yang menjadi korban dalam hal ini! Dan itu termasuk perbuatan sia-sia. Yang lebih parah lagi adalah seorang yang mencuat sebagai seorang ulama padahal ia tidak memiliki ilmu sama sekali. Lalu ia berkomentar tentang banyak permasalahan, yang terkadang ia sendiri jahil tentang hal itu. Namun ironinya terkadang kita turut menyokong hal seperti ini. Yaitu dengan memperkenalkannya kepada khalayak umum. Padahal sekarang ini, masyarakat umum itu ibaratnya seperti orang yang menganggap emas seluruh yang berwarna kuning. Kadangkala mereka melihat seorang qari yang merdu bacaannya, atau seorang sastrawan yang lihai berpuisi atau yang lainnya, lalu secara membabi buta mereka mengambil segala sesuatu dari orang itu tanpa terkecuali meskipun orang itu mengelak seraya berkata: "Aku tidak tahu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa bermain-main dengan sebuah pemikiran lebih berbahaya daripada bermain-main dengan api. Misalnya beberapa orang yang berse-pakat untuk memunculkan salah satu di antara mereka menjadi tokoh yang terpandang di tengah-tengah kaumnya, kemudian mengadakan acara penobatannya dan membuat-buat gelar yang tiada terpikul oleh siapa pun. Niscaya pada suatu hari akan tersingkap kebobrok-annya. Mengapa!? Sebab perbuatan seperti itu berarti bermain-main dengan pemikiran. Sepintas lalu apa yang mereka ucapkan mungkin benar, namun lambat laun masyarakat akan tahu bahwa mereka telah tertipu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jahil dan Mengabaikan Hakikat Diri (Lupa Daratan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya seorang insan benar-benar merenungi dirinya, asal-muasal penciptaannya sampai tumbuh men-jadi manusia sempurna, niscaya ia tidak akan terkena penyakit ujub. Ia pasti meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar dihindarkan dari penyakit ujub sejauh-jauhnya. Salah seorang penyair bertutur dalam sebuah syair yang dituju-kan kepada orang-orang yang terbelenggu penyakit ujub:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang yang pongah dalam keangkuhannya.&lt;br /&gt;Lihatlah tempat buang airmu, sebab kotoran itu selalu hina.&lt;br /&gt;Sekiranya manusia merenungkan apa yang ada dalam perut mereka, niscaya tidak ada satupun orang yang akan menyombongkan dirinya, baik pemuda maupun orang tua.&lt;br /&gt;Apakah ada anggota tubuh yang lebih dimuliakan selain kepala?&lt;br /&gt;Namun demikian, lima macam kotoranlah yang keluar darinya!&lt;br /&gt;Hidung beringus sementara telinga baunya tengik.&lt;br /&gt;Tahi mata berselemak sementara dari mulut mengalir air liur.&lt;br /&gt;Hai bani Adam yang berasal dari tanah, dan bakal dilahap tanah,tahanlah dirimu (dari kesombongan), karena engkau bakal menjadi santapan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair ini mengingatkan kita pada asal muasal penciptaan manusia dan keadaan diri mereka serta kesu-dahan hidup mereka. Maka apakah yang mendorong mereka berlagak sombong? Pada awalnya ia berasal dari setetes mani hina, kemudian akan menjadi bangkai yang kotor sedangkan semasa hidupnya ke sana ke mari membawa kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berbangga-bangga Dengan Nasab dan Keturunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang insan terkadang memandang mulia diri-nya karena darah biru yang mengalir di tubuhnya. Ia menganggap dirinya lebih utama dari si Fulan dan Fulan. Ia tidak mau mendatangi si Fulan sekalipun ber-kepentingan. Dan tidak mau mendengarkan ucapan si Fulan. Tidak syak lagi, ini merupakan penyebab utama datangnya penyakit ujub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kisah pada zaman kekhalifahan Umar radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa ketika Jabalah bin Al-Aiham memeluk Islam, ia mengunjungi Baitullah Al-Haram. Sewaktu tengah melakukan thawaf, tanpa sengaja se-orang Arab badui menginjak kainnya. Tatkala mengetahui seorang Arab badui telah menginjak kainnya, Jabalah langsung melayangkan tangannya memukul si Arab badui tadi hingga terluka hidungnya. Si Arab badui itu pun melapor kepada Umar radhiyallahu 'anhu mengadukan tindakan Jabalah tadi. Umar radhiyallahu 'anhu pun memanggil Jabalah lalu ber-kata kepadanya: "Engkau harus diqishash wahai Jabalah!" Jabalah membalas: "Apakah engkau menjatuhkan hukum qishash atasku? Aku ini seorang bangsawan se-dangkan ia (Arab badui) orang pasaran!" Umar radhiyallahu 'anhu menjawab: "Islam telah menyamaratakan antara kalian berdua di hadapan hukum!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah engkau ketahui bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah meninggikan derajat Salman seorang pemuda Parsi&lt;br /&gt;Dan menghinakan kedudukan Abu Lahab ka-rena syirik yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jabalah tidak mendapatkan dalih untuk melepaskan diri dari hukuman, ia pun berkata: "Berikan aku waktu untuk berpikir!" Ternyata Jabalah melarikan diri pada malam hari. Diriwayatkan bahwa Jabalah ini akhirnya murtad dari agama Islam, lalu ia menyesali perbuatannya itu. Wal 'iyadzubillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berlebih-lebihan Dalam Memuliakan dan Menghormati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali inilah hikmahnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang sahabat-sahabat beliau untuk berdiri menyambut beliau. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang suka agar orang-orang berdiri menyambutnya, maka bersiaplah dia untuk menempati tempatnya di Neraka." (HR. At-Tirmidzi, beliau katakan: hadits ini hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu berdiri menyambut seseorang seperti yang dilakukan orang Ajam (non Arab) sesama mereka." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Lengah Terhadap Akibat yang Timbul dari Penyakit Ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya seorang insan menyadari bahwa ia hanya menuai dosa dari penyakit ujub yang menjangkiti dirinya dan menyadari bahwa ujub itu adalah sebuah pelanggaran, sedikitpun ia tidak akan kuasa bersikap ujub. Apalagi jika ia merenungi sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seluruh orang yang sombong akan dikumpulkan pada hari Kiamat bagaikan semut yang diinjak-injak manusia." Ada seseorang yang bertanya: "Wahai Rasulullah, bukankah seseorang itu ingin agar baju yang dikenakannya bagus, sandal yang dipakainya juga bagus?" Rasulullah menjawab: "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan, hakikat sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain." (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, awal hadits berbunyi: "Tidak akan masuk Surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan dalam hatinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jatuh dalam jerat-jerat kesombongan, sebab ujub merupakan pintu menuju kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dijauhkan dari pertolongan ilahi. Allah shallallahu 'alaihi wasallam berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang berjihad (untuk mencari keri-dhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (Al-Ankabut: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terpuruk dalam menghadapi berbagai krisis dan cobaan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cobaan dan musibah datang menerpa, orang-orang yang terjangkiti penyakit ujub akan berteriak: 'Oii teman-teman, carilah keselamatan masing-masing!' Berbeda halnya dengan orang-orang yang teguh di atas perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala , mereka tidak akan melanggar rambu-rambu, sebagaimana yang dituturkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang mampu lari dari hari kematian?&lt;br /&gt;Bukankah hari kematian hari yang telah ditetap-kan?&lt;br /&gt;Bila sesuatu yang belum ditetapkan, tentu aku dapat lari darinya.&lt;br /&gt;Namun siapakah yang dapat menghindar dari takdir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dibenci dan dijauhi orang-orang. Tentu saja, seseorang akan diperlakukan sebagaimana ia memperla-kukan orang lain. Jika ia memperlakukan orang lain dengan baik, niscaya orang lain akan membalas lebih baik kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghor-matan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (An-Nisa': 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seseorang kerap kali meremehkan orang lain, ia menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya. Tentu saja tidak ada orang yang senang kepadanya. Sebagaimana kata pepatah 'Jika engkau menyepelekan orang lain, ingatlah! Orang lain juga akan menyepelekanmu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Azab dan pembalasan cepat ataupun lambat. Se-orang yang terkena penyakit ujub pasti akan merasakan pembalasan atas sikapnya itu. Dalam sebuah hadits dise-butkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari Kiamat." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman ini dirasakannya di dunia akibat sifat ujub. Seandainya ia lolos dari hukuman tersebut di du-nia, yang jelas amalnya pasti terhapus. Dalilnya adalah hadits yang menceritakan tentang seorang yang bersumpah atas nama Allah bahwa si Fulan tidak akan diampuni, ternyata Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni si Fulan dan menghapus amalnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu kita harus berhati-hati dari sifat ujub ini, dan hendaknya kita memberikan nasihat kepada orang-orang yang terkena penyakit ujub ini, yaitu orang-orang yang menganggap hebat amal mereka dan menyepelekan amal orang lain./&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANAH KETIGA:&lt;br /&gt;SANJUNGAN YANG MENGHANYUTKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ats-Tsauri menuturkan: "Apabila engkau bukan termasuk orang yang takjub terhadap diri sendiri, hal lain yang perlu diingat ialah; hindarilah sifat senang disanjung orang." Maksudnya bukan orang lain tidak boleh memuji perbuatanmu itu, tetapi janganlah kamu meminta pujian dari orang lain. Hendaknya engkau selalu berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala (dengan selalu mengingatnya-pent). Dalam sebuah hadits disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala, meskipun menimbulkan kemarahan manusia, niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meridhainya dan akan membuat manusia ridha terhadapnya. Dan barangsiapa yang mencari kesenangan manusia, hingga membuat Allah murka maka Allah murka kepadanya dan membuat manusia murka terhadapnya." (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam suatu riwayat: Dua orang yang memu-jinya akan balik mencelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ats-Tsauri berkata: Dalam kategori ini: Engkau menginginkan mereka memuliakanmu dan senang jika engkau mendapat kehormatan dan kedudukan di hati mereka. Menurut hemat saya korban panah macam ini banyak sekali tapi mereka bermacam-macam bentuknya, yang sebagian tidak begitu tampak karena sebagian orang memahami pujian hanya dari satu sisi saja dan melupakan sisi yang lain, di antaranya juga ada yang datang dari sisi senang dipuji oleh orang lain lewat perkataan. Dan banyak orang ingin membaca kehebatan bola ghoh orang yang memujinya samapi-sampai ada yang menunjukkan bahwa pujian-pujian itu adalah memang bukti nyata keadaan orang yang dipujinya seolah-olah dia mengatakan seperti apa yang dikatakan seorang laki-laki yang berdiri di depan Musailamah Alkadzab yang mengaku-aku sebagai nabi, Musailamah berkata kepadanya: "Aku lebih tahu apa yang ada dalam hatimu!" Orang itu berkata kepadanya: "Aku juga tahu apa yang ada di dalam hatimu!" "Apa itu!" sergah Musailamah. Orang itu menjawab: "Demi Allah, aku tahu sebenarnya engkau menyadari bahwa sesungguh-nya aku mengetahui engkau adalah seorang pendusta!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, hendaknya seseorang menyederhanakan bahasa dan tutur katanya. Jangan sampai lisannya menjadi batu sandungan bagi dirinya, sebab dosa yang dituai lisan pada umumnya dari hal semacam ini. Seandainya orang yang senang dipuji selalu ingat (bahaya yang timbul dibalik pujian), niscaya ia menyadari bahwa dialah yang paling mengetahui akan kelemahan dirinya sendirinya. Namun manusia itu selalu lupa, mudah terpedaya dan suka berpaling dari nasihat orang lain yang mengajarkan kepadanya etika pergaulan dan nilai-nilai agama. Seorang ahli hikmah bertutur dalam syairnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang jahil yang terbuai dengan sanjungan meng-hanyutkan&lt;br /&gt;Kejahilan orang yang menyanjungmu jangan sampai menguasai kesadaranmu akan kadar dirimu&lt;br /&gt;Pujian dan sanjungan itu ia ucapkan tanpa sepe-ngetahuannya tentang hakikat dirimu&lt;br /&gt;Dirimulah yang lebih mengetahui tentang baik buruknya dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya kesadaran itu belum juga tumbuh, maka simaklah penuturan Al-Fudhail bin 'Iyadh yang telah meletakkan kaidah untuk mengetahui kadar diri, beliau berkata: "Di antara tanda-tanda orang munafik adalah senang dipuji atas sesuatu yang tidak ada pada dirinya, benci celaan atas kejelekan yang ada pada dirinya, dan marah terhadap orang yang mengoreksi kekurangan-nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah introspeksi dirimu wahai saudaraku! Sekiranya seseorang datang secara pribadi berkata: "Saya melihat kekuranganmu ini dan ini", apakah wajah-mu lantas memerah lalu engkau memakinya, engkau tetap tidak bergeming dari kekurangan itu! Bahkan mengomel sambil berkomat-kamit mengucapkan laa haula wala quwwata illa billah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah engkau berkata: "Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kekuranganku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau akan dapati orang tersebut menjadi korban sanjungan menghanyutkan itu. Seandainya seseorang menyanjungnya, hatinya langsung berbunga-bunga, girang-gembira dan tenggelam dalam khayalan-khayalan indah. Mengapa? Sebab dirinya akan terbuai dengan sanjungan itu. Namun jika datang orang lain yang mena-sihatinya, sikapnya langsung berubah aneh, dadanya menjadi sempit, langsung ditimpalinya dengan omelan panjang, dan keluar kata-kata keji lagi kasar dari lisan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala banyak menutupi kesalahan-kesalahan kita, dan itu merupakan nikmat yang sangat besar. Setiap orang tentu lebih tahu tentang rahasia dirinya sendiri daripada orang lain. Pujian orang lain kepada kita hanyalah jaring-jaring godaan yang dilemparkan setan untuk menjerat diri kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita dari godaan setan dan perangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama salaf bernama Khalid bin Shafwan rahimahullah banyak menyelidiki psikologis bani Adam, ia berkata: "Berapa banyak orang yang terpedaya dengan sitrullah (tirai Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menutupi kesalahan manu-sia) dan tergoda dengan sanjungan orang. Maka jangan sampai kejahilan orang yang menyanjungmu menguasai kesadaranmu akan kadar dirimu. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan kita termasuk golongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis pujian lainnya adalah memuji diri sendiri atas kekurangan yang ada padanya. Ini termasuk rekomen-dasi terhadap diri sendiri. Sebagian orang sengaja memuji diri sendiri di hadapan orang banyak. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu menganggap diri kamu suci" (An-Najm: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perbuatan tadi termasuk menganggap suci diri sendiri. Rabbah Al-Qaisi pernah ditanya: "Apakah yang dapat merusak amalan seseorang?" Beliau menja-wab: "Sanjungan orang dan lupa terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberi nikmat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aneh orang yang memuji dirinya sendiri&lt;br /&gt;Namun tidak menyadari bahwa pujiannya itu sendiri adalah kekurangan dirinya&lt;br /&gt;Seorang pemuda memuji diri atas kekurangan yang ada padanya,&lt;br /&gt;menyebut-nyebut aibnya sendiri hingga diketahui kejelekannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang muslim menjauhi perbuatan seperti ini. Ada lagi yang lebih aneh, sebagian orang yang telah dijangkiti sifat ujub membongkar rahasianya sendiri dengan mencela diri sendiri di hadapan orang lain. Mereka menyangka bahwa perbuatan seperti itu akan melahirkan anggapan baik orang lain terhadap mereka, bahwa mereka jauh dari sifat ujub dll. Sungguh mereka tidak menyadari bahwa sifat tawadhu' merupakan karunia ilahi tidak dapat dibuat-buat seperti itu. Barangsiapa yang mencela dirinya sendiri di hadapan orang banyak, sebenarnya ia telah memuji dirinya, dan yang demikian itu termasuk tanda-tanda riya' sebagaimana yang dituturkan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah aneh adalah sikap sebagian orang mencela kanan kiri seolah-olah bertindak sebagai wasit (penengah). Padahal sebenarnya ia tidak menengahinya. Ia tidak menasihati orang itu karena takut akan membakar kemarahannya, dan tidak pula memujinya karena khawatir akan ditentang orang banyak. Tetapi ia menyebut kekurangan orang lain. Sebenarnya perbuatan-nya itu adalah pujian atas dirinya sendiri. Dan ia pun sebenarnya tidak menyebutkan penyimpangan yang ada pada saudaranya itu, namun ia cela si Umar sebagai orang yang lugu, si Zaid sebagai pemalas dan lain sebagainya. Dengan itu jiwanya pun menjadi puas dan senang. Realita seperti ini sangat cocok dengan ucapan Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah: "Sesungguhnya di antara ciri-ciri orang munafik adalah senang jika mendengar aib saudaranya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, apabila kaum salaf mendengar aib salah seorang saudaranya dibeberkan di hadapannya, ia akan marah. Ia akan lihat terlebih dahulu apakah hal itu memang benar atau tidak! Dan kadangkala mereka menegur orang yang membeberkan dan menyuruhnya untuk menyebutkan langsung hal itu kepada yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagia orang yang dapat menjaga diri dari panah-panah setan tersebut. Selalu mengoreksi diri dan menyadari kekurangan dirinya. Lalu menyadari bahwa seberapapun banyak amal yang dikerjakannya, tetap kecil dibandingkan dengan kewajiban bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat-nikmat yang telah tercurah kepadanya. Hendaklah selalu kita ingat salah satu dari tujuh orang yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu seorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Dan seperti orang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala mudahkan untuk beramal shalih, yang tidak diketahui kecuali oleh segelintir orang saja. Manfaat amalnya dapat dirasakan segenap kaum muslimin, namun mereka tidak mengetahui orang yang melakukannya. Dalam hadits dikisahkan tentang seorang lelaki yang berkata: "Saya akan mengeluarkan sedekah!" Kemudian dia keluar pada malam hari dengan membawa sedekahnya itu. Ternyata sedekahnya itu jatuh ke tangan seorang yang kaya. Keesokan harinya orang-orang pada membicarakan peristiwa itu. Mereka berkata: "Seorang kaya telah diberi sedekah!" Lelaki itu hanya berdoa: "Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekahku jatuh ke tangan orang kaya." Ia berkata lagi: "Saya akan mengeluarkan sedekah!" Kemudian dia keluar pada malam kedua dengan membawa sedekahnya itu. Ternyata sedekahnya itu jatuh ke tangan seorang pencuri. Keesokan harinya orang-orang pada membicarakan peristiwa itu. Mereka berkata: "Seorang pencuri telah diberi sedekah!" Lelaki itu hanya berdoa: "Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sede-kahku jatuh ke tangan orang kaya dan seorang pencuri." Ia berkata lagi: "Saya akan mengeluarkan sedekah!" Kemudian dia keluar pada malam hari dengan membawa sedekahnya itu. Ternyata sedekahnya itu jatuh ke tangan seorang pelacur. Keesokan harinya orang-orang pada membicarakan peristiwa itu. Mereka berkata: "Seorang pelacur telah diberi sedekah!" Lelaki itu hanya berdoa: "Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekahku jatuh ke tangan orang kaya, seorang pencuri dan pelacur." Kemudian ditanyakan kepadanya perihal tersebut, ia pun berkata: "Semoga orang kaya itu dapat memetik pelajaran hingga bersedia mengeluarkan kewajiban zakatnya, semoga si pencuri itu dapat menjaga kehormatan dirinya dengan harta itu, dan semoga si pelacur dapat menjaga kehor-matan dirinya dengan harta itu hingga dapat meninggal-kan perbuatan zina." (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits itu dapat kita ketahui bahwa para sahabat lebih suka bila hubungan antara mereka dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak diketahui orang banyak. Mereka tidak suka orang lain mengetahui apa yang mereka amalkan. Mudrik bin 'Aun Al-Ahmas berkata: "Ketika aku berada di sisi Umar radhiyallahu 'anhu, datanglah utusan An-Nu'man. Umar radhiyallahu 'anhu pun menanyakannya tentang keadaan pasukan. Utusan itu menyebutkan orang-orang yang terluka dan terbunuh di Nahawand, ia berkata: "Si Fulan bin Fulan, Fulan bin Fulan dan lain-lain yang tidak engkau kenal. Umar radhiyallahu 'anhu berkata: "Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui mereka." Dalam riwayat lain disebutkan: "Akan tetapi Dzat Yang telah mengkaruniakan mereka syahadah (mati syahid) mengetahui wajah dan nasab mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain disebutkan ketika Masla-mah bin Abdulmalik kesulitan merebut sebuah benteng yang tengah dikepungnya. Benteng itu sangat kokoh sehingga sulit ditaklukkan. Maslamah berkata kepada pasukannya: "Siapakah yang berani masuk menerobos lewat jendela itu (ternyata pada benteng itu ada sebuah jendela), untuk membuka pintu benteng dari dalam?" Maka majulah seorang yang bertutup muka, ia segera menerobos jendela itu dan membuka pintu benteng dari dalam. Begitu pintu terbuka pasukan kaum muslimin segera menyerbu masuk ke dalam benteng, dan terja-dilah pertempuran yang sengit. Akhirnya pasukan kaum muslimin dapat menaklukkan musuh. Selesai peperangan, Maslamah duduk-duduk bersama segenap pasukannya. Ia berkata: "Siapakah engkau wahai orang yang bertutup muka?" Namun segenap pasukan diam membisu! Masla-mah berseru sekali lagi: "Siapakah engkau wahai orang yang bertutup muka?" Namun mereka masih saja diam. Akhirnya Maslamah berkata: "Demi Allah, wahai orang yang bertutup muka, silakan datang menemuiku siang atau malam hari!" Pada malam harinya tiba-tiba ada orang yang menggerak-gerakkan tenda Maslamah, Maslamah bertanya: "Apakah engkau orang yang bertutup muka itu?" Orang itu menjawab: "Orang yang bertutup muka itu membuat beberapa persyaratan kepada kalian." "Apa itu?" tanya Maslamah. "Ia mensyaratkan agar kalian tidak bertanya tentang namanya dan nama ayahnya, dan kalian jangan memberinya hadiah serta jangan laporkan namanya kepada khalifah" jawab orang itu. "Kami penuhi syarat-syaratnya!" balas Maslamah. Orang itu berkata: "Akulah orang yang bertutup muka itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah engkau lihat wahai saudaraku, keikhlasan telah meluruskan amalnya. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar kita dijauhkan dari setan dan dihindarkan dari panah-panahnya. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mencurahkan keikhlasan kepada kita dalam berucap dan beramal. Dan kita tutup permohonan ini dengan mengucapkan Alhamdu-lillahi Rabbil 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANYA JAWAB TERKAIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah seorang pemuda baik-baik yang masih duduk di bangku sekolah. Namun mayoritas teman-teman saya di kelas adalah anak-anak nakal, sering berbuat jahat dan melakukan perbuatan haram. Saya mohon agar Anda menjelaskan cara terbaik mengajak mereka untuk meninggalkan maksiat, hingga mereka menyukai saya dan menyukai perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya anjurkan kepada Anda dan kepada pemuda yang berada di tengah-tengah lingkungan pergaulan yang kurang baik agar jangan sekali-kali menggurui anak-anak nakal tersebut. Namun pertama kali hendaknya Anda memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam mengatasi mereka. Kemudian hadiahkanlah kepada mereka (anak-anak nakal tersebut) kaset-kaset ceramah, buku-buku islami, atau tulislah surat berisi nasihat kepada mereka. Atau boleh juga Anda meminta bimbingan dan pengarahan dari guru-guru di sekolah, dengan melaporkan masalah tersebut kepada mereka dan menjelaskan solusinya sehingga mereka bisa ikut serta dalam menanggulangi masalah itu. Dengan cara seperti itu Anda telah memain-kan peranan yang sangat berarti dalam medan dakwah. Dan tidak perlu Anda melaporkan nama-nama mereka kepada guru. Jika Anda tidak mampu menghadiahkan kaset atau buku kepada mereka, hendaknya Anda mencari orang yang mampu untuk menghadiahkannya. Bila Anda melihat mereka semakin sombong, menjauhi Anda dan tetap berbuat jahat, hendaknya engkau hindari berkumpul bersama mereka. Sehingga perbuatan jahat mereka tidak menular kepada diri Anda, dan juga agar Anda tidak melihat maksiat dan kemungkaran sementara Anda tidak dapat melarangnya. Adapun mengenai pindah sekolah, masalah itu terserah Anda, boleh jadi keberada-an Anda di situ justru banyak memperbaiki keadaan. Se-moga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi hidayah kepada kaum muslimin yang tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa peran yang dapat saya lakukan terhadap se-orang yang mulai menurun nilai ketaatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Anda sangat besar dalam membimbingnya, janganlah Anda sepelekan peran Anda tersebut. Hendak-nya Anda berusaha membimbingnya dan sering mengajak-nya berdialog serta menyuntikkan motivasi kepadanya untuk kembali berbuat taat. Boleh juga Anda utus seorang yang shalih seperti Anda untuk menasihatinya. Jangan biarkan ia menjadi mangsa setan. Dan hendak-nya Anda menjelaskan kepadanya azab dan siksa yang bakal dirasakan oleh orang-orang yang berbuat dosa. Dan hendaknya Anda menghadiahkan kaset-kaset dan buku-buku yang dapat menguatkan keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang mengaku seorang multazim (taat beragama), padahal ia sering durhaka terhadap kedua orang tuanya. Bagaimana nasihat Anda dalam masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyertakan hak kedua orang tua dengan hak-Nya. Dalam Al-Quran disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersyukurlah kamu kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (Luqman: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah ka-mu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al-Isra': 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ditanyakan di dalam soal tadi pada hakikatnya tidak mengerti makna "iltizam", bagaimana mungkin disebut multazim jika kemungkaran yang besar ini (yaitu durhaka terhadap ibu bapak) ada pada dirinya? Seorang pemuda muslim hendaknya selalu berbakti kepada ayah bundanya, bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman: "Maka janganlah kamu katakan 'ah' kepada keduanya", apalagi engkau membentak keduanya dengan ucapan jika mengatakan 'ah' saja sudah dila-rang!? Jika demikian adanya, maka hal itu jelas menunjukkan bahwa nilai iltizamnya lemah. Bagi yang mengetahui hal itu hendaklah memberikan nasihat kepadanya, dan bagi orang tersebut hendaklah segera bertaubat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ujub itu amal lahiriyah ataukah amal batin (hati)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujub berpangkal dari goresan hati yang teraplikasi dalam aktifitas sehari-hari. Jika seorang telah terjangkiti penyakit ujub, ia akan membanggakan diri sendiri dan meremehkan orang lain. Dari situ ia akan benci mene-rima kebenaran dari orang lain. Di samping itu, ia suka kepada orang yang membangga-banggakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perasaan senang dan bahagia atas amalan yang telah kukerjakan seperti shalat malam, puasa dan mengingat-ingat amalan tersebut sepanjang hari terma-suk kategori ujub?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Anda tidak menganggap banyak amalan seperti itu, Anda memang boleh berbahagia dapat me-ngerjakan amalan tersebut, yang demikian itu sangat terpuji. Namun jangan sekali-kali Anda terpedaya setiap kali mengerjakan suatu amalan seperti shalat malam misalnya, bahwa Anda telah mengerjakan amalan yang banyak, barangkali orang lain tidak mampu melakukan seperti yang Anda lakukan. Sebaiknya kebahagian Anda itu diwujudkan dalam bentuk pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan senantiasa bersyukur kepada-Nya yang telah memu-dahkan Anda untuk mengerjakannya. Yang jelas, jangan-lah Anda menganggap banyak amalan ini, dan jangan pula Anda ceritakan kepada orang lain, sebab itu adalah pintu menuju riya', kecuali bila terdapat maslahat dakwah atau maslahat lainnya dengan menceritakannya. Seperti yang dialami oleh Abu Bakar radhiyallahu 'anhu ketika Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Siapakah di antara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini? Abu Bakar radhiyallahu 'anhu menjawab: "Saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keenam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda dengan ucapan "Bersi-kap sombong terhadap orang sombong adalah ibadah"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan jangan diperbaiki dengan kesalahan pula, Seperti dalam permainan olah raga ada istilah draw kosong-kosong. Sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah syair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah! Jangan sampai ada orang yang berbuat jahil terhadap kami&lt;br /&gt;Niscaya kami akan berbuat jahil terhadapnya melebihi kejahilan yang pernah ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bersama bahwa sifat sombong itu tercela. Maka jika kita melihat seseorang terkena penyakit sombong, ucapkanlah: "Alhamdulillah yang telah menyelamatkan daku dari penyakit sombong yang ada pada orang itu". Dan doakanlah semoga ia mendapat hidayah serta berilah nasihat kepadanya semampumu. Perlu diketahui, kita tidak boleh menganggap sesuatu itu ibadah padahal sebenarnya bukan termasuk ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ketujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mohon agar Anda menjelaskan kepada kami bahaya yang timbul dari gerombolan pemuda yang ber-kumpul di tepi-tepi jalan, persimpangan, pertokoan dan tempat-tempat lain serta ejekan mereka yang pedas terhadap orang yang coba menasihati dan menerangkan bahaya yang timbul dari perbuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskan kepada para sahabat kewajiban orang yang duduk-duduk di tepi jalan, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hindarilah duduk-duduk di tepi-tepi jalan!" Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kami tidak punya tempat lain selain itu, kami biasa berbincang-bincang di situ! Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Jika kalian bersikeras, maka penuhilah hak jalan" Mereka bertanya: "Apa itu hak jalan?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang, menjawab salam dan menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar." (HR. Al-Bukhari dan Mus-lim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya pemuda-pemuda yang berkumpul di pinggir jalan dan di tempat-tempat lainnya mengetahui kewajiban tersebut, jika ada yang mengucapkan salam kepada mereka lalu mereka tidak menjawab salamnya, maka mereka semua berdosa. Seandainya lewat sese-orang yang pendek atau yang jangkung atau lewat seorang wanita atau anak-anak, hingga pandangan tertuju padanya kemudian mereka mencemooh ini dan itu, mereka jelas berdosa. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak menyadari akibat buruknya. Akan tetapi, apa peran kita dalam menanggulanginya? Apakah kita hanya bisa mengeluhkan fenomena ini? Saya dapat memaklumi problema yang dihadapi saudara saya yang dicemooh gerombolan pemuda itu setiap kali berusaha menasihati mereka. Sekiranya khawatir mereka akan menuduh kita ekstrim, sok alim dan lain sebagai-nya, bukankah hal itu tidak merugikan kita sedikit pun. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah teladan kita dalam hal ini. Beliau telah merasakan dua macam gangguan, cemoohan dan ejekan, ada yang mengatai beliau gila, tukang sihir, dukun dan lain sebagainya. Apakah mereka mengejek Anda demikian? Jikalau memang demikian, tentu itu menunjukkan bahwa Anda berjalan di atas petunjuk Nabi. Yang kedua adalah gangguan fisik, rumah beliau pernah dilempari kotoran hingga beliau berkata: "Tetangga seperti apakah ini?", diletakkan isi perut unta ke atas kepala beliau ketika tengah sujud, dicekik dengan keras hingga nyaris terbunuh, terluka kepala beliau, putus gigi beliau dan penduduk Thaif memprovokasi anak-anak serta orang-orang pasaran untuk melempari beliau dengan batu hingga terluka kedua kaki beliau. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengisahkan: "Aku pun kembali dengan perasaan sedih, tanpa sadar aku telah sampai di Qarnu Tsa'alib." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perjuangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang patut menjadi teladan yang baik bagi kita semua. Sampaikan-lah nasihat yang tulus kepada mereka dan jangan hiraukan apa yang mereka katakan. Ketahuilah hal itu justru mengangkat derajat Anda di sisi Allah. Dan sebaiknya kita tangani serius gerombolan pemuda itu, misalnya kita berjumlah sepuluh orang, tentu tidak mungkin mereka mengejek kita yang berjumlah sepuluh orang, minimal mereka akan berpikir dan diam. Demikianlah lakukan sekali, dua kali dan seterusnya. Mengapa tidak ada yang berani mendatangi mereka untuk mengajak bicara? Barangkali mereka mau mendengar nasihat, semoga Allah memberi mereka hidayah. Atau barangkali mereka akan bubar, dengan demikian kejahatan mereka dapat ditekan. Kesimpulannya adalah kita harus melaku-kan sesuatu untuk menyadarkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran imam masjid dan masyarakat kaum muslimin sangat besar dan berarti dalam menanggulangi masalah ini. Janganlah hanya bisa mengeluh tanpa dapat memberi-kan solusi yang tepat untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kedelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pemuda memiliki sifat tercela, yaitu ber-beda-beda dalam mensikapi orang. Sikapnya terhadap si Zaid misalnya lemah lembut dan bermanis muka, namun terhadap yang lain bermuka masam. Hampir-hampir kita tidak dapat mempercayainya. Jika coba dinasihati, dengan santai ia menjawab: "Bukankah hati manusia itu ibarat pasukan yang telah dipersiapkan? Bagaimana pendapat Anda dengan jawaban tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, arwah itu ibarat pasukan yang sudah dipersiapkan, yang cocok akan mudah bersatu, yang tidak cocok akan bercerai. Namun Dienul Islam melarang Anda menimbang dengan dua timbangan (tidak fair dalam menilai). Sebab yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah yang paling bertakwa. Dan Dienul Islam menganjurkan kita berinteraksi sosial dengan baik. Sebaiknya pemuda yang memiliki sifat seperti itu diluruskan dan diperbaiki. Maka hendaknya Anda bersi-kap fair dalam menghadapi orang. Apabila perbedaan sikap itu muncul karena suatu urusan, atau untuk berbasa-basi, tidak cukup dengan bermuka masam saja, namun harus disertai dengan nasihat. Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan ketika seorang Arab badui datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Izinkanlah ia masuk, ia adalah sejelek-jelek pemimpin kaum." Ketika ia masuk, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersikap ramah dan bermanis muka terhadapnya. Melihat hal itu 'Aisyah radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau pun menjawab: "Seburuk-buruk manusia adalah yang dijauhi orang karena takut akan keja-hatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu wahai saudaraku, Dienul Islam tidak membenarkan Anda menimbang dengan dua timbangan (tidak fair dalam menilai), jika Anda membenci sese-orang karena suatu sebab, maka ungkapkanlah kepada yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali saya temui para pemuda yang meng-alami kelesuan dalam aktifitas dakwahnya, bagaimanakah solusi masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan kelesuan itu dan kita sendiri juga yang menebarkannya. Dan Anda adalah salah satu di antaranya. Kadangkala kita juga diliputi kelesuan tanpa kita sadari. Sebagai contoh, bila Anda biasa berdakwah di kampung-kam-pung, di sekolah, di tempat kerja, atau tempat-tempat lain yang menjadi lahan dakwah Anda, lalu Anda melihat seseorang melakukan sebuah penyimpangan, sebenarnya yang harus Anda lakukan adalah memberikan nasihat atau satu dua patah kalimat yang bermanfaat untuknya. Apakah Anda melakukan seperti itu? Alangkah baiknya jika Anda bertolak dari rumah dengan niat yang baik yaitu menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, menebar nasihat dan berbuat baik, niscaya Anda akan mendapat pahala yang besar atas niat tersebut. Dan sebaiknya Anda bekerja sama dengan teman-teman Anda dalam mengemban misi dakwah ilallah, sebab kerja sama itu akan membuat Anda lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesepuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani kehidupan jahiliyah akhirnya Allah menganugerahkan hidayah kepadaku. Namun kadang-kala aku masih sering melihat perkara yang diharamkan. Saya mohon bimbingan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja seorang yang baru saja berhijrah dari kehidupan jahiliyah kepada kehidupan yang Islami masih terimbas dalam hatinya sisa-sisa masa lalu. Oleh sebab itu, Anda harus membentengi diri dengan amalan-amalan ketaatan. Dan memilih teman-teman yang baik serta berusaha mengerjakan amal shalih sebanyak mungkin. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk." (Huud: 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaknya Anda menjauhkan diri dari seluruh perkara yang dapat mengingatkan masa lalu Anda. Hingga nilai hijrah anda menjadi kokoh insya Allah. Kemudian jadilah penyeru kepada agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesebelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pemuda masih suka menyorotkan pan-dangan mereka kepada yang diharamkan Allah. Bagai-manakah cara penyembuhan dari penyakit ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman kepada Nabi-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hen-daklah mereka menahan pandangannya." (An-Nur: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas memerintahkan Anda untuk menahan pandangan dari yang diharamkan. Jika pandangan Anda tiba-tiba tertumbuk pada sesuatu yang diharamkan, maka segeralah palingkan pandangan Anda. Sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang pandangan tak sengaja, beliau menjawab: "Palingkanlah pandanganmu, sebab pandangan pertama dimaafkan, namun pandangan berikutnya membawa dosa." (HR. Muslim dalam Kitabul Isti'dzan, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala malapetaka berawal dari pandangan mata&lt;br /&gt;Laksana api yang berkobar dari sebuah percikan kecil&lt;br /&gt;Betapa banyak orang yang dilumpuhkan pandangan matanya&lt;br /&gt;Yang merobek laksana panah melesat tanpa busur dan talinya&lt;br /&gt;Puas matanya namun merana batinnya&lt;br /&gt;Tiada kebahagiaan yang berakhir dengan malapetaka&lt;br /&gt;Selama seseorang memiliki sepasang mata yang bebas ia sorotkan kepada wanita-wanita&lt;br /&gt;Segala yang dipandangnya akan membahayakan diri sendiriPandangan haram tersebut dapat melahirkan berba-gai penyimpangan yang berbuah penyesalan di belakang hari. Padahal dengan menahan pandangan Anda akan beroleh pahala. Mohonlah selalu pertolongan dari Allah dan jangan melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kedua belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini muncul sebuah model rambut di tengah-tengah kaum wanita, yaitu jambul yang terjurai ke depan. Apakah model semacam itu dibolehkan? Berilah kami jawaban semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita muslimah hendaknya menyelaras-kan seluruh tingkah lakunya dengan nilai-nilai Islam. Hendaknya ia mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan tuntutan syariat dan meninggalkan segala yang berten-tangan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak kita temui berbagai macam model rambut yang dilarang syariat, khususnya di kala-ngan wanita. Sekiranya masalah ini kita kupas panjang lebar, niscaya buku kecil ini tidak cukup untuk memuat-nya. Namun dalam kesempatan kali ini cukup saya jelaskan sebagai berikut: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongannya."&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud dan Ahmad dengan matan yang lebih lengkap. Ibnu Taimiyah menyatakan sanadnya bagus, demikian pula Ibnu Hajar dalam Fathul Bari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika model rambut tersebut meniru model rambut wanita kafir, jelas haram hukumnya. Demikian pula bila ia bentuk rambutnya seperti potongan rambut lelaki. Sebab kaum wanita dilarang menyerupai kaum lelaki. Namun sebagian wanita membuat jambul tersebut lalu berkata: "Saya tidak bermaksud meniru wanita kafir" Apa sebabnya ia berkata demikian? Karena tahu jika ia mengaku meniru wanita kafir, tentu secara tegas kita katakan haram. Ada beberapa pengalaman menarik, salah seorang akhwat menjelaskan kepadaku salah satu model rambut wanita lewat telepon. Saya katakan kepadanya: "Kelihatannya model rambut seperti itu termasuk tasyabbuh (meniru) model rambut wanita kafir." Ia langsung beristighfar: "Astaghfirullah , saya tidak bermaksud meniru wanita kafir!" Lalu saya tanyakan kepadanya: "Kalau begitu, apa nama model rambut ter-sebut?" Ia menjawab: "Michael!" Langsung saja saya katakan: "Itulah yang dinamakan tasyabbuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akhwat lainnya menerangkan kepadaku salah satu model rambut melalui secarik kertas. Ia me-nerangkan sebuah model rambut dengan detail. Namun saya belum begitu mengenal model rambut seperti yang diceritakannya. Selesai ceramah tepatnya setelah menu-naikan shalat, salah seorang akhwat mengutus seorang bocah kecil kepadaku. Bocah itu berkata: "Salah seorang akhwat mengatakan kepada Anda bahwa nama model rambut itu adalah Diana's Dog. Saya langsung beristigh-far: " Astaghfirullah, apakah seorang wanita muslimah tega menghinakan dirinya dengan menyerupakan diri seperti anjing seorang wanita kafir?!" Betapa jauh berbeda keadaan mereka dengan Asma' binti Abi Bakar dan sahabiyat lainnya yang telah menorehkan sejarah dengan melahirkan generasi-generasi muslim yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lain yang tak kalah menarik, seorang akhwat pernah bertanya kepadaku: "Apa hukumnya meng-keriting rambut?" Saya jawab: "Subhanallah, dahulu wanita tidak senang bahkan membenci rambut keriting, namun pada hari ini rambut keriting justru digandrungi mayoritas kaum wanita!?" Saya tidak berani memberikan jawaban, sebab ada sesuatu yang tersembunyi dibalik masalah ini!" Beberapa waktu kemudian, salah seorang ikhwan menghubungiku lewat telepon, ia mengaku baru kembali dari Amerika bersama istrinya. Ia menceritakan bahwa sebab wanita Amerika mengeriting rambut mereka sebagai berikut: Tersebutlah seorang wanita Amerika yang memelihara seekor anjing berbulu keriting. Kemu-dian anjing itu mati. Sebelumnya wanita itu telah bersumpah tidak akan melupakan anjingnya itu. Wanita itupun mengeriting rambutnya untuk mengenang anjing kesayangannya. Kemudian model rambut tersebut ditiru oleh tetangga-tetangganya. Lalu menyebar luas bak aliran listrik. Hingga ditiru oleh wanita-wanita muslimah. Oleh sebab itu saya peringatkan kepada para akhwat agar senantiasa menyelaraskan perbuatannya dengan nilai-nilai agama. Janganlah ia berbuat sesuatu yang meniru wanita-wanita kafir atau kaum lelaki. Hendaklah ia meneladani para ummahatul mukminin dan para sahabiyat seperti Khadijah, Fathimah dan wanita mukminah lainnya Radhiyallahu anhunna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ketiga belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini tengah menjamur kebiasaan buruk, yaitu seorang wanita duduk berkumpul bersama saudara laki-laki suaminya, menghidangkan minuman dan ber-bincang-bincang dengannya tanpa ada keperluan mende-sak. Bagaimana pengarahan Anda dalam menangani masalah ini? Apakah perbuatan seperti itu terpuji atau justru tercela?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hindarilah berkhalwat (berduan) dengan kaum wanita!" Ada yang bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan saudara ipar?" Rasulullah menjawab: "Berkhalwat dengan saudara ipar itu adalah maut!" (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengibaratkan duduk berduaan dengan saudara ipar laksana maut, yaitu sangat buruk dan ber-bahaya. Oleh sebab itu, kebiasaan tersebut tidak terpuji bahkan sangat tercela. Penjelasannya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita duduk-duduk berkumpul dengan lelaki yang bukan mahramnya di antaranya ada-lah saudara ipar- baik yang sudah menikah ataupun belum, dapat tergoda dengan kelembutan suaranya apalagi bila tawanya berderai. Terkadang ia bergerak hingga kelihatan lekuk tubuhnya. Hal itu tentu merupa-kan suatu kesalahan besar yang dapat menimbulkan musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik wanita adalah yang dapat menjaga kehormatan diri, sebagaimana yang dituturkan Fathi-mah radhiyallahu 'anhu. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Siapakah wanita yang paling baik?" Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu segera bangkit seraya terus berfikir tentang masalah itu. Lalu ia tanyakan masalah itu kepada Fathimah radhiyallahu 'anhu. Ia menjawab: "Sebaik-baik wanita adalah yang tidak melihat laki-laki yang bukan mahram dan mereka tidak meli-hatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang wanita senantiasa menjaga dirinya sekalipun terhadap saudara ipar. Kecuali jika ada kebutuhan mendesak, mereka boleh berbicara dengan mereka sekadarnya saja. Bukan berarti harus timbul perasan saling mencurigai, namun hendaknya seluruh perbuatan kita harus berdasarkan kaidah-kaidah syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keempat belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya mencintai karena Allah? Apakah mencintai muallimah (guru wanita) yang elok akhlaknya termasuk mencintai karena Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyebutkan kepada kita ba-tasannya dalam sebuah hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tujuh golongan yang dinaungi Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, be-liau menyebutkan di antaranya: dua orang yang bersaudara saling mencintai karena Allah, bertemu karena-Nya dan berpisah juga karena-Nya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pertemuan dan perpisahan itu didasari rasa cinta karena Allah semata, tidak untuk maksud-maksud duniawi, maka itulah yang dinamakan mencintai karena Allah. Namun jika pertemuan dan perpisahan itu karena harta atau gengsi atau lainnya, tentu tidak termasuk mencintai karena Allah. Meskipun ia berusaha memaksakan seolah-olah cintanya hanya karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kaum wanita begitu mudah terpesona dengan penampilan dan gaya wanita lain yang dianggap-nya hebat. Ini merupakan suatu penyakit . Ia berusaha meniru seluruh gerak gerik dan tingkah laku wanita yang diidolainya itu. Sehingga si wanita itu selalu ada dalam pikirannya karena saking cinta dan terpesona kepadanya. Kadangkala hal itu menyeret mereka kepa-da penyimpangan. Bukan membantunya dalam berbuat taat, malah justru sebaliknya. Sudah banyak wanita-wanita yang menjadi korban penyakit ini. Saya tidak perlu membeberkannya lebih lanjut. Lucunya di antara kaum wanita itu ada yang tetap bersikeras bahwa sikap seperti itu adalah wujud cintanya karena Allah! Namun kiranya realita yang terjadi cukup sebagai buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kelima belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda dengan seseorang yang mengaku multazim (taat beragama) namun masih suka membaca kisah-kisah cinta dan asmara. Apa nasihat Anda kepada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jawaban yang lalu telah saya terangkan bah-wa banyak sekali orang yang tidak mengetahui hakikat iltizam. Oleh sebab itulah mereka masih saja melakukan pelanggaran demi pelanggaran. Apabila tujuan memba-canya untuk membantah apa yang ada di dalamnya dan untuk memperingatkan orang lain dari bahayanya, tentu saja dibolehkan. Namun jika tujuan membacanya hanya sebagai hiburan dan mengisi waktu senggang, jelas dilarang. Sebab hal itu dapat mengotori pikirannya. Me-nurut pandanganku, membaca kisah-kisah cinta seperti itu ibarat memakan makanan busuk yang telah berakhir masa berlakunya. Jika dengan membacanya pikiran menjadi busuk tentu bahayanya lebih dahsyat dan lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal keenam belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong jelaskan kepada kami kewajiban-kewajiban seorang istri yang tinggal di rumah mertua terhadap saudara-saudara iparnya. Apa saja kewajibannya terha-dap mereka dan apa kewajiban mereka terhadapnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri yang tinggal di rumah mertua hen-daknya tidak memakai wewangian bila bertemu dengan saudara-saudara iparnya, tidak memakai perhiasan dan berusaha untuk tidak banyak berbincang-bincang dengan mereka kecuali sekadar kebutuhan saja. Dan hendaknya menghindari khalwat (berduaan) dengan mereka. Semo-ga Allah memberikan taufiq kepada kita semua kepada amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal ketujuh belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hukumnya memakai gaun sutera?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali yang menanyakan tentang masalah ini. Menurut sepengetahuanku gaun sutera ini ada bebe-rapa jenis. Jika gaun tersebut ketat hingga menampakkan bentuk tangannya, tidak syak lagi pasti dapat menimbulkan fitnah. Maka hendaknya ia tidak memakainya. Di sana ada beberapa jenis gaun lainnya, pergelangan tangan gaun itu tampak tipis hingga lengan dapat terlihat saat memakainya. Ini juga dapat menimbulkan fitnah. Tentu saja dilarang mengenakannya. Namun jika gaun itu besar dan luas serta tidak transparan, menurut pendapatku boleh-boleh saja dikenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kedelapan belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana sebaiknya disalurkan sedekah-sedekah jariyah, ke dalam negeri atau ke luar negeri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Tem-pat mana saja yang membutuhkan berhak menerima penyaluran sedekah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kesembilan belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hukumnya mengecat rambut dengan warna hitam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, mengecat rambut dengan warna hitam adalah dilarang. Namun sekarang ini muncul alat pewar-na rambut baru yang terkomposisi dari berbagai warna. Sebagian wanita bertanya: "Apa hukumnya memakai pe-warna rambut seperti itu? Dan apa maksudnya mewarna rambut? Saya katakan: "Yaitu mengecat rambut dengan warna-warni." Subhanallah, zaman sekarang benar-benar edan, semuanya ada dan bebas dilakukan. Hingga ada seorang akhwat yang berkata: "Dahulu aku mengecat rambut dengan warna tertentu, lantas ingin kuhilangkan, namun ternyata rambutku berubah jadi memutih, sehingga aku terpaksa mengecatnya dengan warna hitam. Sung-guh edan memang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar mencurahkan ketakwaan kepada diri kita dan membersihkannya. Sesungguhnya Dia-lah sebaik-baik yang mensucikannya dan Dia-lah walinya dan pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ajarkanlah kepada kami hal-hal yang bermanfaat, dan anugrahkanlah manfaaat dari ilmu yang kami ketahui. Ya Allah, jagalah kami, dan peliharalah iman kami, jiwa kami, kehormatan kami, dan negeri kami. Ya Allah, curahkanlah keamanan di dalam negeri kami dan perbaikilah keadaan penguasa-penguasa kami. Karuniailah mereka wazir-wazir yang baik lagi shalih. Dan kami tutup permohonan kami dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap Cantumkan Dicopy dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website “Yayasan Al-Sofwa”&lt;br /&gt;Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)&lt;br /&gt;Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26&lt;br /&gt;www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilarang Keras Memperbanyak Buku ini untuk diperjual belikan !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-8236597045867286285?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/8236597045867286285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=8236597045867286285&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8236597045867286285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8236597045867286285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/panah-syaitan.html' title='Panah Syaitan'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6451352140839173519</id><published>2010-07-29T06:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T06:17:45.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUKJIZAT DIBALIK BALUTAN JILBAB'/><title type='text'>Muslimah, Apa Arti Jilbab Bagimu?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jilbab ini tak sekedar penutup kepala karena rambut yang jelek&lt;br /&gt;Jilbab ini tak sekedar penutup kulit yang hitam atau coklat karena&lt;br /&gt;termakan iklan pingin berkulit putih&lt;br /&gt;Jilbab ini tak sekedar penutup kaki yang tidak panjang semampai&lt;br /&gt;Jilbab ini tak sekedar ingin ikut-ikutan tren karena banyak artis berjilbab&lt;br /&gt;Jilbab ini tak sekedar karena beli bahan kepanjangan mau buat apa sisanya&lt;br /&gt;Jilbab ini bukan dipakai karena memang terpaksa karena instansi tempat&lt;br /&gt;kita belajar atau bekerja mengharuskan kita untuk berjilbab&lt;br /&gt;Jilbab ini dipakai bukan karena ingin mencari perhatian lawan jenis agar dinilai alim ...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muslimah, lebih dari itu semua,  ketahuilah bahwa di antara kasih  sayang Allah  terhadap kaum wanita adalah tidak mengabaikan hal-hal   yang dapat menjadi  kemaslahatan bagi mereka kecuali menganjurkannya dan  memerintahkannya,  dan tidak membiarkan apapun yang membahayakannya  kecuali  memperingatkannya dan menghindarkannya dari mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muslimah, bentuk kasih sayang Allah kepada kaum perempuan adalah  memerintahkannya supaya mengenakan hijab yang syar'i jika ia telah   mencapai usia baligh dan lebih  banyak menetap dirumah. Allah berfirman  dalam QS. Al-Ahzab 33, &lt;em&gt;"Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan  janganlah kamu berhias dan  bertingkahlaku seperti orang-orang  jahiliah  yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah  dan Rasul-Nya.  Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa  dari kamu, hai ahli bait dan  membersihkan kamu sebersih-bersihnya."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga dalam QS. An-Nuur 3,  &lt;em&gt;"Katakanlah kepada wanita yang  beriman, hendaklah mereka menahan  pandangan mereka, dan memelihara  kemaluan mereka, dan janganlah mereka  menampakkan perhiasan mereka  kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.  Dan hendaklah mereka  menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah  menampakkkan  perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah  mereka, atau ayah  suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami  mereka,  atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara  laki-laki mereka  atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau  wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau  pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan  (terhadap  wanita) atau anaka-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.  Dan  janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan  yang  mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang   beriman supaya kamu beruntung."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga dalam QS. Al-Ahzab 59, &lt;em&gt;"Hai Nabi katakanlah kepada  istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri  orang mukmin,  hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh  mereka, yang  demikian itu supaya mereka tidak diganggu. Dan Allah&lt;br /&gt;adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi saudari-saudariku  yang sudah mengenakan pakaian muslimah tentu  sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat diatas, bukan maksudku untuk  meremehkan kalian semua dalam hal ini, akan tetapi aku tuliskan kembali  semua ini sekedar untuk mengingatkan kembali tentang semangat kita semua  dalam  berpakaian mauslimah yang syar'i,  karena di zaman yang serba  modern saat ini bukanlah hal mustahil jika kita bisa saja tergoda oleh  buaian  dunia sehingga jauh dari aturan-aturan syariat. Naudzubillah.  Tak terkecuali diriku. Semoga kita terhindar dari itu semua. Aku yakin,  dengan  saling mengingatkan di antara kita,  Insya Allah akan menambah  keimanan kita .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teruntuk saudariku yang belum terketuk hatinya untuk mengenakan  jilbab syar'i semoga dapat menambah wawasan dan menambah keyakinan bahwa  tak ada kerugian ketika kita menaati apa yang Allah perintahkan. Saya  dan muslimah lain mendoakan semoga kalian diberikan hidayah-Nya.  Dan  juga para lelaki, para suami maupun calon suami, sudah kewajiban Anda  untuk juga tahu akan hal seperti ini karena Anda adalah pemimpin/calon  pemimpin dalam keluarga yang tentunya anda mempunyai istri atau  anak-anak  perempuan yang menjadi tanggung jawab Anda untuk senantiasa  mengingatkan dalam kebaikan dan nantinya pasti dimintai  pertanggungjwaban.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudariku sudah selayaknyalah kita memudahkan orang-orang yang  bertanggung  jawab, karena kesadaran kita sendiri untuk berjilbab karena  kita tahu kita lebih takut kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudariku, lalu sebenarnya hijab yang wajib dikenakan itu seperti apa?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tebal dan tidak transparan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Longgar tidak menggunakan wangi-wangian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menyerupai kaum laki-laki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berbusana seperti wanita non-muslim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mencolok&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya hanya menuliskan poin-poinnya saja. Selanjutnya Anda  bisa  mengakses lewat buku-buku, salah satunya yang berjudul "Pakaian Wanita  Muslimah"  karya  Syaikh Utsaimin. Saudariku, sudahkah kita, istri kita,  anak-anak kita nantinya, saudara perempuan kita berjilbab sesuai  syariah? Mari senantiasa perbaiki niatan kita  dan juga busana kita  sehingga ketika kita berpakaian tidak hanya sekedar ikut tren tapi juga  berniat melaksanakan perintah Allah yang menuai  pahala.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudariku, semoga tulisan sederhana saya ini bisa kembali  mengingatkanku  dan kalian semua. Dakwah tidak sekedar berkata akan  tetapi butuh suri tauladan. Semoga kita bisa mengikuti suri tauladan  yang baik, Nabi Muhammad Saw.  Semoga kita senantiasa dimudahkan  oleh-Nya untuk menapaki dinul Islam. Amiin&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulis: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anindya Sugiyarto&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; Ibu rumah tangga dengan dua orang anak, tinggal di Rawasari, Jakarta Pusat&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6451352140839173519?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6451352140839173519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6451352140839173519&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6451352140839173519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6451352140839173519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/muslimah-apa-arti-jilbab-bagimu.html' title='Muslimah, Apa Arti Jilbab Bagimu?'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-5567132953400260677</id><published>2010-07-29T06:10:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T06:12:29.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pergerakan islam'/><title type='text'>Konsistensi Perjuangan Gerakan Islam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Syaikh Mahdi 'Akif&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah rabbil 'alamin. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat dan kaum muslimin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepada seluruh umat Islam di manapun berada, saya tujukan risalah  ini, sebagai pengingat akan amanah aqidah yang telah diterima manusia.  Firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada  langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul  amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah  amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat  bodoh,” (Q.S. Al-Ahzaab: 72)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Risalah ini merupakan ajakan untuk sama-sama merenungi sabda  Rasulullah saw. “Bangsa-bangsa di dunia berlomba-lomba mengerubungi  kalian layaknya mereka mengerubungi makanan (untuk disantap). Kemudian  sahabat bertanya, “Apa karena kami saat itu sedikit yang Rasulullah?  Rasulullah menjawab, “Tidak, bahkan kalian berjumlah besar saat itu,  tetapi kalian seperti buih (yang tidak berbobot), seperti buih air  sungai.”&lt;br /&gt;Kenyataan seperti ini menjadi dorongan bagi saya untuk menulis risalah  kepedihan yang menerpa umat Islam karena ibarat buih membuat kehormatan  dan darah umat Islam menjadi hina dina dan musuh-musuh Islam makin  berani mengotori kehormatan dan kesucian umat Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw telah mengingatkan kita tentang nasib kita yang  bagaikan “aklah”, makanan yang siap disantap manusia yang rakus dan  sangat jahat serta tidak mengenal kebaikan bagi manusia lain. Manusialah  yang membuat skenario pembantaian manusia di dunia, terutama umat  Islam. Kerakusan dan kedengkian orang-orang Zionis yang hanya kenyang  dengan darah umat Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Aklah” yang disantap mereka dengan bertameng undang-undang zhalim  yang dihasilkan oleh organisasi-organisasi dunia. Penindasan dan  pelanggaran hak asasi manusia yang dibalut slogan kemerdekaan, kadang  dengan slogan reformasi atau dengan slogan demokrasi. Pada gilirannya  semua aksi dan tindakan yang bertentangan dengan resolusi PBB selalu  saja terus dilancarkan. Di tangan merekalah tangan-tangan PBB. Hingga  tiap kali mereka berlumuran darah, tiap kali itu pula PBB selalu  memberikan pengampunan atas segala kebrutalan dan kejahatan mereka,  apalagi mereka mempunyai senjata ampuh, yaitu demokrasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam semua peristiwa, Uni Eropa selalu segera mengusulkan upaya  perundingan dalam rangka memperkenalkan posisinya bahwa mereka selalu  bergabung dengan kekuatan sekutu internasional memberantas terorisme  yang dilebelkan kepada orang-orang Islam dan bangsa yang menentang  kezhaliman dan kebrutalan Zionis dan Amerika, meski yang menebar teror  terhadap kemanusiaan itu adalah mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Terkuaknya Kedok Amerika&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya jamaah Ikwanul Muslimun tidak memandang semua yang  dilakukan oleh kekuatan jahat dan sekutunya sebagai akhir pertarungan  antara kebaikan dan kejahatan, antara Islam dan kezhaliman. Semua itu  adalah awal dari pertarungan hakiki antara umat Islam dengan tantangan  dan perlawanan langsung musuh-musuh Islam setelah sebelumnya mereka  mengadakan invasi dan infiltrasi ideologi dan budaya kepada generasi  Islam. Allah berfirman, “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu  sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada  kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara  kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah  yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah  penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 217)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Negara-negara Barat telah merestui proyek perang tartar terhadap umat  Islam. Konsekuensinya adalah mereka tidak malu-malu lagi mengirimkan  tentara mereka untuk membantu sekutu memerangi umat Islam. Keberadaan  mereka saja sudah menjadi racun bagi bangsa pendudukan yang mereka  kotori dengan perilaku binatang dan tidak berakhlaq yang cepat menular  bagi bangsa dan generasi Islam di daerah pendudukan. Di sisi lain  gerakan misionaris terus bergulir di balik organisasi-organisasi bantuan  internasional.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua ini akan terus bergulir sepanjang masa di tubuh umat Islam,  kecuali kita menghidupkan ruh Islam, kita gelorakan semangat Islam dalam  jiwa umat Islam untuk melawan segala jenis serangan musuh-musuh Islam.  Ramaikanlah masjid dengan anak-anak, hiasi malamnya dengan qiyamulail.  Bukankah kita baru saja melewati bulan Ramadhan. Jadikanlah masjid  sebagai pusat kegiatan para muslimah yang kerudung-kerudungnya menjadi  syiar Islam, memancarkan izzah berislam. Hidupkanlah beragam syiar Islam  agar manusia disejukkan dengan fenomena Islam. Pada akhirnya semua  konspirasi dan makar musuh-musuh Islam dapat dipatahkan lebih telak  lagi. Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah  menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.  (Q.S. Al-Anfaal: 30)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebangkitan Islam dan maraknya bermunculan simbol-simbol Islam hingga  Islam menjadi lebih dikenal dan lebih menjanjikan. Kebangkitan ini  membuat musuh-musuh Islam merasa wajib memeranginya dan perlawanan  mereka selalu dilindungi dengan tameng legalitas dunia yang mereka  genggam kuncinya hingga semua resolusi dan kebijakan yang bergulir  semata-mata untuk kemaslahatan Barat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pelindung dan negara yang menjadi polisi dunia itu adalah Amerika  yang terpenting baginya adalah memuaskan hasratnya, berkuasa dan  berpengaruh, layaknya sang koboi. Kupingnya hanya mendengar  ocehan-ocehan Zionis, sehingga masyarakat dunia tidak mengetahui tentang  tewasnya ribuan orang Islam India akibat pembantaian orang-orang Hindu  di sana pada tahun 1984. Mereka juga memejamkan sebelah mata ketika kaum  radikalis Hindu memusnahkan masjid Al-Babery pada bulan Desember 1992.  Masyarakat dunia juga tidak tersentak dengan tragedi perkosaan massal  muslimah Kasymir. Juga terhadap pertumpahan darah 40 ribu orang yang  gugur syahid akibat tindakan teroris Hindu selama empat tahun belakangan  ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga, tragedi pembantaian terhadap 87 orang Islam pada tanggal 13  Ramadhan yang dilakukan oleh polisi Thailand. Perdana menteri Thailand  bahkan dengan bangga menegaskan kepada masyarakat dunia bahwa  kepolisiannya telah melaksanakan tugasnya dengan gemilang dan sangat  memuaskan pada aksi pembantaian orang-orang Islam!!?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini juga berlaku bagi organisasi HAM yang telah mencatat tragedi  pembantaian kelompok orang Islam Uzbekistan di bawah kekuasaan drakula  Yahudi yang haus darah. Ia telah merubah masjid-masjid di sana menjadi  kandang-kandang kuda. Di gurun salju Siberia telah dikubur jutaan orang  Islam yang tidak berdosa. Mereka dibantai hanya karena mengatakan  ketauhidan. Mereka dibunuh bukan karena kejahatan mereka, “Kecuali  karena mereka berkata:"Tuhan kami hanyalah Allah". (Q.S. Al-Hajj: 40)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Membunuh Merupakan Undang-undang Mereka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya orang berilmu tidak akan heran dengan kebrutalan ini,  ketika semua tentaranya dikumpulkan untuk menjarah kekayaan Irak,  menjadikan sungai Eufrat menjadi sungai darah, menjadikan taman-tamannya  menjadi penjara-penjara dengan segala jenis penyiksaan dan kekerasan  yang dilakukan Amerika. Masyarakat dunia sepertinya belum terperangah  dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di kota Fallujah. Tentara  Amerika sengaja ingin mengubur kota itu, jika mereka tidak mau tunduk  dan patuh kepada sang koboi. Ambisi besarnya adalah menguasai minyak  Irak yang telah dibangun atas pengorbanan 1600 orang yang gugur dan 2000  orang luka-luka serta 1800 orang harus menerima pecutan sang koboi di  penjara-penjara yang dulunya adalah rumah-rumah mereka. Di waktu yang  sama hampir satu setengah juta jiwa harus mengungsi meninggalkan tanah  kelahiran dan keluarganya dikawal tank-tank militer Amerika.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah yang terjadi di Irak. Mari kita lihat apa yang terjadi di  Palestina! Setiap hari tentara Zionis itu membunuh rakyat Palestina.  Dunia telah lama menyaksikan kebiadaban Zionis Yahudi yang bukan hanya  orang dewasa, tapi anak-anak, wanita dan orang tua pun menjadi sasaran  tembak mereka, tiap hari, rakyat Palestina dibunuh Yahudi sejak pecahnya  Intifadhah pertama dan kedua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di waktu yang bersamaan juga, di samping koboi itu telah menumpahkan  darah umat Islam di Irak dan Afghanistan, mereka juga berada di balik  tragedi perang saudara di Sudan sejak mereka mengirimkan bantuan militer  ke Sudan Selatan (mayoritas Kristen) berupa senjata pada tahun 1984.  Peristiwa itu telah membuat sejuta setengah orang gugur hingga saat ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Merekalah yang bekerja sama dengan Zionis Yahudi untuk menyokong  gerakan Separatis Sudan dan gerakan Al-Badija di Sudan Timur untuk  menyerang dari belakang. Mereka bertujuan untuk memecah Afrika Selatan  dari Utara. Tujuannya adalah untuk memutus perkembangan Islam dari  Sudan, Khurthum ke selatan Afrika. Nantinya mereka akan lebih gencar  melaksanakan aksi kristenisasi setelah pemecahan ini. Mulai dari Sudan  kemudian Uganda, lalu Burkina, Kambodia, Kenya, Pantai Gading, Ghana dan  Somalia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Logika Kebenaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dunia seperti inilah koboi ingin mewujudkan keinginan dan  obsesinya agar seperti yang disabdakan Rasulullah saw. “Kebaikan menjadi  kemungkaran dan kemungkaran menjadi kebaikan,” bukan karena sesuatu,  tetapi karena hukum dan penguasanya adalah orang jahil, orang-orang  jahiliyah. Allah berfirman, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka  kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih daripada (hukum) Allah bagi  orang-orang yang yakin? “ (Q.S. Al-Maaidah: 50)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penguasa jahiliyah telah memaksakan dunia internasional menggunakan  logika yang kontra. Kebaikan dipandang sebagai kejahatan dan kemungkaran  dipandang sebagai kebaikan. Maka permusuhan dan perang terhadap suatu  negara dipandang sebagai upaya pembebasan dan kemerdekaan, seperti yang  dilakukan Amerika di Irak. Dengan logika inilah maka Amerika mengajak  negara-negara eropa untuk ikut terlibat mengirimkan tentaranya di Irak  dengan dalih memberantas terorisme.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada hakikatnya, penggunaan logika semacam itu tidak akan kuat dan  bertahan lama, karena kebenaran pasti akan muncul dan tidak dapat  ditolak oleh siapa pun. Juga sesungguhnya kebenaran itulah kekuatan  sejati yang tertanam dalam jiwa tiap manusia. Manusia tidak dapat  membohongi suara hatinya. Allah berfirman, “Sebenarnya Kami melontarkan  yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka  dengan serta merta yang bathil itu lenyap.” (QS. Al-Anbiyaa': 18)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Seruan Kepada Kaum Muslimin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah bahwa sesungguhnya perjuangan menghadapi musuh memerlukan  persiapan dan kesiapan. Allah berfirman, “Dan siapkanlah untuk  menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari  kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu  menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang  kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (Q.S. Al-Anfaal:  60)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang  beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan  mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka  itulah orang-orang yang benar.” (Q.S. Al-Hujuraat: 15)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita bersiap dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh  dengan memperkuat kekuatan kita, dengan kekuatan iman. Dengan kekuatan  itu Allah akan meninggikan kita sampai berada di barisan para  malaikat-Nya. Allah berfirman, “Maka apakah orang yang beriman seperti  orang yang fasik (kafir) Mereka tidak sama.“ (Q.S. As-Sajdah: 18)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita bersiap dan mempersiapkan diri kita untuk menghadapi  musuh kita dengan mempererat tali ukhuwah sehingga kita menjadi kuat di  hadapan musuh kita. Rasulullah saw bersabda, “Seorang muslim dengan  muslim lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama  lainnya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah bangunan harus ada kesatuan dan bersambung. Maka marilah  kita kuatkan saudara kita dengan menunaikan kewajiban ukhuwah kita  sehingga saudara kita menjadi kuat pula, bisa dengan bantuan doa,  bantuan dana, bantuan tenaga atau mengefektifkan pemboikotan terhadap  produk perusahaan Amerika dan semua sekutunya yang menjadi donatur  penjajah Zionis Yahudi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Marilah kita bersiap dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh  dengan memperkuat kekuatan jasad kita. Dengan profesionalisme yang  tinggi pada ilmu dan pekerjaan. Dengan peningkatan teknologi yang bisa  mengantarkan kita untuk melepaskan diri dari ketergantungan kepada Barat  dan agar kita tidak mudah tunduk kepada keinginan dan kehendak mereka.  Allah berfirman, “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang  zhalim yang menyebabkanmu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu  tidak mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian  kamu tidak akan diberi pertolongan.” (Q.S. Huud: 113)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menambah motivasi dan semangat dalam persiapan kekuatan, Allah  mengingatkan kita di dalam Al-Qur'an, “Kamu adalah umat yang terbaik  yang dilahirkan untuk manusia,” (QS. Ali-'Imran: 110) dengan syarat  memenuhi kriteria sebagaimana disebutkan, “Menyuruh kepada yang ma'ruf,  dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS.  Ali-'Imran: 110)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Seruan Kepada Gerakan Islam Di Mana Saja&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah bahwa kewajiban kalian sangat berat, beban kalian juga  cukup berat, maka tetaplah komitmen di jalan Islam. Allah berfirman,  “Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. Marilah kita saling  berbaik sangka terhadap saudara kita yang beda kendaraan. Rasulullah  saw. Bersabda, “Manusia melempari kalian dengan batu, maka lemparilah  mereka dengan buah yang paling bagus.” Waspadalah terhadap makar  musuh-musuh Islam juga terhadap tragedi yang menimpa umat Islam. “Orang  beriman itu cerdik, maka cerdiklah yang sebenarnya”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih besar dari waktu sebagaimana  yang dikatakan Imam Syahid. Karena itu jadikanlah waktu-waktu kalian  sebagai waktu yang bermanfaat. Ketahuilah bahwa dakwah Islam ini jika  tidak dibela kalian, maka Allah akan mengganti dengan orang lain. Allah  berfirman, “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu)  dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (Q.S.  Muhammad: 38)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sangat berbahagia bagi kita jika kita masih bersama dakwah dan masih  ada orang-orang yang benar-benar berjuang untuk dakwah. Allah berfirman,  “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa  yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur.  Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit  pun tidak merubah (janjinya), (Q.S. Al-Ahzaab: 23)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berjalanlah tetap di jalan Allah yang merupakan karunia Allah. Umar  bin Khathab r.a. berberkata, “Kita dulu adalah suatu bangsa yang  dijadikan mulia oleh Allah dengan Islam, jika kita mencari kemuliaan dan  izzah dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kita.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Padahal kamulah yang di atas dan Allah-(pun) beserta kamu dan Dia  sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu. (QS. Muhammad:  35) “Jarak antara kemenangan dan kekalahan adalah hanya kesabaran  sesaat."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(diterjemahkan dari Risalah Ikhwan pada edisi Desember 2004, saat beliau menjadi Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin)&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-5567132953400260677?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/5567132953400260677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=5567132953400260677&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/5567132953400260677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/5567132953400260677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/konsistensi-perjuangan-gerakan-islam.html' title='Konsistensi Perjuangan Gerakan Islam'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-291450422167501089</id><published>2010-07-27T02:23:00.001-07:00</published><updated>2010-07-27T02:53:45.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Tamu'/><title type='text'>Buku tamu</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin ShoutMix - http://www.shoutmix.com --&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe title="nenisuprapti" src="http://www4.shoutmix.com/?nenisuprapti" width="600" frameborder="0" height="400" scrolling="auto"&gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;br&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;a href="http://www4.shoutmix.com/?nenisuprapti"&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;View shoutbox&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/a&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;br&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.shoutmix.com/" title="Get your own free shoutbox chat widget at ShoutMix!"&gt;ShoutMix chat widget&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End ShoutMix --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-291450422167501089?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/291450422167501089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=291450422167501089&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/291450422167501089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/291450422167501089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/view-shoutbox-shoutmix-chat-widget.html' title='Buku tamu'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-2783741385467779182</id><published>2010-07-18T07:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T15:43:15.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Motivasi'/><title type='text'>Se ekor Ayam &amp; Elang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari di bumi entah berada dimana. Se-ekor Ayam tengah  mengais-ngais ke tanah mencari sesuatu yang bisa dimakan meninggalkan  goresan di tanah tak beraturan. Tidak salah bila seorang siswa atau  mahasiswa yang tulisannya nggak beraturan dibilangin, “Kayak cakar  ayam”. Yah seperti itulah. Tapi bila ayam mengais meninggalkan goresan  tak beraturan bukan karena ayam nggak ngerti apa itu Estetika (nilai  rasa berupa keindahan). Malah itulah nilai Estetikanya. Karena ayam  mengais penuh ketelitian dan makna. Cobalah singkapkan horden jendela.  Bukalah jendela kamar dan lihatlah ke bawah cari ayam dan perhatikanlah,  tentu bila kaki ini terasa malas melangkah keluar untuk melihat  pelajaran dari ciptaan Allah itu lebih dekat. Ayam mengais menarik satu,  dua, tiga bahkan sampai empat goresan Kemudian berhenti. Matanya  memperhatikan hasil goresan itu dengan seksama penuh ketelitian hingga  kadang kepalanya bergerak kekanan kekiri seakan mengamati sesuatu. Bila  ia tidak menemukan sesuatu yang dicari maka kedua kakinya akan menghapus  kembali goresan itu dan mulai lagi ia mengais meninggalkan goresan.  Goresan penuh makna yang hanya dia dan Penciptanya yang tahu “Allah”.  So..sekiranya ayam ngerti bahasa manusia dan tau kalau buah karyanya  sering dilekatkan untuk mengejek siapa pun dari manusia yang tulisannya  jelek atau nggak bisa dibaca. Ia bakal protes dan mau berargumen  habis-habisan mempertahankan apa yang ia yakini benar. Seperti itulah,  Ayam akan mempertahankan bahwa goresan yang di buatnya tidak identik  dengan ketidak_teraturan dan tidak boleh dijadikan symbol untuk mengejek  manusia yang tulisannya nggak beraturan. Bahkan mungkin, sampai darah  penghabisan pun ia rela untuk itu. Buktinya ketika ayam disembelih. Ia  masih mampu menciptakan karya seni penuh rasa berupa goresan kaki  berulang-ulang di tanah seakan mewakili kepedihan yang dirasakannya dan  juga kegembiraan karena setelah itu ia ngerasa tubuhnya bermanfaat untuk  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen Baca selengkapnya? Silahkan Download! klik&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;a href="http://www.fileden.com/files/2009/6/1/2463243/Ayam%20dan%20Elang.pdf"&gt;Bismillah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://duniamujahid.blogspot.com/search/label/Cerita%20motivasi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-2783741385467779182?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/2783741385467779182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=2783741385467779182&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/2783741385467779182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/2783741385467779182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/se-ekor-ayam-elang.html' title='Se ekor Ayam &amp; Elang'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-8231115228426048594</id><published>2010-07-18T07:52:00.001-07:00</published><updated>2010-07-20T15:43:47.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Motivasi'/><title type='text'>AMBILLAH IBRAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-style: italic;"&gt;Download tulisan, klik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.fileden.com/files/2009/6/1/2463243/Ambillah%20ibrah.pdf"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51); font-style: italic;"&gt;BISMILLAH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Prolog  : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Ketika mata ini mulai melek di penghujung  akhir malam, sadarlah aku bahwa Dia membangunkan aku dari mati kecil,  Dia masih menginginkan udara ciptaan-Nya keluar masuk dalam rongga tubuh  ini. Alhamdulillah Segera kupuji Tuhan yang masih mengembalikan ruh ini  ke jasadnya dan tidak menahannya. kedua tangan dan kaki mulai dapat  kugerakkan dengan sadar walau masih kudapati badan ini terebah di atas  kasur dan terasa berat meninggalkannya. Seketika suara halus tedengar  sangat lembut teruuus berbisik pelan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Tidurlah lagi belum saatnya  engkau bangun!, ayo tidurlah! Waktu malam masih panjang”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kurasakan belaian angin malam yang dingin  behembus masuk di selah-selah jendela kamar, seolah ada yang sengaja  membiarkannya masuk sambil sesekali badan kubalikkan ke kanan dan ke  kiri yang samakin merasakan nikmatnya berada di atas kasur, dan entah  siapa kurasakan ada yang meniup-niup mata ini dengan tiupan yang lebih  halus dari bisikan suara aneh itu. Masya Allah, mata ini terasa berat  dibuka dan…dan… pikiran ini sedikit demi sedikit hilang dan mulai  kembali berlabuh ke alam tidak sadar. Aku merasa kalah, dan akan  memanjakan jasad ini menuruti keinginannya untuk hilang ke alam itu.  Suara aneh itu kembali berbisik pelan dan kurasakan semakin lembut,  bahkan lebih lembut dari suara seorang ibu yang menyapih bayinya penuh  kasih sayang sambil mencium bayinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Bagus, tidurlah jangan  paksakan dirimu, kasihan jasadmu, ia sangat lelah, waktu malam masih  panjang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini kesempatan bagus bagimu. Jangan  lewatkan nikmatnya tidur dengan cuaca dingin begini”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dan….ssssttt…. aku kembali tertidur, walau  sadarku masih belum sepenuhnya hilang dalam keremangan hitam,  gelap..gelap dan semakin gelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Bangunlah wahai jasad !, di  sepertiga malam ini Rabbmu akan turun di langit pertama di langit bumi  ini. Apakah engkau akan melewati kesempatan ini ?, kesempatan baik untuk  mengemis pada-Nya?. Kesempatan yang belum tentu engkau dapatkan esok  hari. Bangunlah!!!, Dia ingin mendengar keluhanmu dan menginginkan  engkau terbuka tanpa harus malu pada-Nya. Dia berjanji padamu akan  mengabulkan doamu bila engkau menengadah tangan penuh harap pada-Nya.  Mengampuni dosamu bila engkau berterus terang pada-Nya. Dan mengokohkan  jiwamu menata dan menghadapi hari esok. Apalagi yang kau tunggu ?!!!.  ayo bangun !!!, jangan turuti keinginan jasadmu karena ia akan  memperbudakmu bila engkau terus memanjakannya. Bangunlah ! banguuun!!!”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Masya Allah”, aku terhentak kaget. Suara  teriakan itu jelas terdengar bagai halilintar menyambar pendengaran ini  dan suara siapakah itu… tegas penuh wibawa… mataku terbuka lebar dan tak  mau terpejam lagi. Kuatur nafas biar jantung ini berdetak stabil, suara  halus aneh yang tadinya memintaku tidur tak lagi terdengar, kubulatkan  tekad menuruti suara aneh lain yang memintaku bangun dan segera  berkhalwat pada-Nya. &lt;i style=""&gt;“Bismillah”&lt;/i&gt;, akhirnya aku berhasil  melawan tuntutan jasadku yang selalu meminta kenikmatan sesaat. Aku  bangun dan segera berbenah diri, dan entah kenapa ? di hati ini  kutemukan ketidak sabaran untuk segera bersimpuh di hadapan-Nya.  Dinginnya air untuk wudhu semakin menambah kenikmatan dan kerinduan,  suara itu kembali berbisik gembira mungkin saja senang karena akhir  malam ini dia behasil memenangkan diriku dari kelalaian, &lt;i style=""&gt;“Ketahuilah,  semakin berat rintangan seseorang yang ingin kembali kepangkuan-Nya,  semakin berat pula nilai pahala yang diperolehnya. Semakin dingin air  untuk wudhu di waktu seperti ini semakin besar pula nilai pahalanya di  sisi Rabbmu. Bergembiralah !!! karena tetesan air wudhumu itu akan  menggugurkan dosamu”&lt;/i&gt;. Aku tersenyum entah kepada siapa, hanya saja  suara itu kurasa semakin besahabat. Kuhampar sajadah karena dinginnya  lantai mesjid memaksaku melakukan itu. &lt;i style=""&gt;“Allahu Akbar”&lt;/i&gt;,  mulai kugerakkan lidah ini membaca doa iftitah, berta-audz’ mengucapkan  basmalah lalu membaca surah Alfatiha. Masya Allah belum pernah aku  melafadzkan bacaan itu setenang ini. Pada bacaan-bacaan surah yang lain  kudapati diriku mulai cengeng pada-Nya, air bening dengan pelan dan  lembut keluar dari kelopak mata ini tak tertahankan mengalir membelah  pipiku. Aku semakin ingin cengeng pada-Nya, dan kubirakan air mata itu  mengalir bak air bah yang jebol dari bendungan. Suara itu kembali  terdengar dari dalam, halus dan lembut, “&lt;i style=""&gt;Menangislah!,  Rabbmu semakin senang bila engkau menangis karena membaca ayat-ayat-Nya.  Menangislah! Tangisilah dosa-dosa yang telah diperbuat jasadmu. Jangan  malu pada-Nya”&lt;/i&gt;. Suara itu menguatkan hatiku untuk semakin cinta  dengan kondisiku sekarang ini. Dalam setiap sujud aku bemunajat pada-Nya  dan tak ingin melewatkan kesempatan itu. Aku terus larut dalam  rakaat-rakaat sholat sambil terisak-isak tangis. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sayangnya, setelah beberapa  rakaat jasad ini mulai lelah berdiri dan tangan ini pun terasa berat  diangkat bertakbir. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kuakhiri  shalat dengan salam, dan Kini kesedihanku semakin bertambah, betapa  jasad ini tidak pernah mau merasa lelah bila disibukkan dengan urusan  yang melalaikan ia kepada Allah, selalu ada energi cadangan untuk  meneruskan aktivitasnya itu. Tapi lihatlah jasadku sekarang ini baru  empat rakaat sudah merasa lelah dan letih. Kupejamkan mata ini lalu  kubiarakan suara rintihan hatiku mengadu penuh harap kepada-Nya, &lt;i style=""&gt;“Ya Rabb, ampunilah segala dosa dan kesalahan hamba. Hamba tak  mampu memimpin jasad yang engkau amanahkan ini untuk betul-betul  mentaati-Mu. Masih begitu banyak mata ini melihat yang bukan haknya,  telinga ini mendengar yang bukan haknya, mulut ini berbicara yang bukan  haknya. Kaki dan tangan ini masih banyak melangkah dan memegang yang  bukan haknya. Serta hati dan pikiran ini masih jauh dari bedzikir dan  bersyukur pada-Mu. Ampuni hamba ya Rabb!”&lt;/i&gt;. Aku semakin sedih karena  benar-benar jasad ini terasa lelah dan tak kuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menambah  rakaat lagi, dengan segenap kekuatan tersisa kusempurnakan sholat lail  itu dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga rakaat witir. Aku masih menyesali  kelemahan badanku pada-Nya. Baginda Rasul yang mulia, yang telah  dijamin surga oleh Allah dan telah dijamin dosanya yang telah lalu  bahkan yang akan datang diampuni, tetap kuat berdiri di hadapan Rabb-Nya  hingga kaki beliau bengkak-bengkak karena lamanya berdiri, begitu kata  Aisyah r.ah. Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siapakah yang menjamin aku?,  kenapa kudapati jasad ini begitu sombong melangkah di permukaan bumi,  begitu banyak seruan ajakan untuk kembali kepada Allah namun tidak  berbekas dan tidak menggerakkan hati. Kalaupun ia memenuhi panggilan itu  maka ada perasaan malas dan berat berlama-lama seperti yang kurasakan  saat ini. &lt;i style=""&gt;“Ya Rabb, jangan cabut kekuatan ini dariku. Hamba  masih ingin menangis di pangkuan-Mu. Masih banyak yang hamba pinta  dari-Mu, ya Rabb..Rabb…….,”&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Suara yang  semakin kurindui dan kucintai itu berbisik pelan dan lembut, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Jangan paksakan dirimu,  Tuhanmu Yang Maha Rahman dan Rahim tidak membebankan sesuatu padamu  melainkan dengan apa yang engkau sanggupi. Sebentar lagi seruan sholat  subuh akan masuk, berilah hak bagi jasadmu untuk beristirahat agar ia  kembali kuat bediri, rukuk dan sujud di waktu subuh. Dan ketahuilah  amalanmu yang sedikit ini jauh lebih baik dari seribu karamah  (kemuliaan) bila engkau istiqamah menjalankannya. Sekali lagi  beristirahatlah karena Rasul yang diutus kepadamu pun beristirahat  selepas sholat lail hingga bilal mengumandangkan adzan”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;~~~o0o~~~&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Sang surya  telah duduk di singgasananya, melebarkan sinarnya yang terang  menderang. kehadirannya tidak hanya dibutuhkan oleh manusia sebagai  lampu aktivitas tapi juga oleh tetumbuhan yang memanfaatkan sinarnya  untuk mendulang kehidupan lewat fotosintesis yang diajarkan Allah  kepadanya. ia menyadari peranannya yang begitu besar sebagai bentuk  Kepeduliannya terhadap mahluk di Bumi, namun tidak serta merta  mengorbankan dirinya sendiri apalagi menampakkan kesombongan disisi  Rabbnya, buktinya pagi ini ia tetap setia dengan sinarnya dan tetap  disiplin bekerja setiap harinya dimulai dari timur dan hanya mau  berakhir di barat sesuai arahan Rabb yang dititahkan padanya. Sayangnya  manusia sebagai mahluk yang berakal khususnya mahasiswa di dunia kampus  yang kusaksikan, begitu bersemangatnya menyuarakan hak-hak rakyat yang  tertindas, namun ia melupakan hak-hak Allah atas dirinya. mereka  menuntut ini dan itu atas kebijakan para pengambil kebijakan yang  dinilainya tidak memperdulikan rakyat kecil dan menuntut keadilan disana  sini. Namun sekali lagi keanehan terlihat, mereka justru menindas  mahasiswa baru dengan dalih pengkaderan, lebih dari itu mereka tidak  protes atas keputusan jasadnya untuk melalaikan perintah-perintah Allah  seperti shalat misalnya bahkan sebaliknya memanjakan keputusan itu.  Mereka juga tidak menuntut keadilan bagi jasadnya yang telah banyak  menggunakan bahkan mengambil fasilitas dari Allah sejak lahirnya hingga  detik sekarang ini namun enggan bersyukur dalam bentuk kepatuhan  terhadap perintah Allah. Mereka bagai lilin yang menyinari namun  menghancurkan dirinya sendiri. Seperti itukah ???. aku tersadar dari  lamunan dan mendapati tubuhku berada di depan pintu Mesjid Al-Mubaraqah  sambil menikmati udara bertabur cahaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Pengalaman  semalam yang kurasakan telah menuntun kesadaranku hingga tulisan ini  kupesembahkan bahwa pada diri setiap anak cucu Adam, terdapat tiga suara  yang terus berdengung dan berbicara sebagai bentuk respon terhadap  lingkungannya. Suara itu bahkan jelas terdengar. Ia berbisik lembut dan  halus dan terkadang berteriak namun teriakan yang hanya bisa dirasakan  oleh jiwa pemilik jasad itu sendiri. Sebut saja suara yang pertama  adalah suara tubuh, suara yang kita rasakan berbisik dari dalam menuntut  kesenangan bagi kepuasan Syahwat semata atau jasad semata, terkadang  tuntutannya masih dapat ditolelir tapi kebanyakan berlebihan hingga  selalu lalai dari Rabbnya. Suara yang kedua adalah suara bisikan syaitan  L.a. Bisikannya halus, pelan, lembut dan seakan membela, padahal menipu  karena bisikan itu jelas-jelas mengajak pada kelalaian, dosa, dan  kebinasaan. Bisikan ini sebenarnya lemah, hanya saja ia (red: Syaitan  L.a) selalu menunggangi syahwat manusia sehingga tidak sedikit manusia  terpedaya dan mau jadi korbannya. Dan suara ketiga sebut saja al-haq  (Kebenaran), suara hati yang fitrah dilandasi ilmu, iman, amal. Suara  inilah yang mencoba mengingatkan kita dari kesalahan, menegur bila hati  condong pada kemaksiatan, dan selalu mengingatkan akan nilai atau  keutamaan suatu amal, serta ancaman bila meninggalkan suatu amalan.  Hanya saja terkadang frekuensi getaran suara ini melemah sebagai dampak  keseringan kita mengabaikannya dan menjauhkannya dari makanan ruhani.  Bila kondisi demikian terus dibiarkan boleh jadi suara bijak itu hilang  tak lagi terdengar, dengan kata lain hati menjadi buta hingga kebaikan  atau keburukan dipandang berdasarkan parameter seberapa besar kebutuhan  syahwat bisa terpenuhi. (naudzubillah min dzaalik). Dan keberadaan jasad  seperti itu di muka bumi derajatnya tidak lebih dari binatang bahkan  lebih rendah. Maukah anda seperti itu ??? saya tidak berharap anda  menjawab “Ya”, karena itu jawaban orang yang bodoh bahkan orang yang  sesat, yakni orang yang tidak tahu tapi sok tahu. Nah…, aku wasiatkan  diriku dan diri saudaraku yang membaca tulisan ini ketahuilah suara itu  benar-benar ada. Maka lemahkanlah suara pertama itu dengan banyak  berpuasa, berpuasa pada hari-hari tertentu atau bulan-bulan tertentu  sesuai ajaran kudwah kita yakni baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa  Sallam. Untuk melemahkan suara atau bisikan syaitan, kita mesti menjadi  hamba-Nya yang Mukhlis yakni senantiasa meluruskan niat bahwa segala  ucapan dan perbuatan semata ditujukan untuk menggapai ridha Allah bukan  selain-Nya. Adapun untuk menguatkan suara yang ketiga yakni dengan  banyak beristghfar kepada Allah, berdzikir kepada-Nya, mentadabburi  Qalam-Nya, dan selalu berkhalwat pada-Nya di sepertiga malam terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“&lt;i style=""&gt;Bukanlah Musibah itu engkau kehilangan harta benda atau  kedudukan mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;yang tak dapat  diraih jasadmu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Tahoma;"&gt;Tapi..., musibah itu ketika matinya suara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Tahoma;"&gt;hati  yang menjadikan derajatmu hina di mata Rabbmu”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-8231115228426048594?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/8231115228426048594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=8231115228426048594&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8231115228426048594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8231115228426048594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/ambillah-ibrah.html' title='AMBILLAH IBRAH'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-8321940242748272494</id><published>2010-07-18T07:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T07:40:37.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Motivas'/><title type='text'>Memang Begitu Nyatanya….!!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; font-style: italic; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;DOwnload tulisan  ini, klik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;a href="http://www.fileden.com/files/2009/6/1/2463243/Emang%20Begitu%20nyatanya...pdf"&gt;BISMILLAH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Entah mengapa dan  kenapa?, laki-laki itu juga merasa heran akan dirinya, kanapa tiba-tiba  dia mendapati dirinya seorang diri di tengah rimbunan pohon di hutan?.  Ia berteriak dan sepertinya memanggil nama orang yang dikenalnya.  Sayangnya, suara yang diharapkannya untuk berbalas tak tedengar selain  suaranya sendiri. Nafasnya mulai tesengal-sengal, naik turun tak  beraturan. Kini ia panik. Kekar badannya jadi tak berarti. Ketakutan  mulai menghampiri merasuk dalam jiwanya yang tak mampu ia sembunyikan  lagi. Ia menangis pilu, lalu kembali berteriak sembari berharap banyak,  ada seseorang yang mendengarnya walau bukan orang yang dikenalnya,  “Tolooong…!!! Toloooong!...!!, aku tersesaaaat..!!! adakah orang yang  mendengarkan aku??!!! Toloooong!!!”, “..hiks….hiks…”. Air matanya  tumpah, ia benar-benar takut. Betapa tidak, lelaki tampan itu tak tahu  kemana ia harus mengayuh langkahnya, ke kanan, ke kiri, ke depan ataukah  ke belakang?, sama saja baginya karena setiap kali perasaannya jauh  melangkah, ia merasa tetap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak berpindah  tempat. Baginya, yang terlihat hanyalah rimbunan pohon yang sama, tinggi  menjulang. kasihan sekali lelaki ini, dia benar-benar tersesat. Dia  akhirnya sadar, kalau di tengah hutan seperti ini, dia tidak bisa  berharap banyak ada seseorang yang mendengar teriakannya atau berharap  ada orang yang kebetulan lewat lalu melihatnya dan menolongnya. Kini ia  hanya mengandalkan &lt;i style=""&gt;feeling&lt;/i&gt;nya, mengarah kemana kakinya  melangkah sambil meningkatkan kewaspadaan kalau-kalau ada sesuatu  mengancam jiwanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Krek…krek…krek&lt;/i&gt;,  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;“Hah!!!”, “siapa, siapa itu ? “, galau hatinya  sambil menolehkan kepala dan badannya ke kanan, ke kiri, dan sesekali  ke belakang dengan cepat karena takut. Ia mendengar seperti ada suara  langkah menginjak daun-daun atau dahan-dahan kering, membuntutinya di  balik semak-semak yang tak terlihat oleh matanya. &lt;i style=""&gt;Krek…  Krek.. krek…&lt;/i&gt;, suara langkah itu semakin jelas di telinganya, tak  jauh dari posisinya berdiri sekarang ini, tapi dimana???!!!. Jantungnya  semakin berdetak kencang, ketakutannya malah meningkat di luar batas  kewajaran, terasa ada air hangat yang menetes di balik celananya, ia  menagis walau berusaha untuk tegar tapi ia tak mampu.  “AaaaaahhHHHH…!!!!” kagetnya minta ampun. Tiba-tiba dari balik pohon  terlihat olehnya sosok mahluk yang sangar, berambut gondrong berkaki  empat, tubuhnya penuh bulu dan tentu saja berekor. “WuaaaAAAHHHH...”  mahluk aneh itu mengaung keras, menggetarkan dan menyiutkan nyali lelaki  itu. Gemetar sudah seluruh tubuhnya, lebih-lebih ketika dilihatnya  taring siraja hutan yang runcing dan tajam bagai pisau yang siap  mengoyak-ngoyak daging, saat mengaung tadi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;Dan dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulut  si raja hutan itu menetes air liur pertanda sangat lapar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;“Lariiiii…!!!”,  tanpa banyak pikir lagi, lelaki itu segera memberi aba-aba bagi dirinya  sendiri mengambil jurus seribu langkah, menjauh ke depan dengan sangat  cepatnya. Singa buas tak mau kalah adu lari, apa artinya predikat si  raja hutan kalau tidak bisa mendapatkan lelaki itu, terlebih ini  kesempatan emas mendapatkan mangsa dari daging manusia. He..he...he...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="FI"&gt;Suara  langkah terus beradu kencang, hanya sesekali pemuda ini menoleh ke  belakang, memastikan bahwa singa itu berhenti mengejarnya. Nyatanya  tidak, pupuslah harapannya, singa itu gengsi kalah adu lari. Ia mulai  tak kuat berlari. Kakinya serasa melepuh menginjak akar-akar pohon yang  cadas dan batu-batu hutan yang licin. Terlihat darah mengalir pada betis  dan tangannya akibat goresan tanaman berduri. Tapi karena tidak ada  pilihan lain baginya, ia harus terus berlari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;Berhenti, hanyalah mempercepat  kematian, dan itu artinya kemenangan bagi singa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;”Aaaa...!!!!”.  sebuah lubang besar seperti sumur tua kering di depannya, lelaki itu  terjatuh ke dalamnya. Ia tidak menyadarinya. Untungnya nasib baik masih  berpihak. Dipertengahan dinding sumur itu ada akar pohon yang melintang,  disitulah ia berhasil memegang dan tidak sampai terjatuh ke dasar  sumur. Biarpun, singa buas itu tetap berdiri berputar mengelilingi tepi  mulut lubang sumur tua itu, lelaki itu kini bisa bernafas lega. Biarlah  aku di sini beberapa saat, sampai binatang jelek itu bosan lalu pergi  meninggalkanku, begitu pikir lelaki itu. ”He..he..ha...Ha...Ha...”.  ”Sweeet...Sweet...Sssiuul..” dia mulai tertawa menunjukkan kemenangan,  bersiul seakan mengejek binatang yang berada di atasnya yang masih  berputar-putar di mulut sumur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Malang  nian nasib lelaki ini, belum lama kegembiraan bersamanya dan belum jauh  ketakutan itu pergi meninggalkan jiwanya, kini ketakutan itu kembali  merangkulnya dengan sangat eratnya, merasuk ke dalamnya dan menciptakan  kepanikan dan kegelisahan pada dirinya. Alur nafasnya kembali tak karuan  iramanya. Jantungnya kembali bedetak sangat kencangnya. Yah, demikian  itulah kondisinya, ketika mengarahkan pandangannya ke dasar sumur.  Terlihatlah dengan jelas begitu banyak ular berbisa di bawah sana yang  membuka mulut dengan sabar menanti, siap menada kapan ia jatuh.  ”Tsssst...tssssttTT...” para ular mulai saling berbisik ada makanan  lezat nih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Lelaki  ini menyesali nasibnya yang malang, ia merasa bagai jatuh dari  ketinggian lalu ketibang tangga pula. Malah lebih dari itu  penderitaanya, karena dia mendengar suara aneh di kedua ujung akar yang  menjadi sisa harapan hidupnya untuk bertahan. Ketika dilihatnya, di  ujung akar sebelah kiri ada tikus hitam yang menggerogoti akar. Dan di  sebelah kanan ujung akar ada tikus putih yang juga sedang menggorogoti  ujung akar. Mereka seakan beradu, berlomba siapa yang paling cepat  memutuskan ujung akar lalu membuatnya jatuh hingga tak bisa mengelak  dari sengatan ngeriii Ular-ular di dasar sumur itu. ”Oh, Tuhan, apa yang  terjadi dengan diriku..., apa yang harus kulakukan???”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Dia  tidak boleh pasrah dengan nasibnya, dia harus berpikir dan berbuat  sesuatu. Dan yang harus dilakukannya adalah segera menggali dinding  sumur dengan salah satu tangannya, berlomba dengan tikus itu, membuat  lubang kecil agar bisa berpegang saat tikus-tikus itu berhasil  memutuskan ujung-ujung akar. Dan sekarang ia betul-betul melakukannya.  Tangan kirinya tetap berpegang kuat pada diameter akar, sedangkan tangan  yang satunya lagi dengan susah payah membuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lubang  kecil di dinding sumur yang bisa dijangkaunya. Belum dalam lubangnya,  dan belum layak untuk bisa berpegang nantinya, ia menemukan cairan madu  yang terpendam ribuan tahun di lubang yang dibuatnya. Ia tergoda melihat  kebeningan dan kemilau madu itu, dan ia pun terhipnotis untuk segera  merasakan kelezatan madu itu. ia mencolek madu itu dengan telunjuknya,  lalu merasakan di mulutnya, ”Maniii...ssSS!!!”, spontan ucapannya. Ia  mencolek lagi, dan merasakannya lagi. Terus menerus dilakukannya, ia  sepertinya lupa atau memang sengaja lupa bahwa singa buas terus  menantinya di mulut sumur, ular berbisa sudah tak sabar menanti kapan  jatuhnya, sedangkan tikus hitam dan putih tak pernah berhenti  menggerogoti ujung akar yang menjadi sisa kehidupannya, ”Teruslah makan  sebentar lagi kamu bakal jatuh”, ejek tikus-tikus itu dalam hati. Yah,  kebeningan, kelezatan dan kemilau madulah yang membuatnya sperti itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Triek..., Kkrek..kreekk..,&lt;/i&gt; bunyi ujung akar yang hampir  putus seakan menampar kesadarnnya. ”Haaa’ !!!, oh Tuhan aku harus segera  membuat galian”. Kepanikannya kian menjadi-jadi, seluruh tubuhnya  gemetar ketakutan. Apa daya semua terlambat. Hilanglah arti kelezatan,  kebeningan dan kemilau madu, ia tak bisa berbuat banyak sekarang. Sangat  terlambat, akar itu akhirnya putus dan ia hanya bisa pasrah dengan  jasadnya yang jatuh ke bawah, ke dasar sumur. ”Aaaaaa.....hHH”  teriakannya yang tersisa menjadi pengantar jatuhnya. ”Hap!!!!” Darah  segar muncrat berserakan di dinding sumur, Mulut ular langsung menadanya  dan menyobek nyobek dagingnya. Dan Tiba-tiba....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;”Astgfirullah  al’azhiim”, Nafasnya naik turun tidak berirama, jantungnya berdetak  kencang bergejolak, kerongkongannya terasa kering dan tubuhnya bersimbah  keringat. Sesat kemudian laki-laki itu tersenyum gembira dan dari  bibirnya terdengar ucapan lembut penuh syukur, ”Alhamdulillah, Untungnya  Cuma &lt;b style=""&gt;MIMPI&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Saudaraku cerita diatas bukan pengalaman  pribadi, atau pengalaman orang lain yang kutuangkan, karena cerita ini  tidak benar adanya. ini bukan kisah karena kisah harus benar sumbernya  bukan fiktif atau imajinasi, begitu penjelasan para Ulama yang  kuketahui. Lantas mengapa aku becerita? Karena ini hanyalah tamsil  (perumpamaan) tentang kehidupan yang tengah kita jalani sekarang di  dunia. Aku hanya menasehatkan diriku dan saudaraku yang membaca tulisan  ini bahwa hidup di dunia bagai hidup dalam ketersingan, karena memang  kita hanyalah perantau di Dunia. Bagai hidup dalam kesendirian, karena  masing-masing kita bakal mempertanggung jawabkan sendiri di hadapan  Allah tentang &lt;b style=""&gt;Umur&lt;/b&gt; ini dalam hal apa dihabiskan?, masa &lt;b style=""&gt;Muda&lt;/b&gt; untuk apa digunakan?, &lt;b style=""&gt;Harta &lt;/b&gt;dari mana  diperoleh dan kemana dibelanjakan?. Intinya segala tindak tanduk  perbuatan selama hidup akan dimintai pertanggung jawaban. Selain itu,  kita juga Bagai hidup dalam kebingungan dan ketidak tahuan, karena  itulah kita butuh pedoman yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagi lentera  yang menyinari jalan-jalan kegelapan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Saudaraku, dalam hidup di dunia ini ada yang  akan selalu mengejar kita dan tidak akan pernah berhenti mengejar.  Tahukah engkau siapa yang kumaksud ??!! Dialah &lt;b style=""&gt;kematian&lt;/b&gt;  yang kumisalkan &lt;b style=""&gt;singa &lt;/b&gt;karena akan terus mengintai,  mengawasi, mengejar dan mengikuti dimanapun keberadaan kita, dan kita  tak bisa lepas apalagi jauh dari kejarannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);"&gt;Ketika lelaki itu terjatuh ke lubang  dan berhasil berpegang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada akar yang melintang  di dinding sumur. Lalu melihat di bawahnya begitu banyak ular yang &lt;b style=""&gt;mulutnya terbuka&lt;/b&gt; dengan setia menanti kapan jatuhnya.  Itulah &lt;b style=""&gt;pintu kubur&lt;/b&gt; yang terus menanti dengan sabar kapan  kita masuk ke dalamnya. Kalau memang begitu nyatanya kondisi kita  (manusia), masihkah kita merasa berumur panjang dan berlaku sombong ??? ,  bukankah umur kita hanya berada diantara kejaran malaikat maut dan  pintu kubur ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 308.55pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; color: rgb(0, 51, 102);" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Saudaraku, tahukah engkau akan &lt;b style=""&gt;akar&lt;/b&gt;  yang kumaksudkan dalam cerita itu???, dialah sisa &lt;b style=""&gt;umur&lt;/b&gt;  di dunia ini, yang disebabkan kebeningan dan kemilau dunia serta  kelezatannya yang kumisalkan &lt;b style=""&gt;madu &lt;/b&gt;dalam cerita itu  membuat kita lupa, lalai, dan tidak menyadari atau sengaja tidak mau  menyadari bahwa &lt;b style=""&gt;tikus putih &lt;/b&gt;dan&lt;b style=""&gt; hitam&lt;/b&gt;,  yakni &lt;b style=""&gt;siang&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;malam &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terus  menggerogoti umur kita tanpa henti, dan seakan mereka terus berlomba  melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 308.55pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; color: rgb(0, 51, 102);" lang="SV"&gt;Alhmdulillah, kita masih diberi kesempatan  oleh-Nya untuk merasakan adanya nafas yang berhembus di balik jasad ini,  pertanda ruh masih besemayam di dalamnya. Kita masih diberi kesempatan  untuk menyaksikan terbitnya matahari di ufuk timur pagi tadi atau  terbenamnya di ufuk barat sore ini, merasakan bahagianya berkumpul  bersama keluarga dan bahagianya canda, tawa dan ria bersama orang-orang  yang kita cintai, lezatnya makanan dan manisnya minuman tak luput kita  rasakan hari ini. Tapi... adakah yang menjamin esok hari, kita masih  bisa menyaksikan dan merasakan apa yang hari ini dapat kita saksikan dan  rasakan?!!!. Bila jawaban kita ”Ya”, pertanda kesombongan masih  mengalir bersama darah di dalam jiwa ini. Tapi bila ”Tidak”, lantas apa  yang menghalangi diri kita pada hari ini untuk menuju ampunan-Nya dan  besegera dalam ketaatan pada-Nya ?!!!. Boleh jadi malam ini kita  tertidur, lalu paginya orang-orang menemukan jasad kita sudah kaku tak  bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Amerigo Md BT&amp;quot;; color: rgb(0, 51, 102);" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Amerigo Md BT&amp;quot;; color: teal;" lang="SV"&gt;Dari  saudaramu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;yang merindukan  kebaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Amerigo Md BT&amp;quot;; color: teal;" lang="SV"&gt;bagi dirinya dan  dirimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-8321940242748272494?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/8321940242748272494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=8321940242748272494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8321940242748272494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/8321940242748272494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/memang-begitu-nyatanya.html' title='Memang Begitu Nyatanya….!!!!'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6027050619386434578</id><published>2010-07-12T23:14:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T23:25:35.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info terkini Universitas Hasanuddin 2010'/><title type='text'>Info terkini UNHAS</title><content type='html'>"Info Universitas Hasanuddin"&lt;br /&gt;1. Pendaftaran Ulang POSK 2010 : 26 -31 / Juli /2010&lt;br /&gt;2. Pendaftaran  Ulang Beasiswa Bidik Misi 2010 : 26-31 /Juli / 2010&lt;br /&gt;3. Pengumuman SNM-PTN 2010 : 17 / Juli /2010&lt;br /&gt;4. Pendaftaran Ulang SNM-PTN 2010 : 26-30 / Juli / 2010&lt;br /&gt;5. PMB Universitas : 14-16 / Juni / 2010&lt;br /&gt;6. Pembayaran SPP: 23 juli s/d 18 Agustus 2010&lt;br /&gt;7. Pengisian KRS 2010 : 3 Agustus 2010&lt;br /&gt;8. Kuliah Perdana 2010 : 23 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                             Ketua PANITIA PMB UNIVERITAS HASANUDDIN,Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6027050619386434578?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6027050619386434578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6027050619386434578&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6027050619386434578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6027050619386434578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/07/info-terkini-unhas.html' title='Info terkini UNHAS'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-4475365534386523148</id><published>2010-06-25T11:34:00.001-07:00</published><updated>2010-06-25T11:34:41.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-book'/><title type='text'>Sejarah kehidupan Rosululloh</title><content type='html'>&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="post-body"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:none;}&lt;/style&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ZBSxo2DlvIQ/TCTwGRflMcI/AAAAAAAAAio/QbnxEhyHsoc/s1600/siroh+...jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_ZBSxo2DlvIQ/TCTwGRflMcI/AAAAAAAAAio/QbnxEhyHsoc/s1600/siroh+...jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="reviewTextContainer83578470"&gt;&lt;span class="reviewText" id="freeText5615214189787722333"&gt;Perjalanan hidup Rasulullah,adalah lautan yang luas membentang dengan kebeningan airnya yang kebiruan. Disana tersimpan pesona alami nan abadi. Tiada mata yang bosan memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada berhenti orang yang menyelami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="reviewTextContainer83578470"&gt;&lt;span class="reviewText" id="freeText5615214189787722333"&gt;Karena sosok beliau, adalah pesona  sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Sirah Nabawiyah ini mencoba menyajikan pesona-pesona itu. Sebagai buku yang berhasil meraih juara 1, dalam lomba karya tulis tentang sirah beliau, yang diprakarsai Rabithah Al-Alam Al-Islamy, tidak terlalu mengherankan, jika ia juga memiliki pesona tersendiri&lt;br /&gt;untuk dibaca dan dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saudar-saudaraku sekalian yang membutuhkan buku sirah nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury dapat di download di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;amp;site=shirotholmustaqim.wordpress.com&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.4shared.com%2Ffile%2F192907089%2F4093e58c%2FSirahNabawiyahShafiyyur-Rahman.html&amp;amp;sref=http%3A%2F%2Fshirotholmustaqim.wordpress.com%2Fdownload-e-book-karya-ulama-ulama-lainnya%2F"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/DZ2cWZy5/SirahNabawiyahShafiyyur-Rahman.html" target="_blank"&gt;SirahNabawiyahShafiyyur-RahmanAl-Mubarakfury.zip&lt;/a&gt;(236 kb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*semoga bermanfaat .. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-4475365534386523148?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/4475365534386523148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=4475365534386523148&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4475365534386523148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/4475365534386523148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/sejarah-kehidupan-rosululloh.html' title='Sejarah kehidupan Rosululloh'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZBSxo2DlvIQ/TCTwGRflMcI/AAAAAAAAAio/QbnxEhyHsoc/s72-c/siroh+...jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6775837463354290360</id><published>2010-06-25T11:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T11:33:07.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-book'/><title type='text'>Kumpulan buku islam gratis versi chm</title><content type='html'>&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="post-body"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:none;}&lt;/style&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ZBSxo2DlvIQ/TB5J3N1IoNI/AAAAAAAAAfE/L3xwLKcupPM/s1600/buku+.......jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img style="width: 140px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZBSxo2DlvIQ/TB5J3N1IoNI/AAAAAAAAAfE/L3xwLKcupPM/s1600/buku+.......jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berkut ini kumpulan buku islam vesi chm, silahkan untuk  mendownload. klik judul di bawah. semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;amp;site=shirotholmustaqim.wordpress.com&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.4shared.com%2Ffile%2F189574821%2Fa34e336d%2FAs-Shahihah_-_Syaikh_Al-Albani.html&amp;amp;sref=http%3A%2F%2Fshirotholmustaqim.wordpress.com%2Fkumpulan-ebook-islami-versi-chm%2F"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;As Shahihah – Syaikh  Al-Albani&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(1.05 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/180169418/39a6d7c6/Berkenalan_dengan_Salaf_2.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Berkenalan Dengan Salaf&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;…..(425 kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/181167234/4003f95a/Biografi_Para_Ulama_Ahlul_Hadi.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Biografi Ulama Ahlul Hadits&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;…..(625 kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/180170691/cb4f573e/Bulughul_Maram.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Bulugul Marom&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(1,04  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/247178218/1372f2a5/Darus_Salaf.html"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Darus Salaf or.id Edisi Baru &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(8,71  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/183574689/f9942191/Ibadah_-_Edisi_Lengkap_Puasa.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Edisi Lengkap Puasa&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(437  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/180170994/b079e48c/firqatun-najiyah.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Firqotun Najiyah&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(195  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/181166248/be4844d3/Hakikat_Bidah_dan_Kufur.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Hakikat Bid’ah dan Kufur –  Syaikh Albani&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(297 kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/180622665/3456f8ab/himpunan_hadist_qudsi.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Himpunan Hadits Qudsi&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(5,58  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?wjjygtemnyj"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Indahnya Pernikahan Islami&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(196  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/209337663/f8b6770c/Belajar_Bahasa_Arab_Portable.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kamus Bahasa Arab – Indonesia&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;…..(197 kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/181166726/9610cb9/Kitab_At_Tauhid_-_Syaikh_Muham.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kitab Tauhid&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(182  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/180172577/14e0a957/kumpulan_hadist.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kumpulan Hadist Shahih&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;…..(1,6 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/leaf?id=0B_bFOriPqBlqNTBkOTljOGEtZDJjOS00YjI4LWIyNjAtNzlkZGQ0OGE2OTY2&amp;amp;hl=in"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Majalah Asy Syariah (Baru  2009)&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(7,48 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/181422398/200bf08d/Memulai_dakwah_dengan_tauhid.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Memulai Dakwah Dengan Tauhid &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(3,1  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?gndyadzmjgj"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Menikah Sunnah&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(1,75  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/229316626/6ce975ff/Pembelaan_terhadap_sunnah.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pembelaan Terhadap Sunnah&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;…..(129 kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/212685921/3a31a854/Shahih_Adabul_Mufrad.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Shahih Adabul Mufrod – Syaikh  Albani&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(1,6 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/180168746/1993d7b8/Silsilah_Hadits_Dhaif_I-IV.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Silsilah Hadist Dha’if dan  Maudhu jilid I – IV&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(1,3 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/183572051/6307f480/Ibadah_-_Sifat_Sholat_Nabi.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sifat Shalat Nabi&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(484  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/183570803/5464f8da/Sunnah_Sehari-hari.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sunnah Sehari-hari&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(127  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/181169136/4c94511c/TAUHID_PRIORITAS_UTAMA.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tauhid Prioritas Utama &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(225  kb) &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6775837463354290360?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6775837463354290360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6775837463354290360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6775837463354290360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6775837463354290360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/kumpulan-buku-islam-gratis-versi-chm.html' title='Kumpulan buku islam gratis versi chm'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZBSxo2DlvIQ/TB5J3N1IoNI/AAAAAAAAAfE/L3xwLKcupPM/s72-c/buku+.......jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-394163829059095941</id><published>2010-06-25T11:07:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T11:15:10.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-book'/><title type='text'>Buku karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;List ebook karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah Versi  indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/fileview?id=0Bz1Iv5iVVJceNDcxYzQ1YjctYjI3ZS00YTVmLTg0OGYtOWM1NTU5N2FiYjBj&amp;amp;hl=en"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Bekal Perjalan Akhirat  (Zaadul Ma’ad) &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(23,5 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?znymbzm20et"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;‘Ilamul Muwaqi’im &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(49,8  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2009/11/jangan-dekati-zina1.pdf"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Jangan Dekati Zina &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(583  kb)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2009/11/kunci-kebahagiaan.pdf"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kunci Kebahagiaa&lt;/span&gt;n &lt;/a&gt;…..(4,60  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2009/11/madarijus-salikin-pendakian-menuju-allah.pdf"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Madarijus Salikin &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(2,23  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2009/11/mawaridul-aman.pdf"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Manajemen Qolbu – Menumpas  senjata syetan (Ighatsatul Lahfan)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(4,41 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/fileview?id=0Bz1Iv5iVVJceZWFkYTE3M2MtNDNhYy00NWQ1LWFhYzAtYzYyY2QzNGFkZTQ4&amp;amp;hl=en"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Noktah-noktah Senandung  Syetan &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;…..(25,4 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/fileview?id=0Bz1Iv5iVVJceOTRhZWExZWYtZTY3OS00N2EyLThkMzAtM2NjYWM4NDNiOWNl&amp;amp;hl=en"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Qodho dan Qodar&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(29,1  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?uyb2w5z3yvj"&gt;Tafsir Ibnul Qoyyim  1-400 &lt;/a&gt;…..(44,04 MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?y7duvh0zxwe"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tafsir Ibnul Qoyyim 401-773&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(40,83  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/194827381/9e426618/Ibnul_Qayyim_al-Jauziyyah_-_Ta.html"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tamasya Ke Surga.zip&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;…..(5,58  MB)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/leaf?id=0B_bFOriPqBlqZjU2YTkyODUtNTQ1MS00NmU4LWFhOTctNGQ2ODgwM2E4NThi&amp;amp;hl=in"&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Tuntunan Lengkap Pernikahan&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;…..(15,7 MB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://abna-aulad.blogspot.com/2010/06/kumpulan-buku-ibnul-qoyim.html&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-394163829059095941?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/394163829059095941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=394163829059095941&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/394163829059095941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/394163829059095941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/buku-karya-ibnul-qoyyim-al-jauziyah.html' title='Buku karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-2901840541335373932</id><published>2010-06-21T01:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T01:21:18.405-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceramah'/><title type='text'>DOWNLOAD GRATIS MP3 CERAMAH ISLAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial;color:#424200;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ceramah Islam (MP3)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style="font-size: 9pt;font-family:Arial;" &gt;                 &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt;Dr Zakir Naik &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;- &lt;i&gt;                 (President of Islam Research Foundation, Mumbai, India)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt; - Quran dan Pengetahuan Modern.                  Bertentangan atau Sejalan? -&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;   (Qur'an and Modern Science - Conflict or                  Concilation?)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_01.mp3 (12 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_01.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (12                  Mb))&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_02.mp3 (7,8 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_02.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt; (7,8                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_03.mp3 (14 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_03.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 3&lt;/a&gt; (14                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_04.mp3 (13 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_04.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 4&lt;/a&gt; (13                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt;- Terorisme Bukan Jihad -&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;a title="zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd1a.mp3 (6,5 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd1a.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1a&lt;/a&gt;  (6,5                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd1b.mp3 (4,5 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd1b.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1b&lt;/a&gt;  (4,5                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd2.mp3 (12,8 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt;  (12,8                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd3.mp3 (9,4 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_teroris_bukan_jihad_cd3.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 3&lt;/a&gt;  (9,4                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt;- Persamaan Islam dan Kristen -&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;a title="zakir_naik_persamaan_islam_kristen_1.mp3 (12,4 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_persamaan_islam_kristen_1.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (12,4                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="zakir_naik_persamaan_islam_kristen_2.mp3 (12,8 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/zakir_naik_persamaan_islam_kristen_2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt; (12,8                  Mb)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                  &lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style="font-size: 9pt;font-family:Arial;" &gt;                 &lt;b&gt;&lt;span style="color:#424200;"&gt;Hj Irena Handono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                &lt;b&gt;&lt;span style="color:#424200;"&gt; - Kebangkitan Ummat. Sebuah                  Refleksi Sejarah -&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                &lt;a title="iirena_handono_kebangkitan_ummat.mp3 (12,6 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/iirena_handono_kebangkitan_ummat.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (12,6                  Mb)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style="font-size: 9pt;font-family:Arial;" &gt;                 &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt;Ahmed Deedat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt; - Islam Pembawa Kedamaian dan                  Kebenaran -&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;a title="Ahmed_Deedat_Islam_Pembawa_Kedamaian_dan_Kebenaran.mp3 (13,2 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Ahmed_Deedat_Islam_Pembawa_Kedamaian_dan_Kebenaran.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (13,2                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt; - Al Quran, Sebuah Keajaiban Dari                  Semua Keajaiban -&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;a title="ahmed_deedat_keajaiban_alquran_1.mp3 (11,9 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/ahmed_deedat_keajaiban_alquran_1.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (11,9                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="ahmed_deedat_keajaiban_alquran_2.mp3 (7,1 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/ahmed_deedat_keajaiban_alquran_2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt; (7,1                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt; - Jangan Ragu Memakai Symbol                  Agama&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;a title="ahmed_deedat_symbol_agama_1.mp3 (11,1 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/ahmed_deedat_symbol_agama_1.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (11,1                  Mb)&lt;br /&gt;                &lt;a title="ahmed_deedat_symbol_agama_2.mp3 (5,8 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/ahmed_deedat_symbol_agama_2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt; (5,8                  Mb)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style="font-size: 9pt;font-family:Arial;" &gt;                 &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt;Ust Abdul Hakim bin Amir Abdat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color:#424200;"&gt;&lt;b&gt; - Hadist Palsu -&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;a title="hadits_palsu.mp3 (10,6 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/hadits_palsu.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (10,6                  Mb)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sumber:www.pakdenono.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-2901840541335373932?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/2901840541335373932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=2901840541335373932&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/2901840541335373932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/2901840541335373932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/download-gratis-mp3-ceramah-islam.html' title='DOWNLOAD GRATIS MP3 CERAMAH ISLAM'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-3879409313057733187</id><published>2010-06-21T01:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T06:29:13.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceramah'/><title type='text'>DOWNLOAD GRATIS MP3 CERAMAH KRISTOLOGI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;&lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11pt;"&gt;Ceramah Kristologi (MP3)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;                 &lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;Hj Irena Handono&lt;br /&gt;- Strategi Memurtadkan Ummat Islam -&lt;br /&gt;               &lt;/span&gt;                 &lt;a title="strategi.mp3 (11.7 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/strategi.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (11,7                  Mb)&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;- Perayaan Natal Antara Dogma dan                  Toleransi -&lt;br /&gt;               &lt;/span&gt;                 &lt;a title="perayaan_natal.mp3 (10,1Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/perayaan_natal.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (10,1                  Mb))&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;- Rohmatan Lil alamin -&lt;br /&gt;               &lt;/span&gt;                 &lt;a title="Irena_Handono_Islam_Rohmatan_Lil_Alamin.mp3 (10,6 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Irena_Handono_Islam_Rohmatan_Lil_Alamin.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (10,6                  Mb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;                 DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH&lt;br /&gt;- Jesus Ternyata Poligami -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;a title="yesus_poligami.mp3 (9,5 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/yesus_poligami.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (9,5                  Mb)&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt; - Yesus Ternyata Muslim -&lt;br /&gt;               &lt;/span&gt;                 &lt;a title="yesus_muslim.mp3 (12,4 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/yesus_muslim.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (12,4                  Mb)&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt; - Mereka Tidak Mengerti Perkataan                  Yesus -&lt;br /&gt;               &lt;/span&gt;                 &lt;a title="mereka_cd1.mp3 (12,1 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/mereka_cd1.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (12,1                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;a title="mereka_cd2.mp3 (12,3 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/mereka_cd2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt; (12,3                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;i&gt;Download Audio Mp3 CD 3 (x)&lt;br /&gt;               &lt;/i&gt;                 &lt;a title="mereka_cd4.mp3 (13,4 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/mereka_cd4.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 4&lt;/a&gt; (13,4                  Mb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;                 Bernard Nababan&lt;br /&gt;- Mengapa Aku Memilih Islam -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;a title="nababan.mp3 (9,4 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/nababan.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (9,4                  Mb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;                 Dra. Dewi Purnamawati&lt;br /&gt;- Tak Mampu Kutolak Kebenaran Islam -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;a title="dewi_purnomowati.mp3 (11 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/dewi_purnomowati.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (11                  Mb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;                 DR Sanihu Munir &amp;amp; Hj Irena Handono&lt;br /&gt;- Penyembuhan Dalam Nama Yesus -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;a title="Penyembuhan_Dalam_Nama_Yesus.mp3 (11,6 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Penyembuhan_Dalam_Nama_Yesus.mp3"&gt;Download Audio Mp3&lt;/a&gt; (11,6                  Mb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;                 &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt;                 Ahmed Deedat&lt;br /&gt;- Respon terhadap Jimmy Swaggart -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;a title="Ahmed_Deedat_Nabi_Muhammad_SAW_Dalam_Injil_1.mp3 (12 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Ahmed_Deedat_Nabi_Muhammad_SAW_Dalam_Injil_1.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (12                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;a title="Ahmed_Deedat_Nabi_Muhammad_SAW_Dalam_Injil_2.mp3 (14 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Ahmed_Deedat_Nabi_Muhammad_SAW_Dalam_Injil_2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 2&lt;/a&gt; (14                  Mb)&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;               &lt;span style="color: rgb(66, 66, 0);"&gt; - Kristenisasi Dunia -&lt;br /&gt;               &lt;/span&gt;                 &lt;a title="Ahmed_Deedat_Kristenisasi_Dunia_CD1.mp3 (10,2 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Ahmed_Deedat_Kristenisasi_Dunia_CD1.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD 1&lt;/a&gt; (10,2                  Mb)&lt;br /&gt;               &lt;a title="Ahmed_Deedat_Kristenisasi_Dunia_CD2.mp3 (6,5 Mb)" href="http://www.pakdenono.com/down/Ahmed_Deedat_Kristenisasi_Dunia_CD2.mp3"&gt;Download Audio Mp3 CD                  2&lt;/a&gt; (6,5 Mb)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sumber:www.pakdenono.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-3879409313057733187?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/3879409313057733187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=3879409313057733187&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/3879409313057733187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/3879409313057733187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/download-gratis-mp3-ceramah-kristologi.html' title='DOWNLOAD GRATIS MP3 CERAMAH KRISTOLOGI'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-6076340706312378921</id><published>2010-06-19T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T23:48:54.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bola'/><title type='text'>Gara-gara Begadang Nonton Bola</title><content type='html'>&lt;span class="entry"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="createdate"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Gara-gara Begadang Nonton Bola&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="createdate"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jumat, 11 Juni 2010 23:00 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="createby"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt; &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt; &lt;v:formulas&gt; &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt; &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt; &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt; &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt; &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt; &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt; &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt; &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt; &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt; &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt; &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt; &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt; &lt;/v:formulas&gt; &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="AddThis Social Bookmark Button" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;&lt;a title="Cetak" href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html?tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page="&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="PDF" href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.pdf"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="PDF" title="&amp;quot;PDF&amp;quot;" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sudah dimaklumi bersama bahkan sudah jadi berita di seantero dunia, selama sebulan penuh di benua hitam Afrika diadakan event akbar empat tahunan yaitu Piala Dunia. Dari kota, pedesaan bahkan sampai di pelosok negeri, kalangan muda bahkan sampai yang sudah “sepuh” sekali pun tidak ingin menghilangkan event yang jarang-jarang ini. Acara nonton bareng pun diadakan sambil minum kopi, juga bersorak-sorak mendukung tim kesayangan. Namun acara nonton piala dunia ini kadang melalaikan dari yang wajib-wajib, bahkan inilah yang sering terjadi. Tulisan ini nantinya akan membuktikan sebagian di antaranya. Kelalaian dari yang wajib ini terjadi karena piala dunia biasa ditayangkan di atas jam 9 malam, maka sudah barang tentu banyak penonton yang begadang. Dari sinilah banyak yang akhirnya lalai dari kewajiban shalat dan lainnya.&lt;span id="more-2646"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Shalat Wajib Dilalaikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tidak jarang kita melihat saudara kita yang begadang hingga tengah malam bahkan hingga jelang waktu shubuh karena menonton bergulirnya bola selama 2×45 menit. Setelah nonton, ia bukanlah memperhatikan kewajiban shalat. Namun karena rasa kantuk yang begitu berat, shalat shubuh yang merupakan kewajiban setiap harinya dilalaikan begitu saja karena badannya butuh istirahat selepas begadang. Shalat pun ditinggalkan tanpa rasa bersalah, tanpa ada rasa berdosa. Jika seseorang tahu bahaya meninggalkan shalat, maka tentu ia tidak akan meninggalkannya. Ia tidak akan meninggalkannya meskipun satu shalat saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Perlu kita ketahui bahwa meninggalkan satu shalat saja itu tergolong melakukan dosa besar. Bahkan dosa besarnya&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;bukan seperti dosa besar lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;karena yang ditinggalkan adalah rukun Islam, yang merupakan penegak bangunan Islam. Sampai-sampai Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;golongkan dosa orang yang meninggalkan shalat –secara total- sebagai dosa kekafiran. Coba kita perhatikan sabda Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;yang diriwayatkan dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim no. 257). Ini berarti orang yang meninggalkan shalat secara total telah melakukan dosa kesyirikan dan kekufuran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sahabat yang mulia, ‘Umar bin Al Khottob&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Tidak ada keislaman bagi orang yang meninggalkan shalat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn1#_ftn1"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa dosa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja termasuk kekafiran sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan seseorang kafir kecuali shalat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn2#_ftn2"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Adapun jika seseorang meninggalkan satu shalat atau shalatnya bolong-bolong (kadang shalat, kadang tidak), maka ia terjerumus dalam dosa besar yang lebih besar dari dosa besar lainnya sebagaimana dalam penjelasan yang telah lewat. Inilah yang jadi konsensus (ijma’) para ulama. Sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayyim&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, “&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Para ulama tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn3#_ftn3"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Bagi orang-orang yang sering melalaikan shalat, kadang shalat dan kadang tidak, Syaihul Islam Ibnu Taimiyah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;rahimahullah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;pun telah memberikan nasehat berharga yang patut direnungkan yaitu, “&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Sesungguhnya sebagian besar manusia bahkan mayoritasnya di banyak negeri, tidaklah selalu menjaga shalat yang lima waktu. Mereka tidak meninggalkan shalat secara total, namun mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya. Orang-orang semacam ini berarti ada pada diri mereka keimanan dan kemunafikan sekaligus. Orang semacam itu tetap diperlakukan sebagai muslim secara lahiriyah seperti mereka masih tetap mendapat warisan. Hukum warisan bisa berlaku bagi orang munafik tulen, maka tentu saja lebih pantas berlaku bagi orang yang kadang shalat dan kadang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn4#_ftn4"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Orang yang begadang (seperti karena nonton bola) sehingga lalai shalat shubuh sehingga bangun pagi kesiangan, bukanlah orang yang mendapat udzur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;. Berbeda halnya dengan orang yang sudah terbiasa shalat shubuh, lalu suatu saat ia ketiduran karena kecapekan atau alasan lainnya, maka inilah yang benar mendapat udzur. Ia tetap diperintahkan untuk shalat ketika ia ingat atau ketika ia bangun dari tidurnya. Meskipun ketika matahari sedang terbit atau matahari sudah meninggi, maka ia kerjakan shalat saat itu juga. Dalam sebuah hadits dari Abu Qotadah, Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إِنَّهُ لَيْسَ فِى النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِىءَ وَقْتُ الصَّلاَةِ الأُخْرَى فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا فَإِذَا كَانَ الْغَدُ فَلْيُصَلِّهَا عِنْدَ وَقْتِهَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Jika seseorang ketiduran, itu bukanlah berarti ia lalai dari shalat. Yang disebut lalai adalah jika seseorang tidak mengerjakan shalat hingga datang waktu shalat berikutnya. Jika ketiduran, hendaklah seseorang shalat ketika ia terbangun. Jika tiba esok hari, hendaklah ia shalat tepat pada waktunya (jangan sampai telat lagi).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (HR. Muslim no. 681). Hadits ini jelas menunjukkan bahwa yang dimaksudkan seseorang boleh mengerjakan shalat ketika ia bangun tidur karena ketiduran, itu disebabkan suatu udzur. Berbeda halnya jika sudah jadi kebiasaan lembur atau begadang setiap harinya (disebabkan nonton bola atau lainnya), maka ini tentu saja bukan orang yang mendapati udzur.&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah ditanya sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pertanyaan pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;: Ada seseorang mengerjakan shalat shubuh setelah matahari terbit dan ini sudah jadi kebiasaannya setiap paginya dan hal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Dia mengaku bahwa tidur telah mengalahkannya karena dia sering lembur. Dia mengisi waktu malamnya dengan menikmati hiburan-hiburan. Apakah sah shalat yang dilakukan oleh orang semacam ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pertanyaan kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;: Apakah boleh kita bermajelis dan tinggal satu atap dengan orang semacam ini? Kami sudah menasehatinya namun dia tidak menghiraukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat sampai ke luar waktunya. Wajib bagi setiap muslim yang telah dibebani syari’at untuk menjaga shalat di waktunya –termasuk shalat shubuh dan shalat yang lainnya-. Dia bisa menjadikan alat-alat pengingat (seperti alarm)  untuk membangunkannya (di waktu shubuh).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Kita diharamkan lembur di malam hari untuk menikmati hiburan dan semacam itu. Lembur (begadang) di malam hari telah Allah haramkan bagi kita jika hal ini melalaikan dari mengerjakan shalat shubuh di waktunya atau melalaikan dari shalat shubuh secara jama’ah. Hal ini terlarang karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang begadang setelah waktu Isya’ jika tidak ada manfaat syar’i sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;(Perlu diketahui pula bahwa) setiap amalan yang dapat menyebabkan kita mengakhirkan shalat dari waktunya, maka amalan tersebut haram untuk dilakukan kecuali jika amalan tersebut dikecualikan oleh syari’at yang mulia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika memang keadaan orang yang engkau sebutkan tadi adalah seperti itu, maka nasehatilah dia. Jika dia tidak menghiraukan, tinggalkan dan jauhilah dia.&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn5#_ftn5"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pekerjaan Kantor pun Terabaikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang yang sengaja begadang untuk nonton bola kadang juga kurang maksimal dalam mengemban tugas wajib di kantor. Gara-gara bola, ia harus memikul kantuk berat sehingga pekerjaan kantor atau dari atasan kurang maksimal ia kerjakan. Sebaik-baik orang beriman tentu saja selalu menjaga amanat yang dibebankan padanya. Dari Abu Hurairah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan tidak perlu engkau membalas dengan mengkhianati orang yang mengkhianatimu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Abu Daud no. 3534, At Tirmidzi no. 1264, Ad Darimi no. 2597, Ahmad 3/414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shahih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mata Bermaksiat dengan Melihat Aurat Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;telah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan dari aurat yang haram untuk dipandang. Di antara aurat yang tidak boleh dipandang adalah aurat sesama lelaki. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Seorang laki-laki janganlah melihat aurat laki-laki lainnya. Begitu pula seorang wanita janganlah melihat aurat wanita lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (HR. Muslim no. 338)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-style: normal;"&gt;Lalu manakah aurat laki-laki?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Perlu diketahui, mayoritas ulama berpendapat bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فَإِنَّ مَا تَحْتَ السُّرَّةِ إِلَى رُكْبَتِهِ مِنَ الْعَوْرَةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (HR. Ahmad 2/187, Al Baihaqi 2/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;hasan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika sudah paham demikian, maka tentu saja melihat aurat pemain bola di TV yang memakai celana di atas lutut adalah suatu yang terlarang.&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Renungkanlah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Waktu Jadi Begitu Sia-sia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Yang satu ini juga sudah pasti, waktu begitu sia-sia dengan menonton bola. Waktu menonton adalah 2×45 menit, ditambah lagi &lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;extra time&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;untuk istirahat. Bagaimana lagi jika tontonan ini dilihat hampir sebulan penuh sebagaimana pada piala dunia? Coba bayangkan berapa waktu yang terbuang sia-sia dalam sebulan. Bukankah waktu luang itu adalah nikmat? Nikmat ini pun akan ditanyakan oleh Allah di manakan dimanfaatkan. Allah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang nikmat (yang dianugerahkan untukmu)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (QS. At Takatsur: 8). ‘Ikrimah mengatakan bahwa nikmat yang dimaksud dalam ayat ini adalah nikmat sehat dan waktu luang.&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn6#_ftn6"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Ini berarti nikmat waktu luang pun akan ditanyakan di manakah nikmat tersebut dihabiskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari sini kita dituntut untuk memanfaatkan waktu dalam kebajikan dan bukan dalam hal yang sia-sia, tidak bermanfaat apa-apa. Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;telah memberi nasehat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Tirmidzi no. 2318,&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shahih lighoirihi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian. Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;“(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn7#_ftn7"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Perlu diketahui bahwa begadang tanpa ada kepentingan dibenci oleh Nabi&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari no. 568)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn8#_ftn8"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Apalagi dengan begadang dapat melalaikan dari kewajiban shalat wajib dan kewajiban pekerjaan di kantor tidak bisa maksimal. Renungkanlah dengan hati yang dalam!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Musuh Allah Jadi Idola&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Yang juga penyakit parah yang menimpa para pecandu bola adalah kecintaan pada non muslim yang merupakan musuh Allah. Cobalah dilihat, manakah yang dibela ketika di antara dua klub atau negara yang bertanding, apakah yang didukung agamanya? Tidak sama sekali, yang didukung bukanlah agama. Pokoknya siapa yang lebih mahir dan lebih cantik dalam bermain itulah yang didukung. Walaupun itu musuh Allah sekalipun, itulah yang didukung, bahkan itulah yang jadi idola. Jika non muslim-lah yang dibela dan jadi idola, maka agamanya lama kelamaan pun bisa turut dibela. Padahal Allah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (QS. Al Mujadilah: 22).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Tidakkah kita renungkan bahwa seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai dan yang dijadikan idola. Dari ‘Aisyah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Rasulullah&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftn9#_ftn9"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Bagaimana jika yang dicintai dan diidolakan adalah pemain bola dan itu non muslim?! Semoga bisa jadi renungan! Cintailah para Nabi, para sahabat dan orang sholih, maka engkau akan bahagia berkumpul bersama mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ini hanyalah nasehat bagi siapa yang mau menerimanya. Tentunya yang kami inginkan hanyalah kebaikan bagi saudara-saudara kami. Karena kaum muslimin satu dan lainnya punya kewajiban untuk saling menasehati. “&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” (QS. Hud: 88).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Hanya Allah yang beri taufik. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Panggang-GK, 28 Jumadits Tsani 1431 H (11/06/2010)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Artikel&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.muslim.or.id/"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;www.muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;, dipublish ulang oleh&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/undefined/" target="_blank"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;www.rumaysho.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref1#_ftnref1"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ’Asakir. Hadits ini shohih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref2#_ftnref2"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 52, Girosu linnasyr wat Tawji’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref3#_ftnref3"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Ash Sholah wa Hukmu Taarikiha, Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abu Bakr bin Qayyim Al Jauziyah, hal. 7, Darul Imam Ahmad, Kairo-Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref4#_ftnref4"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Majmu’ Al Fatawa, Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni, 7/617, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref5#_ftnref5"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, no. 8371, 69/90. Yang menandatangani fatwa ini adalah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref6#_ftnref6"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 9/222, Al Maktab Al Islami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref7#_ftnref7"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, hal. 33, Darul ‘Aqidah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref8#_ftnref8"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html#_ftnref9#_ftnref9"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;HR. Thobroni dalam&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Ash Shogir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;dan&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm; font-family: Verdana;"&gt;Al Awsath&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad  bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html"&gt;http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3080-gara-gara-nonton-piala-dunia.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-6076340706312378921?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/6076340706312378921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=6076340706312378921&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6076340706312378921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/6076340706312378921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/gara-gara-begadang-nonton-bola.html' title='Gara-gara Begadang Nonton Bola'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-245451351579925746</id><published>2010-06-19T23:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T23:47:31.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><title type='text'>Studi Islam Masa Kini: Mengurai Tantangan Orientalis</title><content type='html'>&lt;span class="entry"&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: teal;"&gt;Studi Islam Masa Kini: Mengurai Tantangan Orientalis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: teal;"&gt;Laporan ISTAC Special Lecture&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: teal;"&gt;(Ditulis oleh Much Hasan Darojat, M.A.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Assalamu’alaikum,&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;berikut ini laporan acara kuliah umum minggu lalu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Rabu 12 Mei 2010, suasana kampus baru ISTAC (&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;a href="http://www.iiu.edu.my/istac/"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;International Institute of Islamic Thought and Civilization)&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang biasanya sejuk dan sunyi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;berubah hangat dan riuh. Lebih dari seratus orang telah datang memenuhi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ruang konferensi untuk menyimak kuliah umum yang disampaikan oleh peneliti &lt;span&gt; &lt;/span&gt;INSISTS (&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang juga dosen IIUM&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="affils"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="affil"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;International Islamic University Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="affils"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, Dr Syamsuddin Arif. Kebanyakan mereka adalah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai fakultas; studi Islam, hukum, pendidikan,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ekonomi, dan sosial-politik. Sejumlah profesor, dosen senior, peneliti dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;beberapa perwakilan lembaga swadaya masyarakat (NGO) pun tampak hadir.&lt;span id="more-2642"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Topik yang disoroti memang menarik: ”&lt;em&gt;Islamic Studies Today: The&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Challenge of Orientalists” &lt;/em&gt;(Studi Islam Hari Ini: Tantangan dari&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orientalis).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurut moderator sekaligus pembawa acara saat itu, Syekh Usman&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;El-Muhammady, ini adalah kali kedua dalam seri kuliah bulanan bertema&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;”Islamic Thought after Post-Modernism”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Acara dimulai sesuai jadwal tepat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jam 10.00 pagi, sesuatu yang patut ditiru oleh penyelenggara kegiatan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;serupa. Moderator membukanya dengan pembacaan Ummul Kitab al-Fatihah dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pengenalan singkat latarbelakang pembicara yang sebenarnya sudah tidak asing&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lagi, khususnya bagi mahasiswa Indonesia di Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dr. Syamsuddin Arif memulai presentasinya dengan menguraikan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;arti beberapa istilah penting beserta konteks sejarahnya. Istilah&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;‘Orientalis’ ditujukan kepada para Ilmuan Barat yang melakukan kajian&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;terhadap Islam. Namun, bidang kajian mereka tidak terbatas kepada agama&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Islam saja, tetapi mencakup budaya, bahasa, dan sejarah. Mereka juga&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;memperluas kajiannya dalam peradaban-peradaban dunia yang lain seperti&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;India, China, Mesopotamia, dan Mesir. Kepentingan mereka dalam mengkaji&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;peradaban Timur juga dibarengi dengan semangat Enlightenment, yang terkenal&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan istilah ”Ex Oriente Lux” (dari Timurlah munculnya cahaya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurutnya, kecenderungan orang-orang Barat mempelajari Islam&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;muncul sejak zaman pertengahan pada saat terjadinya perang salib (1100-1500&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;M), yang dimulai dengan terjemahan buku-buku Islam ke dalam bahasa Latin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pada tahun 1143 M, al-Qur’an diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Robert&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;of Ketton yang diberi judul ’Lex Mahumet Psudoprophete.’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Proyek ini&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;diselesaikan di Spanyol atas bantuan dari Peter the Venerable, seorang&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kepala Biara Cluny di Prancis. Demikian pula dengan karya-karya intelektual&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Muslim seperti al-Shifa, Qanun fi al-Tibb, al-Tasrif, dan al Zij. Dari&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adanya gerakan terjemahan ini, pada abad ke-16 banyak universitas di Eropa&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mulai mengajarkan bahasa Arab dan bahasa orang-orang Islam yang lain&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;seperti; Persia dan Turki. Di Paris materi ini dibuka pada tahun 1635,&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Oxford dan Cambridge pada tahun 1636, diikuti Leiden, sesudah Salamanca,&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Roma, dan Bologna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada awalnya, ujar Dr Syamsuddin, orang-orang Barat belajar&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Islam dalam rangka kebangkitan kembali yang kemudian mereka sebut&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Renaissance. Namun, tujuan mereka tidak sekedar untuk itu, mereka juga&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mengekpresikan kejahatan agama Islam kepada publik yang mereka salahpahami&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari ajaran-ajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Semangat mempelajari agama Islam nampak juga pada hubungannya&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan kolonialisasi. Hal ini bisa dilihat pada saat Napoleon Bonaparte&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;datang ke Mesir (1789 M) membawa pasukan dan para ilmuan yang ditugasi untuk&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mempelajari bahasa, agama, dan budaya orang-orang Mesir. Hubungan ini makin&lt;span&gt; &lt;/span&gt;rapat pada saat penjajahan Belanda di Indonesia yang menjadikan studi Islam&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebagai alat untuk mempelajari daerah Aceh yang dilakukan oleh Snouck&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Horgronje.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada abad ke-19 beberapa orientalis mulai melihat pentingnya&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;metodologi yang telah diterapkan pada kitab Bibel untuk diaplikasikan dalam&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;studi Islam khususnya metode kritik sejarah. Penggunaan metode ini mengikuti&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;objek kajiannya seperti: kritik sumber (source criticism), kritik literatur&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(form/literary criticism), dan kritik teks (textual criticism). Landasan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dasar dari metode kritik sejarah ini adalah asumsi bahwa seluruh peristiwa&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, atau yang bersamaan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengannya. Dengan begitu, anggapan ini menggiring untuk menolak adanya&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;orisinalitas absolut dari segala peristiwa. Demikian tutur Dr Syamsuddin.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nah dari sinilah, lanjutnya, muncul pelbagai teori yang kerap&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dipakai Orientalis, semisal teori pengaruh (theories of influece), teori&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;asal-asul (theories of origins), teori peminjaman (theories of borrowing),&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;teori evolusi (theories of evolution), dan teori perkembangan (theories of&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;development). Teori-teori ini diterapkan oleh Orientalis sebagaimana tampak&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam karya-karya mereka; A Literary History of the Arabs (Reynold&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nicholson), Judaism in Islam (Abraham I. Katsh), Quranic Studies (John&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Wansbrough), the Qur’an as Text (Stefan Wild) dan sebagainya. Bahkan metode&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mereka telah mempengaruhi para intelektual Muslim Indonesia yang muncul&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam karya mereka diantaranya Edisi Kritis al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dr. Syamsuddin menerangkan perbedaan Studi Islam yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orientalis dan Muslim dapat dilihat dari cara mereka berasumsi. Para&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orientalis beranggapan bahwa agama Islam adalah objek penelitian yang tidak&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ada hubungan dengan kebenaran yang ada dalam agama Islam. Mereka melakukan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sekedar untuk tujuan penelitian, tanpa mempertimbangkan orang-orang Islam&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang memeluknya dan kebenaran yang telah mereka yakini dari agama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Selain itu, mereka juga melihat agama Islam sebagai fenomena sosial atau&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;literatur yang layak dikaji melalui pendekatan budaya, sosiologi,&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;antropologi, sejarah, politik dan perbandingan agama. Dengan begitu, mereka&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;membagi Islam dalam dua kategori; Islam normatif (yakni segala norma dan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;aturan keagamaan yang ditentukan oleh Allah swt), dan Islam aktual (ajaran&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang dilakukan oleh orang-orang Islam di berbagai tempat). Akibatnya muncul&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kategori-kategori aneh semacam Islam klasik, Islam Fundamental, Islam&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pertengahan, Islam Moderat, Islam Radikal, dan Islam liberal. Semua ini&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah pembagian yang tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Di akhir presentasi, Dr. Syamsuddin menawarkan &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;solusi masalah&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Studi Islam saat ini yaitu dengan cara memulai belajar terlebih dahulu&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tradisi keilmuan Islam. Apabila ini sudah dikuasai baru bisa dilanjutkan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan membaca karya-karya Orientalis. Kedua, agar banyak mendatangi&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;perpustakaan, untuk terus membaca dalam rangka menghidupkan tradisi ilmu,&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebagaimana yang telah dilakukan para ulama kita dahulu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Disamping itu, juga&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;belajar bahasa dan sejarah.&lt;/span&gt; Beliau mengingatkan para hadirin agar tidak&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;terlena dengan kebiasaan ”face-booking” yang tidak mencerminkan budaya ilmu.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tetapi sebaliknya, kita harus selalu ”book-facing” agar dapat menjawab&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tantangan ilmiah yang datang dari Orientalis. &lt;em&gt;Waallahu’alam.&lt;/em&gt; (Much Hasan&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Darojat/Insists Malaysia).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sumber: &lt;a href="mailto:insistnet@yahoogroups.com"&gt;insistnet@yahoogroups.com&lt;/a&gt; Senin, 14 Juni, 2010 04:45&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-245451351579925746?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/245451351579925746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=245451351579925746&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/245451351579925746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/245451351579925746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/studi-islam-masa-kini-mengurai.html' title='Studi Islam Masa Kini: Mengurai Tantangan Orientalis'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-1057289499936167083</id><published>2010-06-19T23:34:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T23:35:41.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Grup Facebook Berbahasa Indonesia Menghina Nabi</title><content type='html'>&lt;span class="entry"&gt;&lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: center; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;Menghina Nabi, halal dibunuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Kini muncul sebuah grup di Facebook yang berpotensi menyebabkan kontroversi dengan menamakan dirinya&lt;a title="fb muhammad" href="http://www.facebook.com/?ref=logo#%21/group.php?gid=129845023692704&amp;amp;ref=mf"&gt;“Muhammad SAW bukanlah NABI, melainkan BABI”.&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Hingga saat ini grup tersebut memiliki 1.124 anggota dan menuliskan kantor pusatnya berada di Mekah. Namun, hampir seluruh komunikasi dilakukan oleh pencipta kelompok itu dengan menggunakan bahasa Indonesia.&lt;span id="more-2658"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; font-weight: normal;"&gt;Inilah beritanya:&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;h2 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: red;"&gt;Astagfirullah, Satu Grup FB Sebut Nabi Muhammad sebagai Babi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kemudahan membuat grup dalam jejaring sosial Facebook, seringkali disalahgunakan untuk menyebar kebencian diantara kehidupan beragama dan rasis. Belum lama, sebuah grup di Facebook mengajak anggotanyauntuk menggambar Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Kini muncul sebuah grup di Facebook yang berpotensi menyebabkan kontroversi dengan menamakan dirinya&lt;a title="fb muhammad" href="http://www.facebook.com/?ref=logo#%21/group.php?gid=129845023692704&amp;amp;ref=mf"&gt;“Muhammad SAW bukanlah NABI, melainkan BABI”.&lt;/a&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Hingga saat ini grup tersebut memiliki 1.124 anggota dan menuliskan kantor pusatnya berada di Mekah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Namun, hampir seluruh komunikasi dilakukan oleh pencipta kelompok itu dengan menggunakan bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Kemudian, dalam akun grup tersebut juga memuat foto-foto yang menghina Nabi Muhammad SAW yang dapat memicu kemarahan umat muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Sebagai pengguna akun Facebook, dapat melaporkan setiap kelompok yang dirasa tidak pantas. Dengan klik tombol “report group” yang tersedia di bagian bawah dari akun tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Hingga saat ini, grup tersebut masih aktif dan pihak Facebook belum melakukan aksi apapun terhadap akun kelompok tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="abu-tebal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Red:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="abu-tipis"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Ririn Sjafriani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Sumber: republica.co.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang yang menghina atau mencaci Nabi hukumannya hukum bunuh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam kitab &lt;em&gt;Bulughul Maram&lt;/em&gt; dan syarahnya, &lt;em&gt;Subulus Salam&lt;/em&gt; pada bab &lt;em&gt;qitalul jani wa qotlul murtad&lt;/em&gt; dikemukakan hadits riwayat Abu Dawud dan An-Nasaai, dishahihkan oleh Al-Albani&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam Shahih Abu Dawud no 3665:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;3795&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ مُوسَى الْخُتَّلِيُّ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ الْمَدَنِيُّ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ عُثْمَانَ الشَّحَّامِ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ أَعْمَى كَانَتْ لَهُ أُمُّ وَلَدٍ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ فَيَنْهَاهَا فَلَا تَنْتَهِي وَيَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ قَالَ فَلَمَّا كَانَتْ ذَاتَ لَيْلَةٍ جَعَلَتْ تَقَعُ فِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَشْتُمُهُ فَأَخَذَ الْمِغْوَلَ فَوَضَعَهُ فِي بَطْنِهَا وَاتَّكَأَ عَلَيْهَا فَقَتَلَهَا فَوَقَعَ بَيْنَ رِجْلَيْهَا طِفْلٌ فَلَطَّخَتْ مَا هُنَاكَ بِالدَّمِ فَلَمَّا أَصْبَحَ ذُكِرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَمَعَ النَّاسَ فَقَالَ أَنْشُدُ اللَّهَ رَجُلًا فَعَلَ مَا فَعَلَ لِي عَلَيْهِ حَقٌّ إِلَّا قَامَ فَقَامَ الْأَعْمَى يَتَخَطَّى النَّاسَ وَهُوَ يَتَزَلْزَلُ حَتَّى قَعَدَ بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا صَاحِبُهَا كَانَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَنْهَاهَا فَلَا تَنْتَهِي وَأَزْجُرُهَا فَلَا تَنْزَجِرُ وَلِي مِنْهَا ابْنَانِ مِثْلُ اللُّؤْلُؤَتَيْنِ وَكَانَتْ بِي رَفِيقَةً فَلَمَّا كَانَ الْبَارِحَةَ جَعَلَتْ تَشْتُمُكَ وَتَقَعُ فِيكَ فَأَخَذْتُ الْمِغْوَلَ فَوَضَعْتُهُ فِي بَطْنِهَا وَاتَّكَأْتُ عَلَيْهَا حَتَّى قَتَلْتُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا اشْهَدُوا أَنَّ دَمَهَا هَدَرٌ *. (أبو داود).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari Ibnu Abbas ra bahwa ada seorang buta mempunyai ummul walad (budak perempuan yang dipakai tuannya lalu beranak) yang memaki-maki dan mencela Nabi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia telah melarang ummul walad tersebut, namun dia tidak mau berhenti. Maka pada suatu malam ia ambil satu pacul yang tajam sebelah, lalu ia taruh di perutnya dan ia duduki, dan dengan itu ia bunuh dia. Sampailah (berita) yang demikian kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sabdanya: “Saksikanlah bahwa darahnya itu hadar.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(HR Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Darahnya itu hadar, maksudnya darah perempuan yang mencaci Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sia-sia, tak boleh ada balasan atas pembunuhnya dan tak boleh dikenakan diyat/ tebusan darah. Jadi darahnya halal alias halal dibunuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Juga ada hadits:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;3796&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْجَرَّاحِ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ مُغِيرَةَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ فَخَنَقَهَا رَجُلٌ حَتَّى مَاتَتْ فَأَبْطَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَمَهَا *. (أبو داود).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Diriwayatkan dari As-Sya’bi dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang wanita Yahudi telah memaki/ menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencelanya, maka seorang lelaki&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mencekiknya hingga mati, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membatalkan darahnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; (HR Abu Dawud, menurut Al-Albani dalam Irwaul Ghalil hadits no 1251 ini isnadnya shahih sesuai syarat Al-Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Itu artinya halal dibunuh. &lt;span style="color: teal;"&gt;(nahimunkar.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2363695503767843032-1057289499936167083?l=mifmipaunhas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/feeds/1057289499936167083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2363695503767843032&amp;postID=1057289499936167083&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/1057289499936167083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2363695503767843032/posts/default/1057289499936167083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mifmipaunhas.blogspot.com/2010/06/grup-facebook-berbahasa-indonesia.html' title='Grup Facebook Berbahasa Indonesia Menghina Nabi'/><author><name>MUSOLLAH ISTIQOMAH FMIPA UNHAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13221128842327591712</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9zIKpIDqY-k/TBHaK_R76DI/AAAAAAAAACc/2y54skntCqo/S220/p.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2363695503767843032.post-3325788753093029873</id><published>2010-06-19T23:26:00.001-07:00</published><updated>2010-06-19T23:31:48.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa'/><title type='text'>علماء المسلمين يطالبون بالجهاد ضد “إسرائيل“ Puluhan Ulama Saudi Serukan Jihad Lawan Israel</title><content type='html'>&lt;span class="entry"&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sekitar 70 orang aktivis dan ulama Islam Arab Saudi, mendesak dunia internasional untuk memecahkan blokade dan embargo Yahudi terhadap umat Islam di jalur Gaza dan mengutuk pembantaian yang dilakukan oleh militer Israel terhadap aktivis pro-Palestina dalam rombongan armada kebebasan yang menuju ke Gaza untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka juga menuntut dan menyerukan adanya Jihad Islam untuk mengusir zionis Israel dari tanah kaum muslimin.&lt;span id="more-2581"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis pagi ini (3/6) ke 70 aktivis dan ulama Islam Saudi tersebut menyatakan bahwa apa yang terjadi di kapal Mavi Marmara merupakan sebuah kejahatan, ketidakadilan dan pengkhianatan, karena para aktivis kemanusiaan datang dengan cara damai dan membawa makanan dan obat-obatan serta melakukan gerakan perdamaian dalam sebuah perjanjian internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka menekankan bahwa satu-satunya solusi untuk menyelamatkan umat Islam dari serangan dan penghinaan adalah harus merujuk kepada Allah dan RasulNya, dan hal ini adalah yang pertama diperlukan untuk mencegah terjadinya pendudukan, serta menekankan pentingnya mengecam agresi Israel dan memaksa mereka untuk mengangkat pengepungan di jalur Gaza dan wilayah lainnya di Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Yang menandatangi pernyataan itu masuk dalam daftar pengkhotbah paling terkenal di Arab Saudi, termasuk diantaranya adalah Syaikh Abdul Rahman al-Barrak, Syaikh Yussuf Bin Abdullah Al-Ahmad, Syaikh Sulaiman bin Hamad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka menegaskan bahwa sudah waktunya untuk meninggalkan metode dialog dan negosiasi dan solusi perdamaian, dan mengganggap orang-orang yang melakukan hal tersebut sebagai orang yang tergoda oleh rayuan Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam pernyataan para aktivis dan ulama Saudi tersebut menyatakan juga: “Kami percaya bahwa satu-satunya solusi untuk menyelamatkan umat Islam dari penghinaan ini adalah kembali kepada Allah dan RasulNya serta menerapkan syariat Islam di semua lapisan masyarakat karena Allah berfirman dalam Al-Quran, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Yaa Ayyuhalladzi Na amanu Intanshurullah Yan Shurkum Wa Yutsabbit Aqdamakum &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Hai Orang-orang yang berimana, jika kamu menolong Allah maka Allah akan menolong kamu dan meneguhkan pendirianmu) QS. Muhamamad. Ayat:7.(fq/imo)eramuslim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: red;" lang="AR-SA"&gt;علماء المسلمين يطالبون بالجهاد ضد “إسرائيل&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana; color: red;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="AR-SA"&gt;التاريخ: 21/6/1431 الموافق 04-06-2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: Verdana; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;المختصر/ دعا 70 داعية إسلاميًا في السعودية والعالم إلى كسر عاجل للحصار اليهودي ضد المسلمين في غزة، منددين بالمجزرة الإسرائيلية الأخيرة على أسطول الحرية، ومطالبين الأمة الإسلامية بإقامة الجهاد لطرد العدو الصهيوني من أرض المسلمين.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;واعتبر الدعاة في بيان أصدروه صباح الخميس أن ما حدث يعد “جريمة غدر وبغي وخيانة” في الوقت الذي جاء فيه هذا الأسطول بالأسلوب السلمي “وحمل الغذاء والدواء” في بادرة سلمية مطلقة وفي اتفاق دولي غير مسبوق.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وأكدوا على أن الحل الوحيد لإنقاذ الأمة الإسلامية من الاعتداءات و”الذل والهوان” هو “وجوب الرجوع إلى الله وتحقيق الإيمان به”، وأن ذلك يمثل الضرورة الأولى لردع الاحتلال، ومؤكدين على أهمية استهداف عمق العدوان الإسرائيلي و”إجباره على رفع الحصار عن غزة وسائر فلسطين”.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وأكد البيان الذي ضم قائمة كبيرة من أشهر الدعاة في السعوديين ومنهم الشيخ عبد الرحمن بن ناصر البراك، والشيخ د.يوسف بن عبد الله الأحمد، والشيخ سليمان بن حمد العودة، أنه قد حان الوقت للتخلي عن أساليب الحوار والتفاوض والحلول السلمية، واصفًا إياها بأنها أغرت اليهود “بالمزيد من الطمع والبغي”.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: red;" lang="AR-SA"&gt;استهداف عمق الكيان اليهودي:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-SA"&gt;وأكد البيان أن “الواجب على أمة الإسلام إقامة الجهاد في سبيل الله تعالى، واستهداف عمق الكيان اليهودي، لطردهم من أرض المسلمين، ورفع الحصار عن غزة وسائر فلسطين، أما أساليب الحوار والمفاوضات فلا يزيد اليهود إلا طمعًا وبغيًا؛ قال الله تعالى: (أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ * الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلاَّ أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;واستحضر البيان مواقف السلف الصالح في أيام البلاء واللجوء إلى الدعاء، قبل أن يؤكد على أهمية استخدام وسائل أخرى كـ”الضغوط السياسية، والملاحقة القضائية، والحقوقية” على إسرائيل لمواصلة الإفراج عن بقية المعتقلين ممن تم أسرهم في الهجوم على الأسطول وكذلك إطلاق المعتقلين من أبناء الشعب الفلسطيني الذين يرزحون في السجون منذ أمد طويل.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;ودعا البيان ضمنيًا إلى ضرورة فتح معبر رفح من خلال الانتقاد لإغلاقه؛ ما يؤدي لقتل من هم تحت أنفاقه من الفلسطينيين وأبناء غزة&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-SA"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وبدأ البيان بالدعاء للقتلى “من الشهداء الذين قتلهم العدو اليهودي على أسطول الحرية البحري في مذبحة تاريخية، وجريمة غدر وبغي وخيانة، فلم تأت هذه السفن إلا بالأسلوب السلمي، وحمل الغذاء والدواء، وكسر الحصار اليهودي الظالم ضد المسلمين في غزة، وقد كان هذا الموقف معتضداً بغلق معبر رفح وقتل العشرات تحت أنفاق رفح بالغاز والمتفجرات”.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وأضاف البيان: “نرى أن الحل الوحيد في إنقاذ الأمة من هذا الذل والهوان هو الرجوع إلى الله تعالى، وتحقيق الإيمان به، وتطبيق شريعته في جميع مناحي الحياة، قال الله تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ) [محمد: 7]. وقال تعالى: (وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ * الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأُمُورِ) [الحج: 41].&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وأضاف في دعمه للقضية الفلسطينية: “مع بذل الأسباب التي أمر الله تعالى بها كالدعاء والإعداد، فنبينا محمد صلى الله عليه وسلم في غزوة بدر قد أكثر وألح بالدعاء حتى أشفق عليه الصحابة فأنزل الله تعالى: (إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ) [الأنفال: 9]، ومما يشرع أيضًا من الدعاء قنوت النازلة في الصلوات الخمس المفروضة.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وقال الله تعالى في وجوب الإعداد: (وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ..) [الأنفال60].&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: red;" lang="AR-EG"&gt;الضغوط السياسية والملاحقات القضائية:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;وأضاف إلى ذلك البيان: “بذل أسباب الدفع الأخرى؛ كالضغوط السياسية، والملاحقة القضائية، والحقوقية؛ للإفراج عن بقية سجناء الأسطول، والسجناء الفلسطينيين من الرجال والنساء والأطفال القابعين منذ سنين في معتقلات اليهود. نسأل الله تعالى أن يحفظ فلسطين بالأمن والإيمان وسائر بلاد المسلمين، والحمد لله رب العالمين”.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: red;" lang="AR-EG"&gt;الموقعون على البيان:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;1. فضيلة الشيخ العلامة: عبد الرحمن بن ناصر البراك&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;2. فضيلة الشيخ أ.د. عبدالله بن حمود التويجري أستاذ السنة وعلومها بالسعودية.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;3. فضيلة الشيخ أ.د. علي بن سعيد الغامدي أستاذ الفقه بالمسجد النبوي والجامعة الإسلامية.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;4. فضيلة الشيخ د. عيسى بن جاسم المطوع إمام وخطيب جامع الفاروق بالبحرين.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;5. فضيلة الشيخ د. عبدالعزيز بن محمد آل عبداللطيف أستاذ العقيدة بجامعة الإمام.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;6. فضيلة الشيخ د. عبدالمحسن بن زبن المطيري مساعد أمين رابطة علماء المسلمين/ الكويت.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;7. فضيلة الشيخ د. وجدي عبدالحميد غنيم داعية إسلامي.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;8. فضيلة الشيخ د.يوسف بن عبدالله الأحمد. أستاذ الشريعة بجامعة الإمام.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;9. فضيلة الشيخ د. محمد بن إبراهيم السعيدي عضو هيئة التدريس بجامعة أم القرى.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;10. فضيلة الشيخ د. محمد يسري إبراهيم نائب رئيس الجامعة الأمريكية المفتوحة بمصر (كلية الدراسات الإسلامية والعربية).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;11. فضيلة الشيخ: حمد بن إبراهيم الحيدري عضو هيئة التدريس بجامعة الإمام.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;12. فضيلة الشيخ: سليمان بن حمد العودة عضو هيئة التدريس بجامعة القصيم.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;13. فضيلة الشيخ: عبدالآخر بن حماد الغنيمي داعية إسلامي وإمام وخطيب بألمانيا.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;14. فضيلة الشيخ د. كامل صبحي الصلاح أستاذ الفقه وأصوله بالأردن.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;15. فضيلة الشيخ د. عبدالله بن عبدالعزيز الزايدي الأستاذ المشارك بقسم الثقافة الإسلامية بجامعة الإمام.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;16. فضيلة الشيخ د. محمد بن سليمان البراك. عضو هيئة التدريس بكلية الدعوة وأصول الدين بجامعة أم القرى.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;17. فضيلة الشيخ د. خالد بن محمد الماجد عضو هيئة التدريس بكلية الشريعة بجامعة الإمام.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;18. فضيلة الشيخ: ياسر برهامي داعية إسلامي بمصر ومشرف على موقع صوت السلف.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;19. فضيلة الشيخ د. إبراهيم بن عبدالله الحماد أستاذ مشارك بجامعة الإمام.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;20. فضيلة الشيخ د. ناصر بن يحيى الحنيني المشرف العام على مركز الفكر المعاصر.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;21. فضيلة الشيخ: أديب بن عبدالعزيز الدبيخي القاضي بالمحكمة العامة بتبوك.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;22. فضيلة الشيخ: عبدالوهاب بن محمد الحميقاني عضو جمعية علماء اليمن.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;23. فضيلة الشيخ: عصام بن محمد إسحاق العباسي رئيس جمعية التربية الإسلامية بالبحرين.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;24. فضيلة الشيخ: محمد بن موسى العامري عضو جمعية علماء اليمن.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Naskh&amp;quot;; color: black; font-weight: normal;" lang="AR-EG"&gt;25. فضيلة الشيخ: أحمد بن سليمان أهيف أستاذ الشريعة بمركز الدعوة العلمية بصنعاء.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/stron
